26
Sat, Sep

Top Stories

Grid List

Habib Rizieq Shihab, *Ilustrasi

Hot Issue

TIBYAN.ID - Front Pembela Islam (FPI) , dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Persatuan Alumni (PA) 212 meminta pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 09 Desember mendatang ditunda. Permintaan itu disampaikan atas pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih tinggi.

“Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka dan merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Di sisi lain, jaminan keselamatan jiwa rakyat cenderung diabaikan,” Tulis keterangan Maklumat dari Ketiga Gerakan tersebut yang diterima Hidayatullah.com Selasa (22/09/2020).

Ketiga gerakan itu menyoroti soal peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia dengan penambahan 4.000 kasus baru setiap harinya. Dengan begitu Mereka juga menilai pemerintah saat ini lebih memprioritaskan ekonomi dibanding kesehatan masyarakat.

“Memperhatikan sistem penanggulangan Covid-19 oleh rezim terlihat adanya misskoordinasi, missmanagement, lie with statistic, unplanning, bad governance dalam penyelenggaraan negara yang lebih memprioritaskan ekonomi dan politik belaka dibandingkan dengan keselamatan jiwa rakyat. Padahal keselamatan jiwa rakyat adalah yang pertama dan oleh karenanya harus diprioritaskan,” katanya.

“Dengan demikian, pilkada kali ini dapat dikatakan sebagai ‘klaster maut’ penyebaran Covid-19. Tidak ada dalil pembenar untuk kepentingan tetap menyelenggarakan pilkada maut ini,”lanjutnya

Kemudian Mereka lalu menyampaikan tiga poin maklumat yang disebut berdasarkan arahan dan masukan dari Habib Rizieq Shihab.

Adapun, Maklumat FPI, GNPF Ulama, PA 212 ‘Hentikan Pilkada Maut’ terdapat tanda tangan dari Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis, Ketua Umum GNPF-U Yusuf Martak, Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif, dan Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab.

Berikut isi lengkap maklumat FPI, PA 212, dan GNPF Ulama soal permintaan penundaan pilkada:

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka dan merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Di sisi lain, jaminan keselamatan jiwa rakyat cenderung diabaikan. Terlihat dari kebijakan rezim yang lebih aspiratif membela kepentingan eksploitasi ekonomi taipan naga pemodal rezim, terus memasukkan TKA China yang justru merupakan negara awal penyebab dan penyebar virus Covid-19.

Fakta menunjukkan trend laju pertumbuhan dan peningkatan rakyat yang terpapar Covid-19 demikian mengkhawatirkan. Posisi Indonesia saat ini laju angka pertumbuhan dengan angka 4.000-an penderita per-hari.
Memperhatikan sistem penanggulangan Covid-19 oleh rezim terlihat adanya misskoordinasi, missmanagement, lie with statistic, unplanning, bad governance dalam penyelenggaraan negara yang lebih memprioritaskan ekonomi dan politik belaka dibandingkan dengan keselamatan jiwa rakyat. Padahal keselamatan jiwa rakyat adalah yang pertama dan oleh karenanya harus diprioritaskan.

Sehubungan dengan itu, dalam proses pendaftaran pasangan calon Kepala Daerah telah menjadi sebab terjadinya mobilisasi massa dan penyelenggara Pilkada yaitu Komisioner KPU telah terpapar Covid-19.

Dengan demikian, Pilkada kali ini dapat dikatakan sebagai ‘klaster maut’ penyebaran Covid-19. Tidak ada dalil pembenaran untuk kepentingan tetap menyelenggarakan Pilkada maut ini.

Mengikuti arahan dan masukan dari Imam Besar HRS tentang pentingnya nilai kemanusiaan yaitu penyelamatan jiwa rakyat sebagai prioritas utama dibandingkan dengan politik dan ekonomi, maka FPI, GNPF Ulama dan PA 212 mengeluarkan MAKLUMAT sebagai berikut di bawah ini:

Pertama, Menyerukan untuk dilakukan penundaan dan menghentikan seluruh rangkaian/tahapan proses Pilkada Maut 2020 yang telah terbukti menjadi sebab mobilisasi massa dan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Kedua, Menuntut tanggung jawab negara dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman Covid-19 melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat jelata.

Ketiga, Menyerukan kepada segenap pengurus, simpatisan pada khususnya dan seluruh ummat Islam Indonesia pada umumnya untuk TIDAK TERLIBAT dalam seluruh rangkaian/pentahapan proses PILKADA MAUT 2020.

Demikian MAKLUMAT ini disampaikan agar disebarluaskan dan menjadi wasilah dalam menyelamatkan jiwa rakyat dari rezim bengis anti kemanusiaan. Jakarta, 5 Safar 1442 H/22 September 2020*




Sumber: Hidayatullah

Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: SP/Muhammad Reza)

Hot Issue

TIBYAN.ID - Pemerintah, DPR dan Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) telah menyepakati pelaksanaan Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 09 Desember mendatang. Hal itu juga dengan keinginan Presiden Jokowi yang juga enggan menunda Pilkada di situasi pandemi Covid-19.

Kesepakatan penyelenggaraan pilkada berlanjut itu merupakan poin pertama kesimpulan rapat yang dilaksanakan antara Komisi II DPR, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta KPU, Bawaslu dan DKPP pada hari Senin kemarin.

“Mencermati seluruh tahapan yang sudah dan sedang berlangsung masih sesuai sebagaimana yang telah direncanakan dan situasi yang masih trekendali, maka Komisi II DPR RI bersama Mendagri, Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI dan Ketua DKPP RI menyepakati bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tetap dilangsungkan pada 9 Desmber 2020 dengan penegakan disiplin dan sanksi hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” kata Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia membacakan simpulan rapat, Senin (21/09/2020).

Dalam kesimpulan rapat Komisi II DPR, sekaligus juga meminta KPU untuk segera merevisi PKPU Nomor 10/2020 tentang Perubahan atas PKPY Nomor 6/2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam, khususnya ditekankan pada pengaturan di beberapa poin.

Lebih jauh, Komisi II DPR juga meminta agar Kelompok Kerja yang telah dibentuk bersama antara Bawaslu, KPU, DKPP, Kemendagri, TNI, Satuan Tugas Covid-19, Kejaksaan RI dan Kepolisian RI diintensifkan terutama dalam tahapan yang berpotensi terjadinya pelanggaran.

Adapun poin terakhir dalam kesimpulan ialah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Komisi II DPR, Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP RI bersepakat untuk meminta penjelasan secara rinci, terukur dan berkelanjutan kepada Satgas Penanganan Covid-19 tentang status zona dan risiko Covid-19 pada setiap daerah yang menyelenggaran Pilkada untuk mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19.

Diketahui sebelumnya, Pilkada 2020 tetap akan digelar sesuai jadwal, yakni pada 09 Desember 2020. Hal ini bertujuan untuk menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih, dan hak memilih.

“Pilkada harus dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan ketat disertai penegakkan hukum dan sanksi tegas agar tidak terjadi klaster baru Pilkada,” ujar Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan penyelenggaraan dalam keterangannya, Senin (21/09/2020).

 

Fadjroel menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan penyelenggaraan Pilkada tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.*


Sumber: Hidayatullah

foto: Saudi Kingdom Council

Hot Issue

TIBYAN.ID - Arab Saudi menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung rakyat Palestina, menolak segala ancaman terhadap kedaulatan dan integritas negara-negara Arab.

Seperti dikutip dari Arab News, sidang kabinet Arab Saudi yang digelar Selasa (15/9) menyatakan mendukung semua upaya untuk mencapai kemerdekaan Palestina.

"Memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota."

Dua negara Arab, Bahrain dan Uni Emirat Arab baru saja menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel. Perdamaian kedua negara itu dilaksanakan di Gedung Putih, Amerika Serikat pada Selasa waktu setempat.

Perjanjian damai tersebut sangat bersejarah karena selama ini negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab menolak hubungan diplomatik dengan Israel demi membela Palestina.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ada beberapa negara lagi yang akan mengikuti jejak UEA dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel. Trump bahkan meyakini Arab Saudi salah satunya.

Menurut Trump, Saudi akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel pada waktu yang tepat. Keyakinan itu disampaikan Trump setelah ia berbicara dengan Raja Salman.

Namun, Saudi sebelumnya juga telah menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina menjadi syarat mutlak membuka hubungan dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel hanya akan tercapai apabila negara Yahudi itu telah menandatangani perjanjian damai dengan Palestina. Perdamaian Israel dengan Palestina itu harus berdasarkan perjanjian internasional.

Qatar juga termasuk negara yang menolak normalisasi hubungan dengan Israel.

(dea)Asisten Menteri Luar Negeri Qatar, Lolwah Alkhater, mengatakan bahwa mereka tidak mengikuti jejak UEA dan Bahrain untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dan tetap mendukung kemerdekaan Palestina.

 

Sumber: Cnnindonesia

Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin dan Dr. Adian Husaini (foto:Dewan Dakwah)

Aktual

TIBYAN.ID - Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin dan Dr. Adian Husaini ditetapkan sebagai pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah), masa khidmad 2020-2025. Prof. Didin Hafidhuddin ditetapkan sebagai Ketua Pembina Dewan Da’wah, menggantikan Prof. Dr. Ir. H. A. M. Saefuddin. Sementara Dr. Adian Husaini ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah, menggantikan Drs. Mohammad Siddik, MA.

Penetapan Ketua Pembina dan Ketua Umum Dewan Da’wah diambil dalam Rapat Pleno hari ini (22 September 2020) yang berlangsung Kantor Pusat Dewan Da’wah, Jln Kramat Raya 45 Jakarta Pusat. Keputusan itu disepakati berdasarkan hasil Musyawarah para anggota Pembina Dewan Da’wah, dipimpin langsung oleh Prof. KH Didin Hafidhuddin. Rapat Pleno dihadiri 11 orang dari 13 orang Pembina yang ada.

Ke-11 anggota Pembina Dewan Da’wah hadir langsung, melalui Zoom, dan mewakilkan kepada angota Pembina lainnya. Mereka adalah: Prof. AM Saefuddin, KH Cholil Ridwan, Ust. Mas’adi Sulthani MA, Dr. Adian Husaini, H. Hardi M. Arifin, Prof. Maman Abdurrahman, Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, Drs. Harriri Hadi, Taufiq Ismail, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i dan KH. Abdul Wahid Sahari. Dengan hadirnya 11 orang dari 13 orang Pembina Dewan Da’wah dalam Rapat Pleno, maka rapat telah mencapai korum dan keputusan rapat dinyatakan sah.

Rapat pleno Pembina Dewan Da’wah juga menetapkan Pengurus inti Dewan Da’wah - selain Dr. Adian Husaini sebagai Ketum Umum – yaitu Drs. Avid Solihin, MM sebagai Sekretaris Umum, H. Mohammad Tsauri Halimi sebagai Bendahara Umum, dan H. Bachtiar Bakar sebagai Ketua Pengawas.

Pada kesempatan Rapat Pleno ini, Pembina juga membentuk dan mengesahkan Tim Formatur terdiri dari tujuh orang, yang langsung bekerja. Ketujuh orang tersebut, tiga orang dari Pembina, ditambah dengan empat orang dari Pengurus Inti Dewan Da’wah terpilih. Tugas tim formatur adalah : 1. Menyusun konsep struktur Dewan Da’wah Pusat untuk satu periode kepengurusan kedepan (lima tahun). 2. Melengkapi anggota Pengurus dan Pengawas untuk lima tahun kedepan.
Tim Formatur akan bekerja sampai dengan Senin, 28 September 2020 dan akan melaporkan hasil kerjanya pada rapat Pleno Badan Pembina, pada Selasa, 29 September 2020.

Dalam rapat pleno tersebut, Prof. Didin Hafidhuddin sebagai Ketua Badan Pembina terpilih memberi sambutan. Beliau menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Memimpin Dewan Da’wah ini sangat berat tetapi merupakan tugas yang sangat mulia, karena meneruskan kepemimpinan Allahuyarham Bapak Mohammad Natsir,” ujarnya.

Prof. Didin mengharapkan dukungan penuh dari para stake holder Dewan Da’wah. Sebagai Ketua Pembina, Prof. Didin menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan Dewan Da’wah menjadi organisasi dakwah yang kuat, solid dan menjadi teladan. Selain itu, tiga pilar dakwah (Masjid, Kampus, Pesantren) harus mendapatkan prioritas dalam penguatan program dakwah. Tentu saja ini menjadi tugas para Pengurus baru Dewan Da’wah yang saat ini sedang disusun oleh Tim Formatur.

Adapun Prof. Dr. Ir. H.A.M. Saefuddin, yang menyerahkan jabatan Ketua Pembina kepada Prof. Didin, menyampaikan permohonan maaf kepada para Pembina, Pengurus dan Pengawas Dewan Da’wah beserta seluruh jajarannya. “Jika selama dua periode kepemimpinan saya ada kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Pimpinan dan kepengurusan yang baru akan lebih baik lagi dan membawa kemajuan untuk Dewan Da’wah,” ujarnya.

Prof. AM Saefuddin seharusnya masih menjabat Ketua Badan Pembina Dewan Da’wah sampai Februari 2021. Tetapi, demi kemaslahatan dan kemajuan Dewan Da’wah, beliau memilih berhenti dan menyerahkan kepemimpinan Dewan Da’wah kepada Prof. KH Didin Hafidhuddin.

Sementara itu, dari ruang kerjanya, Ust. Muhammad Siddik, yang mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah periode 2015-2020, juga menyampaikan permohonan maafnya. “Saya mohon dimaafkan oleh semua stake holder, baik jamaah Dewan Da’wah, Pengurus Dewan Da’wah, yang di Pusat maupun daerah atas kekurangan-kekurangan itu, dan mudah-mudah amal kita semua diterima Allah SWT,” harap Ust. Siddik.

Harapan lainnya, “Semoga Pengurus yang baru dapat mengerjakan apa-apa yang belum dikerjakan di kepengurusan saya”. (YD)

 

Sumber: Humas Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah)

TIBYAN.ID, BEKASI - Jika hukum di negeri ini tak dapat ditegakkan terhadap percobaan pembunuhan terhadap para asatidz, ulama, dan Habaib, seperti yang menimpa Syeikh Ali Jaber, maka Aliansi Patriot Peduli NKRI, mendesak umat islam memberlakukan Qisos. 
 
Pernyataan keras itu disampaikan, Ismail Ibrahim saat membacakan  5 tuntutan  APP NKRI di kantor Orda ICMI Bekasi, yang dihadiri para Asatidz, Asatidzah, Cendikia, Ulama dan Habib, perwakilan Ormas Islam, Lembaga Dakwah, Majlis Taklim, seusai shalat Jum'at (18/9). 
 
Dalam pernyataan itu, APP NKRI, sebagai wadah berhimpunnya pimpinan ormas islam, tokoh, cendikia, ulama Habaib, mengecam keras atas terjadinya percobaan pembunuhan terhadap Syeikh Ali Jaber, seorang Hafidz, Ulaman dan pernah jadi Imam di Masjid Nabawi Madinah.
 
Peristiwa yang banyak mendapat perhatian dari kalangan umat islam itu saat itu berada di kota Bandar Lampung dalam sebuah kegiatan pengajian. Ia diserang secara tiba tiba dan mengalami luka tusuk di bagian tangan. Sebelum juga terjadi sejumlah peristiwa yang korbannya pengurus Dewan Kemakmuran Masjid  di OKI. Rentetan peristiwa yang mengancam keselamatan asatidz, ulama  dan Habaib itu mendorong APP NKRI membuat pernyataan sikap. 
 
Selengkapnya APP NKRI menyatakan sikap sebagai berikut:
 
1. Mengutuk keras upaya pembunuhan  terhadap ulama, Habaib, kiyai  Muballigh dan tokoh islam. Tindakan ini kami anggap sebagai  praktek persekusi terhadap umat islam dengan cara menghabisi para muballigh dan ulama. 
 
2. Mendesak dan menuntut  pemerintah untuk membentuk tim independen  untuk mengusut tuntas dan mengadili para pelaku dan tokoh intlektualnya atas tindakan keji ini, baik yang dilakukan terhadap Syeikh Ali Jaber maupun terhadap asatidz, ulama dan Habaib  agar masyarakat Indonesia mendapat perlindungan hukum sesuai amanat konstitusi. 
 
3. Menghimbau kepada seluruh elemen umat islam  untuk merapatkan barisan dan berkomitmen untuk menjaga dan melindungi  para ulama, habisb  kiyai  muballigh, ustadz, ustadzah,  dan para imam masjid dimanapun berafa, khususnya di kota dan kabupaten Bekasi. 
 
4. Mengajak seluruh elemen umat islam untuk mengingat kembali peristiwa G30S PKI, yang mempersekusi dan membunuh para ulama dengan mengadakan NONTON BARENG ( NOBAR) film Dokumentasi  kekejaman G30S PKI. Fohimbau pada 30 September 2020 untuk menaikkan bendera Merah Putih setengah tiang di wilayah masing masing. 
 
5. Menyerukan kepada umat islam  untuk memberlakukan hukum adat dan hukum qisos, jika hukum negara tidak dapat ditegakkan terhadap pelaku percobaan pembunuhan kepada ulama dan tokoh tokoh agama islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Pernyataan sikap ini dibacakan pada 01 Shafar 2442 H/ 18 September 2020, di kantor Orda ICMI Bekasi, komplek Islamic Center KH. Noer Ali Bekasi. (Imran Nasution)

Sekda DKI Saefullah (Fida/detikcom)

Aktual

TIBYAN.ID - Kabar duka datang dari Balai Kota Jakarta. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia Rabu (16/9) pukul 13.05 WIB.
 
Kepala BKD DKI Chaidir mengatakan, Saefullah menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto.
"Iya benar (meninggal). Tadi 13.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," kata Chaidir kepada wartawan, Rabu (16/9).
Untuk diketahui, Saefullah dikonfirmasi positif corona. Sejak itu, dia langsung tak bertugas.
 
Kabar terakhir, dia dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk menjalani perawatan intesif pada Senin (14/9). Saefullah memang sempat dikabarkan kritis.
Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menunjuk Plh pengganti Saefullah.
 
 
Sumber: Kumparan

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

TIBYAN.ID - Akhir pekan dalam suasana jenuh terkurung di rumah, saya sempatkan menghibur diri ngeluyur menelusuri Kota Bekasi. Pas Azan zuhur berkumandang, posisi saya di Jalan Chairil Anwar. Pilihan ada di sebuah masjid, di kawasan gedung DPRD Kota Bekasi.

Baru sadar, rupanya masjid ini baru saja direnovasi. Tepatnya dibangun baru. Dari hiasan interior saya dapatkan nama masjid ini, Masjid Al Khairot.

Yang menarik saya mampir di sini sebetulnya satu hal, halaman parkirnya luas dan aman. Karena di gate masuk ada security yang standby. Dan saat keluar, mereka memandu mengamankan.

Ya namanya juga masjid baru, tempat wudhunya baru. Keran kerannya juga baru. Lantainya baru. Dan ornamen dinding kaca dari tempat wudhu menuju lantai 2 tempat sholat lumayan indah. Setidaknya pencahayaannya maksimal.

Dari sayap kanan, justeru lebih enak masuk ke masjid ini. Karena kalau dari sayap kiri tangganya memang agak curam.

Saya sholat zuhur di situ. Suasana memang hari libur, jadi agak sepi. Tapi kebetulan ada ketua DKM nya saat itu, Ustad Rofiuddin. Menurutnya masjid ini memang masih baru, bahkan belum proses serah terima dari developernya.

Usai sholat saya sempat kongkow dengan ketua DKM. Rupanya, maskipun di dalam kawasan kantor masjid ini tetap buka untuk sholat berjamaah tiap waktu. Jamaahnya adalah jamaah transit, yakni orang orang lewat seperti saya.

Tapi banyak juga jamaah dari lingkungan penduduk di sekitar gedung dewan sebagai jamaah tetap. “Ada, nih di belakang sini perkampungan, sholatnya ke sini. Dari Rawa Semut juga sholat ke sini,” kata Rofiuddin menjelaskan.

Menurut Rofi, layaknya sebuah masjid. Setiap sholat rowatib, ada jamaah di masjid ini. Dan setiap pekan diadakan sholat jumat, untuk yang tahunan ada sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Di masa Pandemi ini memang ada sampai tujuh pekan masjid ini tidak mengadakan Jumatan. Tapi Iedul Fitri alhamdulillah bisa terlaksana, dan mulai jumat kemarin sudah bisa bikin jumatan lagi. “Biasanya, untuk dua sholat ied, kami laksanakan di halaman,” kata Rofiudin lagi.

Meski adanya di dalam lingkungan DPRD Kota Bekasi, DKM sengaja melibatkan masyarakat kampung sekitar untuk memfungsikan masjid ini sehari hari. Misalnya dalam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid, isro mikroj, atau tarawih dan sebagainya, orang kampung sekitar banyak terlibat.

Contoh lain, khotib sholat jumat yang kami jadwalkan adalah ustad ustad dari luar, yakni dari lingkungan kampung. Kalau berhalangan baru kami cari badalnya dari kalangan anggota dewan yang sudah terbiasa khutbah.

“Ada kebanggaan mereka bisa khutbah di masjid DPRD,” kata Rofi menjelaskan.

Kalau sholatnya menggunakan bangunan lantai dua, di lantai satunya akan dijadikan perpustakaan. Tujuannya, memberi keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek pengetahuan. Cuma perpustakaannya belum dipungsikan. Karena memang masjidnya pun belum tuntas 100 persen alias belum diserahkan oleh developer.

Usai ngobrol ngobrol saya selonjoran. Dilantainya yang juga masih baru dan bersih, saya sempet tidur tidur ayam, ngelenggut, atawa ngelayap beberapa saat. Sayang, DKM belum kepikir punya coffee corner gratis. Nanti-nanti kali … (amin idris)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID, Bekasi - Ada cara unik di Masjid Nurul Islam Islamic Centre Kota Bekasi dalam memperingati tahun baru Hijriyah yang jatuh pada Rabu malam19 Agustus 2020. Tidak dengan pawai obor dan karnaval di jalan, tapi dengan mengadakan khotaman Quran yang diawali dengan pembacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun.
 
“Penyambutan tahun baru hijriyah memang harus berbeda dengan cara penyambutan tahun baru masehi yang berciri hura hura dan pesta meriah,” kata Dr. KH Zamakhsyari Abdul Majid. 
 
Di masjid Islamic Centre ini, menyambut tahun baru dengan cara membacakan doa akhir tahun bakda sholat ashar kemudian membacakan doa awal tahun bakda sholat magrib. Kemudian setelah sholat isya berjamaah, semua hadirin mengadakan khotmil quran. 
 
Acara ini hasil kerjasama DKM Nurul Islam dengan Majelis Muzakaroh (Majmu), Jam’iyatul Quro wal Huffaz (JQH), Ikatan Da’I Muda Indonesia (IDMI). Dalam tausiyahnya, Zamahsyari membedah pengertian hijrah dan latar belakang sejarahnya sampai ditetapkannya menjadi perhitungan tahun bagi umat islam.
 
Muharram menjadi perhitungan tahun merupakan hasil ijtihad. Abu Musa al-Asy'ari, gubernur wilayah Basrah, Iraq, pernah kesulitan memahami surat-menyurat Umar bin Khattab, amirul mukminin ketika itu.
 
Maksudnya, surat mana yang lebih dulu dan mana yang datang belakangan, sebab tidak ada tanggal suratnya. Lalu, Abu Musa Al-Asya'ri mengusulkan kepada Umar bin Khattab agar dibuat kalendar. 
 
Setelah berdiskusi dengan para sahabat Nabi yang lain, diputuskanlah tahun hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah sebagai titik awal kalendar Islam. 
 
Zamakhsari menegaskan, Nabi berhijrahnya pada bulan Robiul awal, tapi tahun perhitungan itu menggunakan bulan muharom sebagai perhitungan awalnya.
 
Pemilihan bulan Muharram sebagai awal tahun atas usul sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan dengan merujuk pada tradisi masyarakat Arab masa lalu. Artinya, sejak lama, nama-nama bulan sudah dikenal masyarakat Arab walaupun belum ada penyebutan tahunnya. 
 
Al-Qur'an sendiri tidak menyebutkan Muharram sebagai awal tahun, namun Al-Qur'an menegaskan bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas, dan empat di antaranya sebagai bulan haram (suci). Maksudnya, diharamkan di empat bulan tersebut melakukan inisiasi peperangan dan pertumpahan darah lainnya. 
 
Zamakhsyari berharap, umat Islam hendaknya terus mengembangkan tradisi memperingati tahun baru hijriyah ini dengan cara cara yang khas dalam Islam. Salah satunya dengan membaca doa penutup tahun dan pembuka tahun serta diikuti khotaman Quran. (abubagus)

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar. (Foto: istimewa)

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Kerajaan Arab Saudi secara bertahap akan kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah. Diawali dengan izin terbatas bagi warga negara dan ekspatriat yang tinggal di sana, Saudi juga sedang mempertimbangkan untuk membuka umrah bagi muslim dari luar negaranya, khususnya bagi negara yang sudah mendapat izin memberangkatkan jemaah. 

“Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar, di Jakarta, Rabu (23/09).

Menurut Nizar, pihaknya selama ini terus melakukan koordinasi, baik dengan Konsul Haji KJRI Jeddah, maskapai penerbangan maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait persiapan jika penyelenggaraan ibadah umrah kembali dibuka. Koordinasi antara lain membahas terkait prioritas pemberangkatan jemaah umrah yang tertunda sejak 27 Februari 2020, serta penerapan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami sudah minta ke Konsul Haji KJRI untuk ikut memantau kemungkinan Indonesia mendapat izin memberangkatkan jemaah umrah,” tuturnya.

“Koordinasi dengan PPIU dan maskapai terus dilakukan. Kita minta jemaah umrah yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan.  Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah di masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim. Menurutnya, keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia masih menunggu rilis daftar negara yang mendapat izin dari Saudi. Namun, sambil menunggu kepastian dari Pemerintah Saudi termasuk kesiapan semua layanan di Saudi, persiapan tetap dilakukan.

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jemaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan,” terang Arfi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menambahkan, berdasarkan info dari Saudi Press Agency sebagai link berita resmi yang terhubung dengan Kementerian Dalam Negeri Saudi, ada tiga tahapan yang akan dilakukan Pemerintah Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana (mukimin) untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020 M. “Izin ini hanya untuk 30%  dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu enam ribu jemaah umrah per hari,” ujar Endang.

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin mulai  18 Oktober 2020 M. “Jumlahnya bertambah menjadi  75% dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15 ribu jemaah umrah per hari dan 40 ribu jamaah salat per hari,” jelasnya.

Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, mukimin dan warga dari luar kerajaan. Rencananya akan dimulai pada 1 November 2020 M sembari menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19. Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100% sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu: 20 ribu jamaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

“Namun, Kemenkes Saudi nantinya akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah.  Kemenkes tentu akan mempertimbangkan perkembangan pandemi dan resiko kesehatan dari negara-negara tersebut,” tandasnya.

 

Sumber: Kemenag.co.id

dr. Erlina Burhan (Foto:BNPB)

Health

TIBYAN.ID - Gejala COVID-19 happy hypoxia diwaspadai banyak orang karena bisa membahayakan nyawa. Pasalnya, happy hypoxia terjadi kala pasien mengalami kekurangan kadar oksigen tanpa merasakan sesak napas.

Kondisi ini bisa menyebabkan pasien mengalami kondisi fatal secara tiba-tiba, karena tidak mengalami gejala apapun sebelumnya. Spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, mengatakan happy hypoxia bisa terjadi karena adanya kerusakan pada saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak.

Kondisi ini menyebabkan otak tidak memberikan respons untuk mengenali kekurangan oksigen di dalam darah. Seharusnya, pada kondisi normal, otak mengirim sinyal ke tubuh untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dengan cara bernapas cepat sehingga terlihat

"Tapi pada beberapa pasien COVID-19, kondisi ini (sesak) tidak terjadi karena sudah ada kerusakan pengiriman sinyal ke otak," kata dr Erlina dalam siaran Youtube BNPB, Rabu (16/9/2020).

Meskipun gejala COVID-19 happy hypoxia berbahaya karena tidak menunjukkan gejala sesak napas, ada beberapa ciri yang bisa diwaspadai. Bagaimana cara mengetahui ciri-ciri happy hypoxia pada pasien COVID-19?
 

"Gejala COVID-19 sangat bervariasi. Ada yang hanya anosmia, ada yang hanya pusing. Tapi kalau gejalanya bertambah, terutama batuk dan batuknya menetap, itu kelainan di paru sudah cukup luas. biasanya kalau sudah terjadi hypoxia dalam waktu yang cukup lama, pasien akan mengalami penurunan kesadaran," jelas dr Erlina.

 

Ini empat tanda yang harus kamu waspadai:

- Bila gejala bertambah
- Bila batuk menetap
- Bila keluhan makin melemas
- Bila warna bibir atau ujung jari mulai kebiruan.

 

Sumber:Detikhealth

*Ilustrasi Sunan Kalijaga

Wawasan

Oleh: Amin Idris
 
TIBYAN.ID - Magrib menjelang. Sebagai kader Muhammadiyah, Mas Pono mengajak kami ke Musholla di lingkungan rumahnya. Dia mengimami. Dia pula memimpin doa. Tuhan, jadikanlah jiwa kami sebagai jiwa-jiwa yang tenang, tentrem.
 
Supono, orang yang saya panggil Mas Pono ini adalah pemerhati sejarah. Dia praktisi politik. Setiap kali bicara dengan saya, dia lebih memilih tema-tema sejarah, budaya, dan hal hal yang bersifat humanity. Sedikit-sedikit dia menyinggung perkara politk aktual di seputaran pekerjaannya.
 
Malam membayang-bayangi obrolan kami. Mas Pono masih bersemangat. Saya hafal betul ekspresinya. Sama seperti kala kami masih sama-sama di Kramat Pulo. Saat itu setiap kali nonton di Bioskop Rivoli, Mas Pono seperti berbusa ingin terus ngoceh tentang film India yang ditonton. Padahal, kami nonton sama sama kala itu.
 
“Kopi tidak jauh berbeda dengan film India,” katanya. Jangan pisahkan Film India dengan Kain Sari, jangan pula dipisah kopi dari pahit. Menambah gula pada kopi sama dengan membunuh citarasa. Ini adalah bentuk pengkhianatan yang tak termaafkan di kalangan penikmat kopi. Khususnya komunitas Buitenzorg Coffee ini.
 
Menaklukkan Kesaktian Sabdo Palon
 
Sabdo Palon mendampingi beberapa raja sebelumnya. Prabu Brawijaya V hanya salah satunya. Dan, di tangan Sabdo Palon, Prabu seakan tak berkutik. Keinginannya untuk memeluk Islam saja menjadi begitu sulit. 
 
Itulah pemimpin. Dia tidak sendirian. Ada orang di ring satu atau ring duanya yang selalu mempengaruhi keputusannya. Sama dengan presiden saat ini. Ia memutuskan sesuatu yang belum tentu sesuai suara hati kecilnya.
 
Pemimpin bisa saja dipengaruhi. Pemimpin boleh juga dibuat tergantung oleh orang sekelilingnya. Tapi pemimpin yang sebenarnya adalah yang jelas sikap kebijakan dan langkahnya, dan bisa mewarnai orang orang dekatnya. 
 
Pemimpin membentuk, bukan dibentuk. Pemimpin mempengaruhi bukan dipengaruhi. Hitam dibilang hitam. Pahit ya pahit, gak perlu dioplos supaya terasa manis. Karena di balik hitam dan pahit sesungguhnya ada kenikmatan yang hakiki. Ngopi mas …
 
Raden Fatah, putra selir Prabu Brawijaya V yang telah mendirikan kerajaan Demak terus mencari jalan. Bagaimana agar ayahandanya bisa bisa lolos dari cengeraman pengaruh penasehatnya, Sabdo Palon dan Naya Genggong. Bagaimana agar Prabu memeluk Islam. 
 
Teringat dia akan penasihat spiritual Keraton Demak Bintoro, Sunan Kalijogo. Raden Fatah yakin, Kalijogo bisa diandalkan menaklukkan kesaktian Sabdo Palon.
 
Menurut Mas Pono, mengutus Sunan Kalijaga tentu tidak ada beban psikologis yang mengganjal. Antara Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya V adalah kakek dan cucu.Sunan Kalijaga adalah menantu Sunan Ampel yang menikahi Dewi Khafshah, putri Sunan Ampel. 
 
Beradu Kesaktian
 
Sunan Kalijaga dengan penuh percaya diri masuk ke pesanggrahan Prabu Brawijaya di Gunung Lawu. Bukan hanya serem daerahnya, tapi ini memang angker, banyak dihuni makhluk halus yang dipasang untuk menjaga padepokan sang raja.
 
Dalam Serat Darmoghandhul disebutkan, untuk mengimbangi suasana padepokan yang penuh mistik Sunan Kalijaga berdakwah menggunakan bahasa yang penuh metafora, simbolis atau pelambang kepada Prabu Brawijaya V. Intinya Sunan Kalijaga memadukan syariat, tarekat, hakikat, makrifat dengan persenggamaan antara suami istri.
 
Persenggamaan yang dimaksud menurut tafsir Mas Pono adalah adalah simbol simbol seksual. Kita bisa bedah di lain waktu. Karena bagi para raja, seks bukan sekadar persenggamaan. Bagi Sunan Kalijaga bagaimana pula persenggamaan bisa menjadi bahasa dakwah.  
 
Sunan Kalijaga juga menerapkan ilmu karomah. Dengan karomah itu kedua penasihat Brawijaya V, Sabda Palon dan Naya Genggong yang terkenal sakti mandraguna dan dapat menggerakan prajurit siluman, menjadi tidak berdaya dihadapan Sunan Kalijaga. Dibikin lumpuh oleh ilmu Sunan Kalijaga.
 
"Ngger Kalijaga, sebelum aku memeluk Agama Islam, tolonglah potong rambutku ini, " kata Brawijaya kepada Sunan Kalijaga.
 
Melihat permintaan itu, Sunan Kalijaga masih memantapkan niat Raja Majapahit tersebut dengan berkata, " Wahai Gusti Prabu, jika Gusti Prabu meminta potong rambut, maka hendaknya berniat lahir dan batin akan mengucapkan kalimah syahadat yang berarti masuk Islam. Sebab, jika niat Gusti Prabu hanya lahirnya saja, tentu rambut Gusti Prabu tidak mempan saya potong," ujar Kalijaga.
 
Sunan Kalijaga paham betul, kakeknya ini seorang petapa yang sakti mandraguna. Tidak mungkin ia bisa memotong rambutnya kalau bukan karena jurus ikhlas yang membukanya. Ikhlas untuk memeluk Islam membuat benteng kesaktiannya menjadi longgar terbuka.
 
"Kamu masih belum percaya padaku, Ngger Said, percayalah aku benar-benar telah lahir dan batin berniat memeluk agama Islam, " ujar Prabu Brawijaya. Maka, Sunan Kalijaga pun berhasil memotong rambut Prabu.
 
Sunan Kalijaga membimbing Prabu Brawijaya V untuk mengucapkan kalimah syahadat. Dihadapan Sunan Kalijaga, Prabu Brawijaya V memeluk Islam. 
 
Saat itu dua penasehat spiritual Kerajaan, Sabda Palon dan Naya Genggong murka. Bak disamber petir di siang bolong, keduanya marah besar. Tapi ia hanya terbakar hati saja saja. Membara tanpa bisa terlihat apinya. Tak juga ada yang bisa diperbuat.
 
Keduanya hanya bisa tertunduk di depan Sunan Kalijaga. Kemudian keduanya pergi meninggalkan Prabu Brawijaya V dengan mengeluarkan kutukan bahwa mereka akan kembali menguasai tanah Jawa 500 tahun lagi. 
 
Itulah yang disebut janji Sabdo Palon. Bagi sebagian orang jawa janji itu bisa jadi masih berlaku. Dengan menyebut beberapa nama, Mas Pono mengaku tidak kaget kalau orang orang itu cenderung memusuhi Islam dari pucuk tertinggi kekuasaan. Ada janji leluhur yang belum terbayar. 
 
Tapi ketulusan dan keikhlasan Sunan Kalijaga telah membuktikan, bahwa jalan kebenaran selalu dimenangkan. Janji Sabdo Palon kini bergema menjadi tuntutan. Tapi jelas berbeda dengan Janji Jiwa, kopi keninian kegemaran anak-anak muda yang masih mendambakan mantannya. Hmmmmm (selesai)
 
 
Advertisement

Upcoming Events