26
Tue, May

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir meminta agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat segera menjalankan keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan kenaikan iuran.

Hal tersebut disampaikan oleh Anas seperti dikutif dari Kedaipena.com saat menanggapi belum turunnya iuran BPJS Kesehatan pasca keputusan MA.

Hingga awal April ini, iuran tersebut belum mengalami perubahan sesuai dengan besaran yang sudah ditetapkan per 1 Januari 2020.

“Semua pihak harus patuh pada putusan MA. Termasuk BPJS sebagai penyelenggara jaminan sosial masyarakat,” kata Anas kepada wartawan, Kamis,(2/4/2020).

Anas meminta ketika faktualnya saat ini masyarakat masih membayar iuran tarif lama makan BPJS harus mengembalikan hak peserta sesuai putusan MA.

“Kelebihan iuran yang sudah terlanjur dibayarkan tetap menjadi hak peserta BPJS. Ini prinsipnya,” tegas Anas.

Anas melanjutkan soal teknis pengembaliannya bisa segera dirumuskan sebaik mungkin sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Oleh sebab itu sudah pasti kita akan panggil BPJS untuk kordinasi masalah ini. Insya-Allah dalam waktu dekat,” tandas Anas.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS) Hery Susanto mengungkapkan bahwa hingga 1 April 2020 pemerintah masih belum merevisi.

Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, tentang Jaminan Kesehatan.

Hal ini menyebabkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menggunakan kenaikan iuran 100%. Kelas III Rp 42 ribu, kelas II Rp 110 ribu dan kelas I Rp 160 ribu.

Padahal telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) tentang pembatalan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan yang naik 100% diberlakukan pada 1 Januari 2020 menjadi tidak berlaku kedepannya. Dari laporan Muh Hafid pada Pena

TIBYAN.ID– Virus Corona menjadi wabah yang mengguncang dunia. Di tengah guncangan itu, ada dua pandangan umat manusia dalam menyikapinya. Pertama ketakutan, cemas, panik sampai melakukan hal hal yang melebihi batas. Seakan tiada lagi kekuatan absolut di atas kepalanya yang menjadi tempat perlindungannya.
 
Bahkan saking paniknya dia mengganggap tuhan tidak adil, atau tuhan telah mati, atau tuhan tidak ada. Buktinya, kalau ada mengapa dia membiarkan virus ini menguncang mahluk bumi dan membuat mereka panik dan menderita sejadi jadinya.
 
Di sisi lain ada lagi mereka yang nyantai, meremehkan dan bahkan cuwek dan samasekali tidak merasa terancam.
 
Dengan meyakini semua penyakit datang dari Tuhan, tidak ada suatu kejadian di luar kehendaknya. Mati, sakit, sehat, sembuh, semua datang dari Allah. Dengan keyakinan bahwa virus corona ini ciptaan Allah, dia enteng saja berpasrah diri.
 
Dia tidak mau diisolasi, tidak mau berhenti cari makan, tidak mau mengurung diri.  Mati karena terpapar corona saat cari makan lebih mulia disi Alloh daripada mati kelaparan sekeluarga karena tidak makan. Orang ini tidak takut mati. 
 
Atau seperti yang disampaikan KH Naji Maimun, pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang yang menolak langkah langkah pencegahan yang sampai tidak membolehkan sholat jumat atau sholat rawatib berjamaah, pengajian dan berbagai ritual jama’ie lainnya. 
 
Apalagi sampai menutup jamaah yang umroh atau bahkan kemungkinannya menutup pelaksanaan haji. KH Najih menganggap Covid-19 ini belum jadi wabah. Dan ini adalah kehendak Alloh, mengapa kita harus mau dijauhkan dari Allah. Ini argumentasinya. 
 
Dengan dalil dalil Quran, memang ditemukan banyak pembenaran sikap ini. Intinya mau mati ya mati, mau sakit ya sakit. Asal di akhirat kelak bisa masuk sorga. Padahal beragama tidak hanya menggunakan pendekatan teologis alias tauhid. Masih perlu pendekatan lain, seperti fikh dan lain sebagainya.
 
Seperti pada kisah Sayyidina Umar saat mau hijrah, di daerah tujuannya sedang terjadi thoun. Dan Umar memilih kembali pulang. Argumentasinya jelas, bukan takut sama takdir Alloh tapi memilih takdir yang satu demi kemashalatan dan menghindari takdir Allah yang lainnya. Di dalamnya ada ikhtiar.
 
Covid-19 Dalam Perspektif Tauhid
 
 
Corona Virus bisa menjadi akses kajian dalam banyak dimensi. Orang bisa menjadikan entri point untuk menelaah perekonomian, social, bisnis, politik dan bahkan teologis alias tauhid. Dunia seakan sedang mereposisi diri, siapa siapa yang bisa bertahan, negara negara mana yang bisa tegar dan kuat menghadapi, pemimpin mana yang mampu mengantisipasi masalah. Atau sebaliknya, muka muka buruk mana yang berselimut sutera akan terbuka keburukannya oleh wabah ini.
 
Dalam perspektif tauhid misalnya, Dr M Abid Marzuki menyodorkan sisi lain menanggapi Covid-19 ini. Ia mengajak umat muslim membaca Covid-19 ini dari perspektif ilmu hikmah atau membahasnya dalam pendekatan tauhid. Dalam diskusi terbatas di kantor KBIHU Islamic Centre, wakil ketua Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie ini menyayangkan ketika semua pemikiran terbelenggu pada bahasan dalam dimensi matrialistik. Sebatas kajian kasat.
 
Sesungguhnya virus ini bisa dilihat dari dimensi hikmat. Menurut Abid Marzuki, perspektif hikmah ini bersumber pada suatu keyakinan bahwa setiap sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Alloh. Tapi kadangkala kita yang sudah merasa pinter, merasa hebat hingga hanya mengukurnya dari sisi pandangan mata yang terbatas atau dengan kekuatan akal yang sempit. 
 
Coba lihat bagaimana Nabi Musa saat bertemu dan meminta diangkat menjadi muridnya Nabi Khidir. Nabi Musa yang hanya mengandalkan kekuatan pandangan mata dan ilmu logikanya tidak mampu memahami langkah Nabi Khidir yang berbasis hikmat. Perahu yang dibocorkan dan bisa menenggelamkan penumpangnya, pemuda yang tak bersalah tiba tiba dibunuhnya, atau disakiti tapi malah menolongnya. 
 
Nabi Musa tidak bisa memahami dimensi hikmah bahwa apa yang tampak salah, tampak tidak manusiawi, atau tidak masuk akal, sesungguhnya ada hikmah di balik itu. 
 
Maka, Corona kalau dipahami dari perspektif hikmah pasti memiliki pembelajaran yang luar biasa dari sang pencipta. Umat manusia di dunia ini sedang dikuliahi oleh wabah covid-19. Tinggal masalahnya apakah dunia mau memposisikan dirinya untuk belajar?
 
Lihatlah Amerika, Eropa dan beberapa negara industri maju seperti Korea, terseok seok menghadapi wabah ini. Kedigdayaan AS dan kesombongan presidennya seakan sirna, sampai sampai ia mengemis kepada Korea minta dibantu alat test cepat, Covid-19 rapid test. Kalau Korea bisa ngomong; “enak aja ente main minta begitu, emang ini dibikinnya pake (maaf) kentut.” Malu kan?
 
Atau lihat di Italia, bagaimana presidennya menangis karena merasa terlambat mengantisipasi. Sedang di Singapore, Thailand, Turkey, Malaysia, Philipina, para pemimpinnya begitu cerdas sigap dan tanggap sehingga wabah bisa diblok dengan baik. Kisah sukses mereka bisa jadi karena para pemimpin ini arif, tegas dan jelas dalam memutuskan sebuah kebijakan. 
 
Bagaimana pula di Indonesia. Presiden Jokowi bukan hanya terlambat mengantisipasi, tapi keliru mengambil kebijakan. Ketika orang lain menutup pintu perbatasannya dia malah membuka lebar dan memberi insentif untuk penerbangan yang membawa masuk wisatawan. 
 
Wabah yang bersumber dari Wuhan China tapi oleh Indonesia justeru orang China diberikan  kesempatan masuk dan diberikan ijin tinggal ribuan penduduk China di Indonesia, atau bahkan secara manipulative dibiarkan orang orang dari Cina melintasi perbatasan dan dibela oleh kekuasan. 
 
Atau kini disaat Menteri Keuangannya kelabakan tidak punya anggaran untuk mengantisipasi Covid-19 - terbukti dengan dilakukannya penggalangan dana masyarakat - pemerintah Jokowi malah terus mendorong pembangunan ibukota Baru yang menelan anggaran ribuan trilyun. Untuk menyelamatkan rakyat tidak ada dana tapi untuk memenuhi ambisi dengan ibukota baru yang belum tentu bermanfaat terus dilakukan dan bahkan dipamerkan. Duit dari mana coba?  Gila.  
 
Dengan menggunakan pendekatan hikmat, covid 19 sesungguhnya sedang mengajarkan rakyat Indonesia mengenali pemimpinnya, apakah mereka punya pemimpin cerdas atau pemimpin yang sradagsrudug. Inilah yang dimaksud Dr. Abid Marzuki yang juga Ketua STAI Attqwa, hikmah di balik Covid-19. Tidak semua orang memahami ini, bahkan Nabi Musa sekalipun gagal menjadi murid hikmahnya Nabi Khidir.
 
Apa yang terjangkau oleh akal manusia, yang dirasakan dan yang dilihat adalah fenomena keilmuan. Kajian dalam perspektif ini tidak mampu membawa seseorang ke dalam dimensi tauhid yang utuh. Tapi pahamilah dengan pendekatan hikmah, semua musibah, malapetaka, kesulitan, penyakit bahkan kematian tidak akan membuat seseorang menjadi putus asa dan menyalahkian Tuhan. Apalagi kalau sampai membawa pada kesimpulan tuhan tidak adil atau tuhan telah mati. Nauzubillah. (abubagus).

Maklumat MUI Kota Bekasi terkait shalat jumat di tengah wabah virus corona. Foto/Dakta

Hot Issue

TIBYAN .ID – Maklumat Majelis Ulama Indoneis (MUI) Kota Bekasi menuai banyak protes. Dari Sembilan poin isi maklumat tersebut, terselip satu doa yang dianggap menjurus pada perbuatan syirik, yakni ajakan untuk berdoa selain hanya kepada Alloh swt.

Maklumat yang dimaksud adalah yang dikeluarkan MUI Kota Bekasi No.10/MUI-Bks/III/2020 yang berisi tentang simpangsiurnya wacana mengenai sholat jumat apakah dilaksanakan di masjid atau dilaksanakan di rumah masing masing, yakni menggantinya dengan sholat zuhur.

Ada Sembilan point isi maklumat ini. Satu diantaranya pada poin ke tujuh, dianjurkan kepada seluruh umat islam untuk bertaubat taubatan nashuha, bertaqorrub kepada Alloh dengan banyak baca Alquran, berzikir, baca sholawat, khususnya sholawat tibbil qulub, membaca doa tholak bala ; lii khomsatun uthfi biha harol wabail hatimah, almusthofa wal murtadho wabnahuma wal fathimah.

Maklumat itu ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Kota Bekasi KH Mir’an Syamsuri dan sekretarisnya Ust. H Hasnul Kholid, P. SE, MM. Surat Maklumat itu memang tidak mencantumkan tanggal, tapi lengkap dibubuhi stempel dan tandatangan ketua dan sekretarisnya.

Kalau benar surat maklumat ini memang MUI Kota Bekasi yang mengeluarkan, DR KH Abid Marzuki mengatakan, MUI Kota Bekasi kecolongan. Ada anasir - anasir syiah yang masuk dan menyusup untuk memengaruhi kebijakan di dalam MUI Kota Bekasi.

Menurut Abid, doa ini jelas jelas menjurus pada syirik. Karena mengajarkan sebuah doa yang hanya sampai kepada Muhammad, Sayyidina Ali, Hasan Husein lalu Fathimah. Ini memang orang orang mulia, manusia pilihan. Tapi di atas itu ada sebuah ayat yang menjelaskan bahwa berdoalah hanya Ku (Alloh), niscaya akan Aku (Alloh) kabulkan (ud,unii istajib lakum)

Menurut Abid, begitu banyak doa doa yang ada di dalam Alquran dan hadits nabi tentang tolak bala. Dalam kondisi segawat apapun misalnya, Rasululloh sudah mengajarkan doa yang diriwayatkan Abu Daud ; Bismillahi ladzi la yadhurruhu ma’a ismihi saiun … dst

Kalau benar ini produk MUI Kota Bekasi, ini artinya juga MUI Kota Bekasi kurang mempertimbangkan aspek aspek sosial keagamaan yang ada. Ini menuai dugaan memang diselipkan oleh kepentingan dakwahnya syiah melalui institusi MUI Kota Bekasi. Ini berbahaya.

Dalam penelusuran Tibyan, doa ini memang sangat popular bukan hanya di kalangan syiah. Di Minangkabau, doa ini telah dijadikan shalawatan yang dikumandangkan dengan alunan lazimnya sebuah shalawat.

Bahkan dalam artikel @abisyakir.worldpres.com juga diungkap pengalamannya naik bus antar kota yang secara resmi perusahaan itu menempelkan doa ini di kendaraan di posisi dekat duduk pengemudinya. Menurut tulisan itu, stiker doa lii khomsatun itu memang resmi dikeluarkan oleh perusahaan.

Dari @santri.online, juga dituliskan dengan jelas doa ini pernah di Ijazahkan oleh KH Hasyim Asy'ari dalam menghadapi pagebluk penyakit. Suatu ketika terjadi pagebluk yang bila pagi ada orang sakit, maka sorenya meninggal. Lalu KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan doa tersebut kepada KH. Romli Rejoso, KH. Wahab Chasbullah Tambakberas, KH. Bisri Denanyar, dan pondok Semelo Perak.

Mengenai maklumat MUI Kota Bekasi ini, DR KH Abid Marzuki mengingatkan agar ulama dan para asatiz berhati hati dengan berbagai hal yang menjurus pada syirik. Derdoa selain atas nama Alloh, itu jelas syirik. Dan Rasululloh Muhammad saw pun tidak menghendakinya itu. (AB)

TIBYAN.ID –  Hari hari memasuki Ramadhan, Baznas Kota Bekasi terus meningkatkan intensitas pendistribusian bantuannya kepada masyarakat. Bahkan, dalam Ramadhan kali ini yang berbarengan dengan pandemic Covid 19, Baznas menambah komponen bantuannya.

“Jadi yang selama ini rutin kita santuni, kali ini kita tambah lagi beberapa kelompok masyarakat, yakni mereka yang terdampak oleh pandemic covid19,” kata Ketua Baznas Kota Bekasi, Drs Paray Said MM MBA kepada Tibyan.id

Beberapa komunitas yang baru dibantu tahun ini adalah eks narapidana, keluarga disabilitas, santri pondok pesantren dan lain lainnya. Mereka dimunculkan karena berdasarkan penilaian Baznaz sebagai kelompok masyarakat yang terdampak pandemic Covid19.

Dalam penjelasannya kepada Tibyan.id, mulai hari ini, Baznas mulai menyalurkan bantuan itu. Ada 129 orang miskin baru (eks Napi yg baru dikeluarin), 100 keluarga disabilitas masing2 400 ribu perbulan selama 3 bulan, bantuan modal usaha bagi 560 orang masing masing Rp 1,5 juta,  bantuan untuk 560 guru ngaji lekar masing 400 ribu selama 3 bulan, bantuan 168  amil jenazah masing masing 750 ribu dan bantuan 100 orang khotib yang masing masing Rp 500 ribu.

Sementara untuk santri ponpes sebanyak 250 anak, masing masing Rp 300 ribu dan untuk ustadnya sebanyak 125 orang masing masing 750 ribu. “Semua ini adalah bentuk kepedulian Baznas yang memang setiap tahun dilakukan, yakni setiap menjelang Ramadhan. Namun karena berkaitan dengan covis19 ini, komunitasnya kita tambah, yakni mereka yang terkena dampak,” katanya.

Sejak sepekan silam, Baznas memang sudah bergerilya menyalurkan bantuan yang dilakukan secara diam diam, mendatangi rumah rumah mustahiknya melalui jaringan relawan Baznas dan para pengelola UPZ di tiap kecamatan.

Misalnya, terhadap orang tua dhuafa di tiap kelurahan, tim baznas mendatangi mereka dan dan secara diam diam menyerahkan bantuannya. “Umumnya mereka kaget, terkejut dan merasa haru ketika tim kita dating dan menyerahkan bantuan,” kata H Sofyan Kamil menceritakan pengalamannya menyerahkan bantuan.

Sofyan kamil adalah tim Baznas Kota Bekasi untuk wilayah Kecamatan Bekasi Utara. Menurutnya bantuan yang disalurkan memang masih sangat terbatas. Misalnya hanya dua paket untuk satu kelurahan. Padahal yang membutuhkan jauh lebih banyak dari itu, apalagi dalam situasi saat ini.

Keterbatasan ini dirasakan juga oleh ketua Baznas, Paray Said. Karena itu, Paray mengajak para aghniya untuk menyalurkan zakatnya kepada Baznas. Menyalurkan zakat mal, zakat fitrah atau shodakoh melalui Baznas penyalurannya akan transparan dan benar benar terseleksi sesuai ketentuan syariat. (aminidris)  

TIBYAN.ID - PT PLN (Persero) telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA.

Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni.

Sementara untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui situs resmi PLN. Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Sedangkan diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50%.

Sementara bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Berikut mekanisme pengambilan token gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50% untuk Pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi seperti dilansir keterangan resmi PLN, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Mekanisme website dengan cara:

1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19

2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.

3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Atau anda juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123. Dengan cara :

1. Buka Aplikasi WhatsApp

2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan.

3. Token gratis akan muncul.

4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Dengan ID Pelanggan tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem.

Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya.(dni)

 

 

Sumber: Okezone

View this post on Instagram

Hai Electrizen, Mimin mau kasih tau kalau Token Gratis dari PLN untuk Pelanggan Rumah Tangga Prabayar 450 VA dan 900 VA Subsidi SUDAH DAPAT DIAKSES LOHH! Electrizen dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir untuk Pelanggan 450 VA dan sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan 900VA bersubsidi, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Mekanisme website dengan cara: 1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19 2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar. 3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan. Atau anda juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123. Dengan cara : 1. Buka Aplikasi WhatsApp 2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan. 3. Token gratis akan muncul 4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan. Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, atau paling lambat tanggal 11 April seluruh pelanggan yang digratiskan sudah dapat terlayani seluruhnya. #PLNatasiCorona #PLNTerbaik #PLNBerbakti

A post shared by PLN (@pln_id) on

TIBYAN.ID - Habib Rizieq Shihab kembali mengeluarkan seruannya berkenaan dengan adanya penolakan warga atas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di sejumlah daerah. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menyerukan umat muslim tetap harus memakamkan jenazah pasien positif corona sesuai dengan syariat Islam.

“Kepada segenap umat Islam Indonesia diingatkan bahwa jenazah muslim covid-19 harus diurus secara syariat terkait mandi, kafan, salat jenazah, dan pemakaman,” serunya.

Selain diurus dan dimakamkan dengan prosesi sesuai syariat, jenazah juga tetap harus arus ditangani sesuai petunjuk medis yang benar.

Seperti proses sterilisasi saat dimandikan, dikafankan, pembungkusan dengan plastik, penggunaan peti, dan pemakaman dengan segera.

“Semuanya harus diurus oleh petugas medis resmi yang memakai alat pelindung diri (APD),” sambungnya.

Menurutnya, dengan menjalankan petunjuk itu, maka terjamin secara syariat dan medis bahwa jenazah itu tidak akan menularkan lagi virus yang dalam jasadnya.

“Apalagi, virus corona tidak bisa menyebar dalam plastik, peti, dan tanah,” jelasnya.

Habib Rizieq juga menegaskan bahwa menolak petugas medis yang hendak melakukan proses pemakaman jenazah pasien COVID-19, hukumnya adalah haram. 

“Haram diganggu, ditolak, diusir. Apalagi sampai dibongkar makamnya,” tegas dia.

Sosok yang kini masih berada di Arab Saudi itu meyakin, saat umat Islam menjalankan syariat dalam proses penguburan terhadap jenazah sesama muslim, Allah akan menurunkan rahmat bagi warga Indonesia.

“Ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan berkah, sehingga Allah segera mengangkat wabah corona dari Indonesia dan seluruh dunia,” tambahnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris Umum FPI, Munarman pun membenarkan bahwa seruan itu adalah benar dari Habib Rizieq.

“Benar pesan dari beliau,” singkat Munarman.

 

Sumber:Pojoksatu.id

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Ketua Yayasan Islamic Center KH Noer Alie Bekasi, H Paray Said, berbagi ilmu tentang bagaimana cara belajar sabar dalam Sholat. Baginya, sabar dalam sholat tidak mudah sehingga perlu mempelajarinya secara bertahap.

“Saat guru-guru saya mengajarkan tentang kesabaran, beliau mengajari saya agar memulai belajar sabar saat sholat,” kata H Paray dalam akun Youtube Islamic Center KH Noer Alie Bekasi.

Dalam tausiyahnya, H Paray mengungkap kebiasaan masyarakat untuk terburu-buru dalam sholat. Menurut Paray, terburu-buru dalam shalat merupakan bukti bahwa kurangnya kesabaran dalam diri seseorang.

“Di awal-awal, saat belum diajarkan untuk sabar dalam sholat, saya selalu terburu-buru dalam sholat. Semua bacaan dalam sholat saya baca wasol (tersambung), tidak tuma’ninah dan tidak tartil,”

“Alhamdulillah, saat saya mulai belajar sabar dalam shalat, bacan shalat saya mulai rapi.
Saya pernah diajarkan guru-guru saya yang khususnya yang berkaitan dengan sabar. Belajar sabar dianjurkan dari sholat,”

Lebih lanjut, Paray mengatakan jika sabar memiliki nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kedisiplinan dan amanah. Tidak hanya itu, sikap sabar juga mengajarkan manusia untuk takut kepada Allah swt seraya tidak melanggar hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

“Terkadang dalam kehidupan kita, orang sabar dianggap orang yang kalah. Orang sabar selalu dianggap orang bodoh. Karenanya, tidak jarang orang jujur dianggap orang bodoh dan orang yang kalah,”

“Padahal, nilai-nilai kejujuran patut kita kedepankan dalam segala hal,” pungkas pria yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Baznas Kota Bekasi tersebut.

Foto: Instagram @Haramain_info

Dunia Islam

TIBYAN.ID, RIYADH - Arab Saudi memberlakukan jam malam 24 jam di kota-kota suci Muslim, Makkah dan Madinah mulai Kamis (2/4). Aturan ini diperluas sebagai langkah untuk memerangi virus Covid-19 baru.

Sementara itu, negara-negara Teluk Arab lainnya mengunci daerah-daerah yang memiliki populasi pekerja migran besar. Kementerian Dalam Negeri Saudi menetapkan pengecualian, untuk pekerjaan penting dan penduduk yang ingin membeli makanan dan mengakses perawatan medis, mulai pukul 06.00 hingga 15.00 waktu setempat. Jika harus menggunakan mobil, hanya dapat membawa satu penumpang sehingga maksimal hanya dua orang dalam satu mobil.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Kolonel Talal Al-Shalhoub mengatakan keputusan tersebut untuk melindungi kesehatan penduduk di dua kota itu. Jam malam tidak berlaku bagi pekerja di sektor swasta dan kepemerintahan yang sebelumnya dikecualikan.

"Mekanisme akan diberitahu kemudian mengenai cara menggunakan layanan bank dan ATM," katanya, dilansir Arab News, Jumat (3/4).

Kegiatan perdagangan dihentikan sementara di kedua kota tersebut, kecuali apotek, supermarket, pom bensin, dan layanan bank. Al-Shalhoub mendorong warga menggunakan aplikasi untuk memesan makanan dan bahan makanan. Kementerian Dalam Negeri tidak menoleransi siapa pun warga yang melanggar jam malam dan menunjukkannya di media sosial.

Aab Saudi mencatat ada 1.885 kasus positif corona dan 21 kematian. Angka ini terbanyak di antara anggota Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam orang (GCC). Saudi juga telah menghentikan penerbangan internasional, menghentikan umrah sepanjang tahun, menutup sebagian besar tempat-tempat umum, dan sangat membatasi pergerakan internal.

Di TV pemerintah, Selasa (31/3) lalu, Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten, meminta umat Islam menunda persiapan untuk ibadah haji tahunan yang dijadwalkan pada akhir Juli. Sekitar 2,5 juta jamaah haji dari seluruh dunia biasanya berduyun-duyun ke kota-kota Makkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah elama seminggu. Ibadah umrah dan haji juga merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi Kerajaan Saudi.

Dikutip di Aljazirah, di timur Provinsi penghasil minyak, Qatif, menjadi tempat kasus virus Covid-19 pertama kerajaan dilaporkan. Ia merupakan jamaah umrah Muslim Syiah yang kembali dari Iran. Lokasi ini telah dikunci selama hampir empat pekan.

Akses masuk dan keluar ke Riyadh, Makkah, Madinah, dan Jeddah terbatas. Beberapa lokasi di Makkah dan Madinah sudah dikunci penuh, tetapi di kota-kota lain, jam malam diberlakukan dari pukul 15.00 sampai 06.00.

Di negara-negara Teluk Arab lainnya, penguncian wilayah menargetkan lingkungan dengan jumlah besar pekerja asing berupah rendah. Menteri Kesehatan Kuwait mengatakan pihak berwenang mempertimbangkan menutup beberapa daerah. Pada Rabu malam (1/4), ia mengumumkan memperpanjang penutupan di kawasan industri. Mereka juga menutup Muttrah, rumah bagi salah satu pasar tertua kesultanan.

Dubai di Uni Emirat Arab pada Selasa menutup daerah Al Ras. Daerah yang terkenal dengan emas dan rempah-rempahnya, serta tempat tinggal banyak pekerja migran.

Jutaan pekerja migran, terutama dari negara-negara Asia seperti Nepal, India dan Filipina, termasuk di antara populasi ekspatriat besar di enam negara Teluk. Di mana infeksi yang dipastikan telah meningkat hingga di atas 4.700 dengan 36 kematian.

Kementerian kesehatan Bahrain melaporkan 66 kasus baru pada Kamis (2/4). Semuanya berada di zona industri Salmabad. Arab Saudi mengatakan pada Rabu (1/4), berusaha untuk memungkinkan warga asing kembali ke rumah mereka, bahkan ketika penerbangan penumpang tetap ditangguhkan.

 

Sumber: Ihram.co.id

dr Handoko melawan corona di usia 80 tahun. (Foto: Tangkapan layar Facebook)

Health

TIBYAN.ID - Viral cerita dokter bernama Handoko Gunawan yang turut menangani wabah virus corona COVID-19 di Jakarta. Di usia yang disebut hampir menyentuh 80 tahun, ia masih aktif bekerja hingga pagi membantu para pasien.

Satu cerita tentang dr Handoko di Facebook yang diunggah pada Selasa (17/3/2020) lalu mendapat banyak perhatian netizen dan sudah dibagikan ulang lebih dari 6.000 kali.

"Boleh tolong bantu juga doakan salah satu dokter yg handle covid dokter Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sdh mendekati 80. Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak anaknya udah saranin jgn ikut terjun krn sudah tua tp katanya kalau dia mati jg gpp," tulis sang pengunggah.

Beredar juga foto yang diduga dr Handoko tampak sedang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sebagian besar netizen memberikan apreasiasinya dan menuliskan kalimat doa untuk keselamatan dr Handoko. Diketahui virus corona bisa berdampak lebih fatal bagi orang-orang di usia lanjut, tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai dokter.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, membenarkan cerita tentang dr Handoko. Ia berpraktik di Rumah Sakit (RS) Grha Kedoya dan RS Pantai Indah Kapuk.

"Iya dokter paru. Anggota PDPI Jakarta," kata dr Agus pada detikcom, Rabu (18/3/2020).

"Setiap dokter paru di RS, walaupun bukan RS rujukan, menjadi garda terdepan untuk menerima pasien suspek di RS-nya. Sebelum pasien dirujuk ke RS rujukan," pungkas dr Agus.

 

Sumber: Detik.com

*Photo ini hanya ilustrasi

Wawasan

TIBYAN.ID - Oleh : Amin Idris

Setapak demi setapak, tahun politik 2024 semakin dekat. Karenanya dapur partai partai, tokoh tokoh serta para pengamat dan pemilik lembaga survey saat ini sedang sibuk sibuknya menyiapkan banyak proposal. Intinya mereka sedang bersiap ambil peran dalam momen lima tahunan suksesi pemimpin nasional.

Banyak yang memprediksi pilpres 2024 bakal seru.

Pertama, tradisi money politik masih belum bisa hilang. Ini sumber ketegangan sekaligus perusak tatanan demokrasi. Kedua polarisasi kekuatan lama antara “cebong” dan “kampret” masih melekat meskipun Prabowo sudah ada di dalam satu kandang kekuasaan dengan Jokowi. Ketiga figur yang muncul sebagai kekuatan unggulan utama bakal capres justeru adanya bukan di kelompok istana, yakni Anies Baswedan. Ini bakal lebih seru lagi.

Apalagi kalau narasinya menggunakan pertimbangan analisa terburuk, yakni tumbangnya pemerintahan ini sebelum 2024. Maka, semua “pemain” atau mereka yang “ingin terlibat dalam permainan” sudah pasti sedang ngebut persiapannya. Iya dong, dan itu wajar wajar saja. Hanya pemain yang siap yang bisa tenang memasuki gelanggang.

JOKOWI DAN SURPLUS KETIDAK PERCAYAAN PUBLIK

Mari kita lihat, sejak awal 2020, tepatnya tanggal 21 Januari, pengamat politik yang sekarang suaranya tidak lagi terdengar di Indonesia Lawyers Club (ILC), Rocky Gerung memberikan prediksi yang cukup mengejutkan. “Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan sampai 2024.

Menurut Rocky, Presiden Jokowi tengah mengalami surplus ketidakpercayaan publik seiring dengan terjadinya kontradiksi kebijakan dan inkonsistensi janji kampanye. Jika hal tersebut dibiarkan, alumnus filsafat Universitas Indonesia tersebut memprediksi akan terjadi demonstrasi dari mahasiswa, yang tentunya itu dapat menimbulkan gejolak politik.

Surplus ketidak percayaan publik seperti dikatakan Rocky Gerung itu makin kentara di masa penanggulangan Covid19 ini. Misalnya banyak kepala desa, bupati atau gubernur yang langsung menohok presiden. Entah mengenai janji pemberian bantuan logistik atau janji penangguhan pembayaran cicilan kredit.

Bahkan beberapa tokoh nasional rame rame melayangkan gugatan terhadap Perpu Penanggulangan Virus Corona ini. Tokoh tokoh oposisi seperti Amin Rais, Dien Syamsuddin, Rizal Ramly, Faisal Basri melayangkan gugatan mereka. Kalau benar pada pasca redanya Pandemi Covid19 ini akan terjadi gelombang protes besar dan serentak di berbagai kota, maka bisa dipastikan istana akan semakin repot.

Senada, Syahganda Nainggolan, pengamat politik dari Sabang Merauke Circle bahkan memprediksi waktu kejatuhannya lebih spesifik, yakni peristiwa pandemik Covid19 ini akan jadi momentum jatuhnya pemerintahan ini. Karena pandemik ini memporakporandakan sendi sendi ekonomi yang otomatis berimbas pada ekonomi Indonesia. Pasalnya ada ketergantungan yang begitu besar pada Tiongkok. Artinya, peristiwa buruk itu diprediksi oleh Syahganda Nainggolan terjadi antara lima enam atau tujuh bulan kedepan.

Rizal Ramly, juga punya pikiran sama. Menurutnya ada atau tidak ada pandemik ini sebetulnya ekonomi Indonesia sudah babak belur. Sehingga wabah korona menjadi alasan penyelamatan muka penguasa. Diantaranya melalui melahirkan perpu yang yang kini digugat oleh beberapa kelompok ke mahkamah yang oleh para penggugatnya disebut sebagai baju untuk menutupi babak belurnya kondisi keuangan negara saat ini..

Menurut Rizal Ramly, terdapat lima faktor penting di sektor ekonomi yang jika terjadi secara bersamaan dapat memicu tumbangnya Jokowi. Pertama indikator makro ekonomi yang merosot. Kedua daya beli yang menurun. Ketiga kasus Jiwasraya. Keempat ekonomi digital yang mengalami koreksi valuasi. Dan keenam terjadinya gagal panen para petani.

Dan dari sisi spiritual, Menteri Sekretarius Kabinet konon pernah melarang Jokowi berkunjung ke Solo. Khawatir akan bernasib sama dengan Gus Dur yang diimpeach sepulang mengunjungi Kediri. Ada mitos, presiden yang berkunjung ke Kediri akan berakhir masa jabatannya sebelum waktunya. Artinya, kalangan dalem bisa diduga memang sudah ketar ketir.

Namun ini adalah prediksi. Sebuah prediksi bisa benar bisa juga salah. Sekuat apapun dukungan keilmuannya, secanggih apapun analisisnya, prediksi terhadap masa depan tidak ada yang memastikan kebenarannya. Karena urusan setelah saat ini hanya milik Alloh. Jadi, cukup menjadi catatan kecil saja di memori otak kita.

PERTAMBAHAN 5 JUTA PENGANGGURAN BARU

Selain persoalan politik kekuasaan, sesungguhnya ada yang paling penting untuk dicermati, yakni kondisi pasca pandemi Covid19 ini. Seperti disampaikan oleh Febrio Kacaribu dalam video conference di kantornya (20/4) seperti dilaporkan D000etik Finance, akan lahir lima juta orang pengangguran baru.

Ini diprediksi dari terjadinya pertumbuhan ekonomi yang hanya di kisaran 2,5 persen. Asumsi ini adalah asumsi yang paling buruk. Namun bisa saja terjadi kemungkinan yang lebih buruk lagi dimana pertumbuhan akan ada di bawah nol persen alias mines.

Indonesia memang bukan satu satunya yang mengalami ini. Negara negara raksasa, khususnya America dan China juga mengalami kondisi yang jauh lebih parah. Saat ini China berusaha menjelaskan kepada publik bahwa di perusahaan perusahaan pemerintah sudah mulai beroperasi kembali.

Presiden Xi Jin Ping juga sudah mendeklare pancemic telah berakhir. Tapi faktanya, seperti dilaporkan IMF, geliat bangkitnya kembali industri di China masih belum menunjukkan tanda tandanya. Ini berkaitan dengan masalah pasokan, juga para pekerjanya masih belum berani memulai. Mereka masih lebih memilih diam di rumah meski hanya bisa belanja untuk kebutuhan makan saja.

Di Amerika masih lebih serem lagi. Sampai saat ini negeri Paman Sam ini masih belum menunjukkan tanda tanda mengakhiri kesedihan karena kematian akibat Covid19. Amerika masih sibuk mengurus pemakaman rakyatnya yang gugur, belum bisa bicara pertumbuhan ekonomi dulu.

Maka serangkaian persoalan ekonomi ini akan menjadi beban yang tidak main main bagi pemerintahan Jokowi pasca pandemik ini. Mau pinjam lagi ke China atau apakah China masih bisa membiaya proyek proyek di Indonesia yang udah teken kontrak? China sama, sedang memasuki masa sulit.

Riak riak ketidak percayaan yang dimulai dari para lurah, bupati sampai gubernur menjadi tandatanya apakah ini sebagai sebuah awal perlawanan tak sengaja dari dalam pemerintahan, atau hanya seperti yang dikatakan Rocky Gerung sebagai bagian dari defisit kepercayaan?

Dan, namanya juga politik, lawanpun kalau menguntungkan pasti jadi temen. Sebaliknya meskipun Jokowi, presiden yang diusungnya, kalau sudah digadang gadang bakal “nyungseb” pasti dengan mudah akan ditinggalkan. Mau contoh?

Nih di DPR RI, Arteria Dahlan dan Efendi Simbolon anggota DPR RI dari PDIP dengan lantang menyerang kebijakan Perpu yang dikeluarkan Presiden. Lah, presidennya kan dari partai dia, kok dia yang menyerangnya. Menurut para pengamat, PDI sedang bikin sekoci. Padahal Arteria dan Efendy bukan jajaran ring satu partai. Jadi bisa aja ocehannya bukan kehendak partainya.

Atau Mendagri Tito Karnavian yang belakangan makin menunjukkan sinyal sinyal kemesraan dengan Anies Baswedan. Atau Dato Sri Tahir, salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang memuji muji Anies dalam hal penanganan Banjir Jakarta.


Dato Sri Tahir merupakan pemilik Grup Mayapada. Pria kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952 tersebut dikenal sebagai seorang filantropis. Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia tahun 2018. Dan dia dikenal dekat sekaligus orang yang paling banyak menjembatani urusan dengan para taipan. Bandul kekuasaan sedang bergoyang.

Bagaimanapun gelombang politik ini pasti menimbulkan dinamika. Suhu politik pasti memanas. Seperti dipesankan Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, hendaknya semua pihak menahan diri dari kemungkinan kemukinan terjadinya konflik. Jangan sampai kepentingan orang lain membuat kita jadi tercabik cabik, berantem dengan sesama saudara sendiri. Ini yang harus dihindari.(aminidris/dari berbagai sumber)

Advertisement

Upcoming Events