18
Thu, Jul

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID, Jakarta - DPP Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menolak untuk menerima keterlibatan dua unicorn di Indonesia, Traveloka dan Tokopedia dalam bagian apapun pada bisnis penyelenggaraan ibadah umroh.

Dengan terlaksanannya “Indonesia-Arab Saudi Teken MoU Ekonomi Digital” pada 5 Juli 2019 tentang Memorandum of Understanding (MOU) antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) R.I. Rudiantara, dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alshawa.

“Maka dengan ini SAPUHI sepakat menolak menolak untuk menerima 2 Unicorn sebagai bagian dalam penyelenggaraan Ibadah Umroh dan Haji di Indonesia,” kata Drs. H. Syam Resfiadi, Ketua Umum SAPUHI, di Jakarta, Rabu (17/7).

Adapun beberapa alasan penolakan sebagai berikut:

– Peluang Kapitalisasi Bisnis Umroh : Traveloka dan Tokopedia bisa diindikasikan akan melakukan Kapitalisasi Bisnis Penyelenggaraan Ibadah Umroh dan akan merugikan Jama’ah Indonesia di kemudian hari dengan pola kapitalisasi yang ada.

– Umroh adalah Bisnis Menggiurkan : Jama’ah Umroh adalah Captive Market yang besar dan pasti dilirik oleh banyak pihak, dari sekitar 1 juta Jama’ah yang berangkat Umroh setiap tahun nya, atau setara perputaran Dana sekitar 20 Triliun setiap tahun nya jika dihitung prorate per jama’ah 20 juta rupiah.

“Maka tentu ini menjadi bisnis yang diincar oleh banyak pihak, dan tentunya bisnis perjalanan Umroh merupakan bisnis yang diatur secara ketat oleh Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” ujar Syam.

– Menjadi Ancaman untuk Travel dan Agen Perjalanan Wisata :
Dari Perputaran Bisnis Umroh tersebut, tentu perputaran nya sudah membantu menghidupi sekitar 1016 Perusahaan yang sudah mempunyai izin Umroh yang ada di Indonesia, jika kita hitung setiap perusahaan memiliki 10 Karyawan, dan atau 100 agen maka bisa dipastikan ratusan ribu orang karyawan Perusahaan terancam terdisrupsi jika bisnis Umroh dibuka terhadap Traveloka dan Tokopedia. “Tentu Pemerintah harus bisa melindungi dan mendukung Travel-travel PPIU yang sudah berhasil mendapatkan izin dengan skema Persyaratan perizinan dan Prosedur Controling yang ketat yang diatur oleh Kemenag RI,” tukas Syam.

Yang seharusnya digandeng Pemerintah adalah 1016 PPIU dan Asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji. Sebagai pelaksana yang sudah berpengalaman, dan juga sebagai pelaku yang selalu mengembangkan ide dan Inovasi dalam pelayanan Pelaksanaan ibadah Umroh, maka Pemerintah seharusnya menggandeng Asosiasi-asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh yang membawahi 1016 PPIU se-Indonesia,” kata Syam.

Selama ini, lanjutnya, perjalanan bisnis Umroh senantiasa terus dikembangkan dan dimutakhirkan sesuai perkembangan teknologi dan Informasi.

“Misalnya, SAPUHI sudah mempunyai System yang sudah dipakai oleh anggota nya, untuk transaksi B To B, serta B To C, atau misalnya Amphuri yang sudah mempunyai AISYAH nya,” ujar Syam.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa travel umroh adalah satu-satunya bisnis yang diatur hanya boleh dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam sebagaimana diatur Pada pasal 89 UU No. 8 Tahun 2019 di mana “Untuk
mendapatkan izin menjadi PPIU, biro perjalanan wisata harus memenuhi persyaratan: dimiliki dan dikelola oleh warga negara Indonesia beragama Islam.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Unicorn-unicorn dimiliki oleh banyak orang yang notabene bukan WNI dan juga bukan beragama Islam, Pasal ini dengan tegas mengatur bahwa penyelenggaraan Umroh wajib dimiliki dan dikelola oleh WNI beragama Islam,” ungkap Syam.

“Ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap hak beribadah umat Islam untuk dipastikan pelayanan nya dikelola dan dimiliki oleh WNI beragama islam. Umroh dari Umat Islam, Oleh Umat Islam dan Untuk Umat Islam,” pungkasnya. (kl/swa)

 

Sumber : Era Muslim

Ahmad Budiarta, Sekretaris Bappilu Partai Golkar Kabupaten Bekasi./redaksibekasi

Hot Issue

TIBYAN.ID, Bekasi - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), diyakini kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi. OTT dilakukan KPK terkait isu yang beredar di masyarakat atas dugaan mahar calon Wakil Bupati Bekasi, hingga puluhan miliar.

“Saya meyakini, KPK pasti memantau proses pencalonan Wakil Bupati Bekasi yang sarat dengan permainan uang,” kata R Rudi Gunadi dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (LABH-GRASHI) kepada telusur.co.id, Selasa, 9 Juli 2019.

Rudi mengungkapkan, proses pemilihan calon wakil bupati seyogianya harus bersih dari praktik korupsi. Memang, lanjut Rudi, dalam sebuah pertarungan kekuasaan dimanapun tidak mungkin gratis alias tanpa uang mahar.

“Begitupun dalam proses pencalonan wakil bupati, banyak pihak yang harus dikondisikan seperti partai pendukung. Selain Golkar, ada PAN, Hanura dan Nasdem. Artinya, meski dia kader Golkar tidak gratis untuk jadi wakil bupati,” katanya.

Mengenai nominal mahar, Rudi memperkirakan, bisa lebih dari Rp15 miliar. Sebab, banyak pihak yang harus dikondisikan. Mulai dari pengurus kabupaten, provinsi, dan pusat. “Semua tingkatan pengurus partai politik koalisi pasti dikondisikan, termasuk anggota DPRD masa bakti 2014-2019,” kata dia.

Untuk itu, Rudi mengharapkan, lembaga antirasuah itu agar memantau proses pencalonan wakil bupati. “Sebaiknya KPK ikut memantau proses pencalonan wakil bupati Bekasi. Apalagi saya dengar ada politisi bilang, ‘tidak ada makan siang gratis’,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus mahar politik mulai bermunculan dipencalonan Wakil Bupati Bekasi, saat ini. Sulit untuk membantah, karena adanya mahar politik itu muncul dari pengakuan salah satu tim sukses (timses) calon wakil bupati.

Buka-bukaan timses calon wakil bupati terkait adanya mahar politik diawali dengan pengungkapan soal adanya dugaan permintaan uang miliaran rupiah dari pengurus Partai Golkar. Nilainya fantastis, hingga puluhan miliar.

“Gila! Maharnya gede banget,” kata salah satu timses calon Wakil Bupati Bekasi, yang minta namanya tidak ditulis.

Namun demikian, dia tidak mempersoalkan mahar sebesar itu, asalkan ada jaminan calonnya menjadi orang nomor dua di Kabupaten Bekasi.

“Ya, kalau calon saya jadi sih nggak apa-apa dengan mahar sebanyak itu. Persoalannya kalau tidak jadi, apakah uangnya bisa dikembalikan lagi tidak,” katanya, dengan nada bertanya.

Mantan fungsionaris Golkar ini mengaku heran dengan sikap pengurus partai berlambang pohon beringin yang berani mematok mahar cawabup sebesar itu.

“Jujur, saya sangat kaget mendengar adanya permintaan mahar untuk cawabup sebesar itu. Kok, Golkar sekarang jadi kayak gini,” ketusnya.

Meski demikian, pihaknya siap memberikan mahar di atas Rp5 miliar – seperti yang diminta pengurus Partai Golkar – kalau untuk keperluan pilkada. Pertanyaannya, kata dia, untuk apa mahar Rp5 miliar lebih itu.

“Kalau untuk pilkada saya bisa pahami buat keperluan operasional di pilkada, seperti uang saksi dan lain sebagainya. Sedangkan ini kan bukan untuk kepentingan pilkada. Ini namanya untuk beli rekom,” bebernya.

Bak, gayung bersambut. Pernyataan salah satu timses calon Wakil Bupati Bekasi itu, dikuatkan KH Dahim Arisi, Ketua Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, yang juga calon Wakil Bupati Bekasi.

Dahim mengatakan, mahar politik dalam pemilu selama ini sulit dibuktikan atau antara ada dan tiada. Namun, kabar terbaru mengenai dugaan mahar politik calon Wakil Bupati Bekasi diungkapkan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Tridaya Tambun Selatan itu.

Menurut Dahim Arisi, nilai mahar yang diminta pengurus Partai Golkar kepada calon wakil bupati, bukan Rp5 miliar melainkan Rp15 miliar. Rinciannya, Rp5 miliar untuk DPD Partai Golkar kabupaten, DPD Partai Golkar provinsi Rp5 miliar dan Rp5 miliar untuk DPP Partai Golkar.

Bahkan, kata Dahim, dari 18 calon wakil bupati yang mendaftar, ada satu calon yang siap menggelontorkan dana Rp80 miliar. “Dana sebesar itu, diantaranya disiap untuk mahar dan para anggota DPRD Kabupaten Bekasi,” terang Dahim Arisi.

Lewat dana sebesar itu, mantan fungsionaris Golkar Kabupaten Bekasi ini meyakini tidak akan ada calon wakil bupati yang bisa menandinginya.

“Saya yakin tidak ada calon wakil bupati lain yang dapat menandingi kekuatan finansial calon tersebut. Apalagi, kabarnya dia juga didukung oleh pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat,” beber Dahim Arisi.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kabupaten, Ahmad Budiartha membantah tudingan salah satu timses dan Dahim Arisi terkait adanya permintaan uang sebesar Rp15 miliar oleh pengurus Partai Golkar. Budiartha mengaku tidak pernah mendengar ataupun menemukan bukti akan pernyataan itu.

“Saya tegaskan, soal permintaan uang mahar kepada para calon wakil bupati yang mendaftar, itu sama sekali tidak benar. Jangankan miliaran, sepeser pun kami tidak pernah meminta. Bohong itu,” Ahmad Budiartha, menegaskan.

Budiartha mengungkapkan, sejak dibukanya pendaftaran calon wakil bupati, 17 Juni – 2 Juli 2019, sampai saat ini Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menutup diri.

Mantan Bupati Purwakarta itu, lanjut Budiartha, tidak mau ditemui apalagi menemui para calon bupati. “Setahu saya, hingga kini Pak Dedi (Mulyadi) belum pernah menemuinya. Bahkan, ada calon yang ingin bertemu pun, dia tolak. Jadi, bagaimana Golkar mau minta mahar kepada para calon wakil bupati,” ungkapnyanya.

Ahmad Budiartha mengatakan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu, tidak ingin namanya rusak hanya karena mahar politik. Apalagi pada pemilu legislatif lalu, dia meraih suara terbanyak. Dan, saat ini namanya masuk nominator menteri pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Janganlah masalah mahar ini dibesar-besarkan, kasihan Pak Dedi (Mulyadi) yang tidak tahu menahu. Apalagi dia calon menteri,” ucap Budiartha.

Meski begitu, Ahmad Budiartha membenarkan kalau ada permintaan dari pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi kepada calon wakil bupati terpilih untuk membangun kantor Golkar.

“Wajarlah kalau kita minta dibuatkan gedung Golkar yang baru, karena kita kan belum punya kantor dan sampai sekarang masih mengontrak,” pungkasnya. [asp]

 

 

Sumber : Telusur

(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

Hot Issue

TIBYAN.ID, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menyatakan akan mendeklarasikan organisasi yang dia dirikan, Gerakan Arah Indonesia Baru (Garbi), menjadi partai politik.

Fahri mengklaim, jika sudah resmi menjadi partai kelak, Garbi akan menjadi kekuatan penyeimbang bagi kekuasaan pemerintah, terutama dalam hal visi pembangunan Indonesia.

"Garbi insya Allah akan kita deklarasikan jadi parpol supaya ada kritik terhadap arah lama di Indonesia yang beku, kaku, dan membosankan," katanya dalam diskusi Indonesia Lawyers Club di tvOne, Jakarta, Selasa malam, 9 Juli 2019.

Menurutnya, Indonesia memerlukan tesis-tesis baru dan memfasilitasi pikiran-pikiran baru yang lebih segar sebagai etalase dari sumpeknya cara memahami demokrasi setelah 21 tahun reformasi.

Ia menilai dalam negara demokrasi, orang tak hanya bersembunyi menjadi dalang, tapi bisa berbicara terbuka agar publik mengetahuinya. "Itu arah baru kenapa saya akan buat partai baru," ujarnya.

 

Sumber : Viva

TIBYAN.ID, Bekasi – Pimpinan Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie menerima delegasi dari MUI Kabupaten Banjarnegara yang melakukan study banding. Mereka bersilaturrahmi sekaligus menanyakan banyak hal tentang Islamic Centre Bekasi.

Delegasi dari Banjarnegara yang berjumlah sepuluh orang ini diteria Sekjen Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie, H Hardi didampingi ketua bidang usaha, Hans Munthahar dan ketua bidang Pendidikan Dakwah dan Humas, Amin Idris.

“Kami berencana membangun Islamic Centre sejenis di Banjarnegara,” kata H Khadir Suhedi SH menjawab pertanyaan Tibyan di sela sela peninjauan ke gedung Islamic Centre Bekasi. Untuk itulah pertanyaan pertanyaan kami sepenuhnya berkisar pada hal hal yang menyangkut proses pendirian, pengelolaan sampai pada program - programnya.

Hans Munthahar menjelaskan, Islamic Centre Bekasi adalah sebuah karya dari synergy tiga tokoh masyarakat saat itu; KH Noer Alie, tokoh kharismatik pimpinan pondok pesantren Attaqwa yang kini dinobatkan oleh Negara sebagai Pahlawan Nasional, H Suko Martono, Bupati Bekasi saat itu, tokoh militer dan pejabat yang memang gemar mendengar ide dan gagasan serta nasihat ulama dan H Rusmin, saat itu sebagai ketua DPRD.

Ketiga tokoh itu bersinergy untuk melahirkan sebuah tempat yang obsesinya menjadi mercusuarnya umat Islam, khususnya umat Islam Bekasi. Di tempat ini akan dikembangkan sebagai tempat ubudiyah, sekaligus tempat umat Islam membangun peradaban. Mulai dari pendidikan, pembinaan masyarakat, pengembangan pemikiran, pembinaan ekonomi, dan sebagainya.

Dengan ide yang brilian KH Noer alie yang semata mata diarahkan untuk pembinaan umat, maka secara serentak Bupati Sukomartono pun dengan ringan membuat kebijakan untuk penggalangan dana. Misalnya setiap jamaah haji yang akan berangkat, dikenakan infak pembangunan sebesar Rp 10.000.- Setiap pengusaha yang mengurus perizinan di Bekasi ditawarkan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Suasna dialog yang berjalan hangat ditutup dengan kunjungan ke blok blok gedung Islamic dan diakhiri sholat Maghrib berjalan di Masjid Nurul Islam. Menurut H Khadir Suhedi SH, selain ke Islamic Centre Bekasi, delegasi juga melakukan study banding ke Islamic Centre Jakarta dan ke Pusda’i Bandung. (mai)

TIBYAN.ID, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatannya terhadap Pilpres 2019. Namun ia memastikan pada pendukungnya bahwa perjuangan belum usai.

“Perjuangan kita adalah perjuangan mulia, kita ingin mewujudkan Indonesia adil makmur. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang sungguh-sungguh merdeka secara politik, ekonomi dan budaya,” kata Prabowo di rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan dirinya, Sandiaga dan partai koalisi pendukung ingin kekayaan Indonesia dinikmati seluruh rakyat.

“Kita ingin hentikan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak dan tidak menjadi embel-embel bangsa asing,” katanya.

Prabowo menegaskan dirinya, Sandiaga dan partai koalisi pendukungnya menginginkan seluruh rakyat dapat kehidupan wajar dan memenuhi kebutuhan pangan terjangkau.

“Kami tidak ingin ada orang lapar di lndonesia. Kita ingin swasembada pangan dan air. Kita ingin gaji layak untuk aparat sehingga korupsi tidak ada, itu perjuangan dan cita-cita kita,” ujarnya.

Atas dasar itu purnawirawan jenderal TNI ini tidak akan berhenti berjuang mewujudkan hal tersebut. Dan perjuangan tersebut akan dilanjutkan di berbagai medan, di antaranya di legislatif.

"Itu cita-cita kita, itu perjuangan kita. Kami yakin bahwa kami tidak akan berhenti untuk memperjuangkan cita-cita tersebut. Kita bisa berjuang di legislatif, kita bisa berjuang di forum-forum lain. Kita bisa konsolidasi. Kita punya kekuatan massa yang riil. Marilah kita menatap masa depan dengan tetap semangat dan tetap optimis,” tuturnya.

Prabowo juga meminta para pendukungnya dan relawan tidak melakukan aksi-aksi anarkis atas putusan MK. Ia mengajak para pendukungnya berjuang secara damai.

“Kita akan konsolidasi. Kita punya dukungan massa yang rill. Saya minta seluruh pendukung mari tidak berkecil hati, tetap tegar, tetap tenang. Kita penuh dengan cita cita mulia tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi yaitu UUD 45,” katanya.

“Kita harus selalu mementingkan kepentingan bersama, keutuhan bangsa dan negara. Kita harus memandang seluruh anak bangsa sebagai saudara kita sendiri.” []

 

Sumber : Eramuslim

Foto : Screenshot Youtube Channel Deddy Corbuzier

Aktual

TIBYAN.ID - Proses mualaf Deddy Corbuzier dipastikan berlangsung hari ini, Jumat (21/6). Lokasinya di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Proses membaca dua kalimat syahadat akan dipimpin pengasuh Ponpes Ora Aji yang tak lain adalah kawan dekat Deddy, ustaz muda Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah.

"Besok Deddy syahadat," kata Gus Miftah melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (20/6/2019).

Waktu pelaksanaan direncanakan seusai salat Jumat.

"Jam 12.30, di pondok (Ponpes Ora Aji)," terang Gus Miftah.

Setelah itu, Gus Miftah berencana akan mengajak sahabatnya itu untuk berkunjung ke para pemuka agama.

"Iya InsyaAllah kepada kiyai-kiyai yang title ulama yang bisa kita jadikan panutan supaya dia tambah mantap, InsyaAllah," ungkap Gus Miftah kepada detikHOT.

Namun, Gus Miftah belum dapat memastikan siapa pemuka agama yang akan dikunjunginya bersama Deddy Corbuzier. Dan untuk waktunya sendiri, Gus Miftah juga masih mencari tanggal yang pas.

"Siapa-siapanya masih nanti ya. Yang jelas kiyai-kiyai yang emang layak untuk kita sowan, layak untuk kita anggap sebagai guru bangsa, layak sebagai orang tua nanti kita Sowani," kata Gus Miftah.

Deddy Corbuzier pun rencananya akan membicarakan pergantian nama dengan Gus Miftah. Namun, ustaz berambut gondrong itu belum mempunyai bayangan nama Islam apa yang cocok untuk pria berkepala plontos itu.

"Baru mau kita bicarakan sama Deddy, malam ini," kata Gus Miftah.

 

(Sumber : Detik.com)

TIBYAN -- Makin dekatnya masa akhir pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Bekasi, suhu politik local kota Bekasi makin terus menggeliat. Beberapa calon makin intens melakukan loby loby politik, khususnya dalam merancang pendekatan koalisi dan calon wakil yang akan menjadi satu paket pasangan.

Setidaknya sudah ada tiga kandidat besar yang muncul ke permukaan. Pertama, petahana Rahmat Efendy, calon dari Golkar. Kedua Muchtar Muhammad dari PDIP dan ketiga Netty Heryawan dari PKS. Ini pun kemungkinan masih bisa berubah. Kemampuan partai dan para calon dalam menentukan calon wakilnya sangat berpengaruh terhadap elektabilitas mereka.

Untuk menyoroti perkembangan itu, Amin Idris dari Tibyan.id mewawancarai Heri Suko Martono, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Putra almarhum Suko Martono, mantan Bupati Bekasi yang juga pendiri Islamic Centre Kota Bekasi, ini menilai peningkatan suhu politik adalah sebuah hal yang wajar yang terjadi di masyarakat dalam setiap menjelang pemilihan umum.

“Orang Indonesia, khususnya orang kota Bekasi sudah cukup dewasa menghadapi setiap peristiwa politik. Biasa lah itu, kenaikan suhu dalam batas - batas wajar,” kata Hery Suko dalam perbincangan di kantornya, Islamic centre.

Tibyan : Sebagai sekretaris partai Golkar di Kota Bekasi, bagaimana anda melihat situasi sosial politik masyarakat Bekasi menjelang pemilukada kota Bekasi?

Heri Suko Martono : Biasa lah ini mah. Ini bukan sesuatu yang baru dalam demokrasi. Di Bekasi, atau dalam skala nasional, atau bahkan di luar negeri pun setiap menjelang pemilihan umum selalu saja suhu politik masyarakat akan naik. Itu biasa. Kita kan sedang berdemokrasi, dimana setiap orang punya hak dan kewajibannya untuk menyalurkan aspirasinya.

 

Tibyan : Dalam kontestasi calon walikota, bagaimana posisi petahana Rahmat Effendi yang pecah kongsi dengan PKS dan tidak jadi berpasangan dengan Sutriono?

Heri Suko Martono : Bang Pepen sebagai kader yang dicaonkan partai Golkar sejauh ini telah mendapat banyak kepercayaan. Saya sebagai pengurus Golkar tentunya berterimakasih dengan kemajuan ini semua. Dari berbagai survey, elektabilitas calon Golkar ini terus cenderung makin naik. Alhamdulillah. Sedangkan mengenai pecah kongsi dengan Sutriono, ini juga didasarkan pada realitas politik yang berkembang. Kan pasangan ini terus di evaluasi, seberapa tinggi daya terima masyarakat. Hasil evaluasi kami ya seperti ini.

 

Tibyan : Lalu dengan siapa pasangannya?

Heri Suko Martono : Ini sedang dimatangkan terus. Tidak hanya di tingkat Bekasi, juga dibahas dalam level Jawa Barat dan DPP (Pusat). Bagaimana kalau berpasangannya dengan kalangan birokrat, bagaimana kalau dengan akademisi, atau bagaimana kalau dengan internal, bagaimana pula kalau dengan tokoh umat. Sebagai partai besar, golkar tidak kering kader.

 

Tibyan : Kesimpulannya dengan siapa Mas? Kapan diumumkan? 

Heri Suko Martono : Sabaaar. Ini masih berproses terus. Secepatnya akan diumumkan.

 

Tibyan : Bagi Golkar, apa sesungguhnya yang akan menjadi perhatian lima tahun ke depan dalam pembangunan di Kota Bekasi jika kadernya yang terpilih kembali?

Heri Suko Martono : Banyak hal. Diantaranya, bagaimana kita memberikan perhatian pada proses pembangunan sosial kemasyarakatan agar lebih kondusif lagi.  Rasa persatuan dan kebersamaan, toleransi, saling menghormati sesama, harmonisasi antara kaum minoritas dan mayoritas. Kualitas sosial kemasyarakatan inilah akan menjadi bagian penting dalam pembangunan ke depan. Karena tahun - tahun berikut setelah 2018 adalah tahun dimana potensi gesekan sosial begitu banyak.

 

Tibyan : Banyak umat Islam yang kecewa dengan Rahmat Efendy terkait berbagai statemennya seputar kasus Santa Clara?

Heri Suko Martono: Saya melihat ini menyangkut komunikasi. Di luar substansinya, saya mengakui komunikasi tentang pembangunan Gereja ini tidak ditangani dengan sebaik baiknya. Sehingga beberapa pihak merasa benar sendiri. Masyarakat tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Pihak birokrat juga ke-PR-annya tidak dihandle dengan baik. Sehingga, menurut saya pribadi ya, pak walikota saat itu harus berfikir sendiri dan menjawab sendiri.

 

Tibyan : Apa yang akan dibenahi dari sisi komunikasi ini ?

Heri Suko Martono : Bisa saja misalnya, nanti untuk setiap persoalan penting dan punya bobot politis yang besar, walikota mendapat asistensi yang lengkap. Baik dari sisi subtansi masalahnya maupun sisi - sisi lainnya, seperti pertimbangan - pertimbangan komunikasinya. Sehingga, jangankan dalam bentuk jawaban, ekspresi dan mimik wajah pun harus diberi masukan.

 

Tibyan : Kembali ke soal pencalonan, kalau dari internal partai yang diminta untuk mendampingi Rachmat Efendi, berarti sekretais DPC adalah orang yang paling memungkinkan?

Heri Suko Martono : Hahahaha … saya ini kader partai. Saat ini saya sedang fokus pada tugas saya sebagai sekretaris. Cukup, Itu sudah menyita banyak energi saya. Saya gak mau energi saya terkuras untuk bicara mengandai andai. Apalagi sebagai pengurus di Islamic Centre Bekasi, saya juga setiap hari harus mengurusi banyak persoalan. Okay, clear.

 

Heri Suko Martono alias Heri Budhi Susetyo adalah tokoh muda Bekasi, putra H Suko Martono, yang semasa menjabat sebagai Bupati Bekasi mendirikan Islamic Centre bersama KH Noer Alie. Islamic centre itu pun menggunakan nama KH Noer Alie. Kini Heri menjadi pengurus inti Yayasan, sementara KH Noer Alie diwakili putranya KH Amien Noer dan KH Nurul Anwar juga menjadi tulang punggung Islamic Centre. (*)

Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 Nopember, Profesor  KH H Didin Hafidhuddin mengajak umat Islam untuk menumbuhkan kebersamaan, menghidupkan jiwa kepahlawanan, semangat berkorban dan sebagainya. Bakal calon presiden yang pernah diusung Partai Keadilan ini mengaku aneh melihat prilaku pemimpin negeri ini.  “Negerinya makin kacau, rakyatnya makin sulit, ko pemimpin masih asik asik saja membangun pencitraan. Sudahlah hentikan berbagai bentuk pencitraan itu, rakyat menanti karya nyata Anda yang cepat dan akurat untuk membenahi morat maritnya negeri ini,” katanya. Berikut perbincangan Pimpinan Redaksi Tibyan, Amin Idris, dengan Prof Didin Hafidhuddin ;

 

Tibyan; Setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai hari untuk mengenang jasa jasa pahlawan kita. KomentarAnda ?

Prof Didin Hafidhuddin; Iya, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal 10 Nopember sebagai momentum untuk mengenang para pahlawan kita. Ini bagus. Ini bisa menjadi pelajaran untuk bangsa kita, bahwa para pahlawan inilah orang orang yang telah berkorban untuk bangsanya. Ini adalah tradisi yang baik saya kira.

 

Apa yang terpenting untuk kita jadikan pelajaran dari peristiwa peringatan hari pahlawan kali ini?

Setidaknya kita mengenalkan kepada generasi bangsa ini bahwa segala capaian yang diraih hari ini oleh bangsa Indonesia adalah buah dari kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan jiwa, harta dan nyawa mereka yang kini disebut pahlawan. Saya kira ini pentingnya kita memperingati hari pahlawan itu.

 

Memperingati hari pahlawan hanya mengenang masa lalu, membanggakan keberhasilan para tokoh yang tiada, sementara apa yang dilakukan saat ini sama sekali tidak mencerminkan nilai nilai kepahlawanan?

Ini bagian dari semangat itu. Semangat kepahlawanan itu memang harus dibumikan, dan terus menerus digelorakan dalam kehidupan sehari hari. Pahlawan itu kan pengorbanan. Pahlawan itu kan rela memberi yang terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. Pahlawan itu kan berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran tanpa takut risiko. Dia bisa melakukannya meski risikonya hartanya habis, jiwa terancam, bahkan nyawa melayang. Nilai nilai ini memang semakin langka saat ini.Mereka yang kita kenal saat in isebagai pahlawan adalah orang yang telah terbukti merelakan semuanya, termasuk nyawanya, untuk rakyatnya.

 

Membumikan semangat kepahlawanan yang prof. maksud?

Saat ini kan bangsa kita sedang menghadapi banyak persoalan. Sudahlah, yang jadipejabat, jadi pemimpin, tampillah sebagai pemimpin yang berjiwa pahlawan. Para pahlawanitukanmenjadipahlawankarenasemasahidupmerekaberbuatjujur, berbuatbanyakuntukbangsa. Makanyamerekadinobatkansebagaipahlawan. Karenaitu, para pemimpinsaatinihendaknyamelakukanhalsamakalauingindikenangsebagaipahlawanbangsa. Peluangituada.

 

Apa yang prof lihat tentang para pemimpin bangsa kita saat ini?

Sudahlah hentikan semua pencitraan. Saya hanya heran saja, dalam keadaan negeri ini semakin sulit, pemimpinnya masih saja sibuk membangun pencitraan. Sudah hentikanlah. Lakukan yang dibutuhkan rakyat.

 

Semangat kepahlawanan rasanya sudah jauh dari kehidupan bangsa kita. Hampir di semua lapisan social tampaknya sudah semakin pragmatis berfikirnya, dan matrialistik cara hidupnya. Semangat berkorban dan nilai nilai kebersamaan makin terasa langka?

Ini menjadi tugas kita semua. Kalau perlu momentum hari pahlawan selalu dijadikan semacam gerakan untuk membangun kembali semangat kepahlawanan itu. Ini yang harus dijadikan fokus memperingati haripahlawan. Serimonial boleh saja tapi fokusnya semacam dibikin gerakan semangat kepahlawanan. Di sekolah, di rumah, di masjid, di kantor kantor …

 

Kalau Islam bagaimana memandang kepahlawanan itu Prof?

Islam itu justeru yang paling banyak mengajarkan nilai nilai kepahlawanan. Kebersamaan, semangat memberi, saling membantu dan sebagainya. Nabi Ibrahim adalah symbol kepahlawananitu. Lihatlah, bagaimana dia berkorban. Lihat juga Nabi Muhammad  dan para sahabat, adalah pemimpin yang hidup bersahaja tapi berhambur untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Bagaimana Abu Bakar menyerahkan semua hartanya untuk umat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf dan seterusnya. Mereka juga tidak segan segan turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka dan memberinya solusi.

 

Tapi pemimpin saat ini hampir tiap hari ada yang tertangkap tangan oleh KPK?

Saya kira itu karena keringnya semangat kepahlawanan. Maka saya piker perlu juga sentiment keislaman ini dipakai untuk menyetop korupsi. Misalnya, anda pemimpin, anda muslim. Kalau masih mengaku muslim, ayo hentikan korupsi. Ini menjadi tugas bersama, dalam seluruh lapisan masyarakat bisa dihidupkan semangat itu, muslim menolak korupsi. Muslim membela kepantingan umat dan rakyat. Ulama dan kaum cenrdik pandainya bisa terus saling mengingatkan, saling menjaga dalam lingkar komunitas muslim itu. (*)

TIBYAN -- Dalam kesempatan peringatan HUT Islamic Centre yang ke 24, Pimred Tibyan  Amin Idris, sempat bincang bincang dengan KH Amin Noer, ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Islamic Centre Bekasi di ruang Dewan Pembina. Berikut sebagian petikan perbicangannya;

Tibyan : Apa yang terpenting bagi Islamic Centre pada usianya yang ke 24 ini?

KH Amin Noer : Islamic Centre sebagai lembaga dakwah makin dihimpit oleh pertumbuhan budaya masyarakatnya. Ketika awalnya para pendiri membangun Islamic Centre, saat itu masyarakat disekitarnya masih sangat berbeda dengan masyarakat jaman ini. Karena itu, perjuangan dakwah terletak pada bagaimana upaya menyesuaikan strategi sesuai dengan tantangan yang dihadapinya. Berbeda tantangan berbeda pula strategi yang dipakai untuk mengantisipasi tantangan itu. Jadi pada usia 24 tahun ini diperlukan kemampuan untuk membaca tantangan tantangan itu.

Tibyan : Masalahnya, pertumbuhan dan tantangan social itu selalu lebih cepat dan lebih dinamis?

KH Amin Noer : Kunci utamanya ada di pengurusnya, tentunya. Pengurusnya dulu harus kompak. Baru kemudian akan bisa melahirkan gagasan gagasan brilian untuk menjawab tantangan itu.

Tibyan: Apakah pak kiyai melihat pada usia 24 tahun ini Islamic telah memberi sinyal sinyal kuat sebagai pusat peradaban yang diimpikan pada pendirinya dulu?

Kiyai Amin Noer: Saat Islamic berdiri, bekasi masih belum apa apa. Tapi saat itu, Kiyai Noer Alie telah melihat gambaran masa depan yang seperti apa akan terjadi di Bekasi. Heterogenitas, pertumbuhan ekonomi, pergeseran nilai dan sebagainya. Karenanya kiyai melontarkan untuk mendirikan Islamic Centre. Dan Bupati Suko Martono pun cepat tanggap. Bersama Pak Rusmin, gagasan Islamic Centre pun segera diwujudkan. Trio inilah yang meletakkan dasar dasar pemikiran tentang Islamic Centre. Setelah 24 tahun problematikanya pun pasti berbeda, tapi essensinya tetap sama, yakni bagaimana memberi pendampingan pada umat untuk hidup lebih baik dan lebih beradab.

Tibyan: Di dalam lingkungan Islamic orang bisa saja khusuk berzikir, bertasbih, beribadah dan melakukan hal hal positif sesuai moralitas Islam. Tapi selangkah saja diluar pagar Islamic kemaksiatan ada dimana mana?

Kiyai Amin Noer : Inilah tantangan dakwah. Hendaknya, Islamic itu tidak sekadar memberi kekhusuan di dalam lingkungannya sendiri. Tapi bagaimana juga menjangkau wilayah di sekitarnya. Jadi tidak sekadar memperkuat basis dalam rumahnya, tapi bisa juga member sinar kedamaian pada lembaga-lemaba, institusi institusi di sekitarnya. Ini memang “pr” yang harus terus diperjuangkan.

Tibyan: Tapi pak Kiyai, heterogenitas umat pun tampaknya menjadi pertimbangan untuk pergerakan Islamic dalam berdakwah.

Kiyai Amin Noer : Memang. Islamic juga hendaknya memperkuat terus komitmennya sebagai lembaga pemersatu. Kita sadar, dilingkungan kita telah berkembang  aneka warna warni pemikiran keberagamaan. Ada yang begini, ada yang begitu. Kesannya berbeda. Tapi sebetulnya tidak.  Karena itu, seharusnya di sisi ini Islamic memberi ruang yang lebih luas lagi, agar semua perbedaan itu bisa cair di sini. Sesuai misinya, Islamic bisa tampil menjadi pemersatu di tengah perbedaan itu.

Tibyan : Apa yang dapat pak Kiyai sampaikan untuk Islamic Centre menyongsong tantangan dakwah yang makin kompleks?

Kiyai Amin Noer : Begini ya. Islamic ini kan sebuah lembaga. Ada organisasi di dalamnya. Ada orang orang yang mengelolanya. Ada aturan dan ketentuan ketentuannya yang ditetapkan sebagai pedoman kerja. Bahkan ada program kerja yang ditetapkan, jangka pendek dan jangka panjang. Selagi hal hal ini diikuti dan dipatuhi, seberat apapun pekerjaan akan menjadi ringan. Apalagi tugas dakwah yang dijalani dengan ikhlas, pasti Allah akan membantu menyempurnakannya. Jadi kuncinya adalah perkuat organisasi dan ikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Tibyan : Saya ingat, Al Magfurlah (KH Noer Alie-red) pernah membriefing kami tentang berorganisasi dakwah. Pertama kekompakan, kedua hidup hidupilah organisiasi tapi jangan cari hidup dari organisasi. Menurut Pak Kiyai masih relevan kah?

Kiyai Amin Noer. Iya,  kompak itu utama. Tentunya dalam bingkai organisasi. Ada struktur. Fungsikan setiap struktur organisasi dengan sebaik banyknya. Dengan cara ini pasti lahir kekompakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Juga tidak mengeksploitasi organisasi untuk memperkaya diri secara tidak benar. Ini artinya tidak boleh korupsi dan sejenisnya. Pesan pesan moral itu sesungguhnya masih berlalu, tergantung bagaimana kita menafsirkannya secara luas dan terbuka. (Abu Bagus)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Foto : google

Rihlah

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dilepaskan dari dimensi perjalanan kemanusiaan pada aspek spiritual dan sosial untuk bisa dijadikan pelajaran dan tun tun an dalam menghadapi persoalan kehidupan. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang sarat dengan pengamalan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ka'bah merupakan simbol persatuan dan kesatuan umat, juga mengandung makna eksistensi kemanusiaan. Misalnya, di dalam Ka'bah terdapat Hijr Ismail, putra Nabi Ibrahim AS pernah hidup dalam suka dan duka bersama ibunda Siti Hajar pada saat ditinggal ayahandanya. Siti Hajar adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang terhadap anaknya, sertsa memiliki keimanan kokoh, ketenangan batin, dan keluhuran budi.

Ia adalah wanita kulit hitam, miskin, bahkan budak. Namun demikian, budak wanita ini ditempatkan Allah SWT di sana untuk menjadi pelajaran bahwa Allah memberikan kedudukan kepada seseorang bukan karena keturunan atau status sosialnya, melainkan karena ketakwaan kepada Allah SWT dan usaha untuk hijrah dari kejahatan menuju ke baik an, dari keterbelakangan menuju peradaban.

Makna ibadah haji sungguh-sungguh memberikan pelajar an luar biasa atas perjalanan spiritualitas kemanusiaan hamba Allah dalam mengharap ridha Allah SWT dan meraih cin ta-Nya. Pertama, sikap totalitas dalam beribadah lillaah ta'ala. Setiap ibadah menuntut adanya totalitas kepasrahan dan kepatuhan.

Inilah yang disebut ibadah ikhlas dan pasrah yang jauh dari riya (agar dilihat orang lain), sum'ah (agar didengar orang lain), sehingga bukan hanya lillaah ta'ala melainkan juga billaah ta'ala. Tidak ada seorang ulama pun tidak bersepakat bahwa apa yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar terhadap Ismail merupakan bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Allah SWT.

Kedua, sikap selalu ingin dekat dengan Allah SWT. Inti ibadah adalah menguji kesabaran dan sejauh mana segala pola pikir dan pola tindak manusia benar-benar sejalan dengan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan- Nya. Karakter manusia yang dekat dengan Allah SWT ada lah manusia yang sanggup melaksanakan segala pe rin tah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ketulusan hati untuk melaksanakan ibadah itu tanpa ragu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketiga, sikap keberanian menanggung risiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT, melebihi ke cintaan kepada yang lainnya. Harta, takhta, dan jabatan atau kedudukan, bahkan jiwa ini sekalipun, tidak ada artinya jika mahabbah atau rasa cinta abadi kepada Allah hadir di relung hati manusia.

Keempat, sikap melepaskan dan memerdekakan diri dari sifat dan sikap buruk manusia. Ibadah kurban me ngan dung makna agar umat Islam dalam kehidupannya selalu membuang jauh-jauh atau membunuh sifat-sifat binatang yang bersarang dalam dirinya. Karakter dominan dari binatang adalah tidak memiliki rasa kebersamaan atau per satuan dan kesatuan, hanya mementingkan isi perut (kenyang), serta tidak mengenal aturan, norma, dan etika. Berkurban berarti menahan diri dan berjuang melawan godaan egoisme. Walahu'alam.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID, Bekasi - Kajian tentang Al-Qur`an dan tafsirnya selalu menarik karena karakternya yang dinamis dan bahkan keajaiban Al-Qur`an tidak pernah habis. Demikian disampaikan Dr. Muchlis M Hanafi, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an (LPMQ) Kementerian Agama RI & Direktur Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ) Jakarta pada acara kuliah perdana Pesantren Tinggi Attaqwa sekaligus kegiatan sosialisasi perkembangan izin pendirian Ma’haad Ali Attaqwa KH Noer Alie, Selasa 16 Juli 2019.

Mengutip pendapat imam Al Ghazali, Muclish Hanafi menjelaskan Alquran itu laksana lautan yang tidak bertepi (bahrun lâ sâhila lahu). Seberapa pun banyaknya usaha dan umur yang dihabiskan untuk menyelaminya, lautan Al-Qur`an tak akan pernah habis. Pada akhirnya, seperti kata al-Zarkasyi dalam al-Burhân fî `Ulûm al-Qur`ân, al-shinâ`atu thawîlah wal `umru qashîr (pekerjaan membutuhkan waktu panjang, sementara umur manusia pendek).

Al-Qur`an petunjuk bagi manusia sepanjang masa, di mana pun berada. Caranya, “Ajak dan persilakan Al-Qur`an berbicara, menjawab tantangan zamannya” (Dzâlikal kitâib fastanthiqûh). Diperlukan metode pembacaan yang sejalan dengan perkembangan zaman. ‘Membaca’ Al-Qur`an melalui produk pemikiran masa lalu berarti menjadi “generasi yang terlambat lahir”. 

Al-Qur`an terbuka untuk didekati dengan berbagai metode dan pendekatan baru. Diperlukan tajdid pemahaman, baik dari segi metode maupun substansi.

‘Tajdid’ menjadi keharusan jika dilihat dari tiga hal; pertama, karakter pikiran manusia yang selalu menginginkan perubahan; kedua, karakteristik ajaran Islam sebagai penutup semua agama dan bersifat universal, elastis dan akomodatif terhadap segala perkembangan tanpa harus kehilangan jati diri (antara tsabât dan murûnah), dan ;  ketiga, kemajuan pesat di bidang industri, teknologi dan informasi menuntut apresiasi umat Islam sebagai bagian dari masyarakat dunia. (lihat, M. Iqbal, Tajdîd al-Tafkîr al-Dîniy fi al-Islâm, edisi Arab, hal. 3, 13, 21).

Tajdid berarti memperbaharui pemahaman keagamaan dengan cara pandang kekinian yang berasaskan kaidah keilmuan dalam tradisi Islam. Karena itu, kegiatan pengkajian Alquran yang semakin berkembang saat ini adalah bentuk pengkajian dan pendalaman ilmu Alquran yang terus berkembang. (*)

TIBYAN.ID, SUNGAILIAT - Petugas Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Gazali, mengimbau seluruh jamaah calon haji memperbanyak minum karena cuaca di Tanah Suci mencapai 45 derajat Celsius.

"Dari informasi yang kami dapatkan, cuaca di tanah suci Makkah saat ini mencapai 45 derajat Celsius," kata Gazali di Sungailiat, Selasa (9/7).

Tingginya cuaca di Tanah Suci itu dapat menjadi penyebab dehidrasi atau kekurangan cairan air dalam tubuh. Jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka yang berjumlah 283 orang akan menempati pemondokan di Raudah atau sektor empat yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari Masjid al-Haram.

"Saya ingatkan jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang tujuh bersama dengan sejumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Bangka Tengah, hendaknya mengutamakan kesehatan," katanya.

Kesehatan seluruh jamaah calon haji menjadi penting dilakukan karena selain ibadah ini membutuhkan fisik yang kuat, cuaca di tanah suci Makkah dalam kondisi cukup panas. "Saya sarankan berkoordinasi dengan petugas pendamping haji jika mengalami kendala termasuk masalah kesehatan terutama pada saat puncak pelaksanaan ibadah haji," kata Gazali.

 


Sumber : Ihram

Foto : Netralnews

Health

TIBYAN.ID, Jakarta - Bagi jemaah haji, bertandang ke Tanah Suci bisa jadi satu kesempatan untuk bertemu unta, hewan berpunuk yang berasal dari Timur Tengah. Namun, jamaah masih dihimbau untuk menjauhi binatang tersebut karena unta berpotensi membawa virus MERS-CoV atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus.

"Berkaitan dengan potensi penyakit, (yang harus diwaspadai-red) itu MERS-CoV jadi jangan dekat-dekat dengan unta karena memiliki potensi penularan," sebut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka, kepada detikHealth, Selasa (2/7/2019).

dr Eka menambahkan, hal ini tidak hanya berlaku pada unta saja tetapi juga binatang lain yang hidup di lingkungan yang sama. Selalu batasi diri dan jaga jarak aman.

"Tapi kalau daging untanya sih nggak masalah kan sudah dimasak," candanya.

Pada kesempatan lain, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk melakukan antisipasi penularan MERS-CoV.

"Kami sudah berbicara dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan mereka mengerti hal itu. Jadi selama nanti pelaksanaan haji mereka akan memperhatikannya," kata Menkes.

"Nah dari kita saya mengimbau jangan dekat-dekat unta, nggak usah foto-foto sama unta," tutupnya.

 

Sumber : detikHealth

foto : KVUE.com

Wawasan

TIBYAN.ID - Oleh : Pundra Rengga Andhita, Pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

Nicole and I thought this was a great opportunity to organically introduce an LGBTQ couple in the series, and we asked Hasbro and they approved it.’’ (Michael Vogel).

Itulah pernyataan yang diungkapkan penulis dan produser, Michael Vogel menjelang beredarnya episode The Last Crusade dari film kartun My Little Pony: Friendship is Magic.

Sebuah film yang mengisahkan pertemanan enam karakter perempuan, produksi Hasbro Studios Amerika Serikat. Seperti dilansir situs daring People, episode ini memperkenalkan Aunt Holiday and Auntie Lofty sebagai pasangan lesbian yang merawat karakter Scootaloo.

Popularitas telah mendorong distribusi film ini menjadi semakin meluas di berbagai pasar internasional. Seiring perkembangan internet, My Little Pony dapat ditonton tidak hanya melalui layar televisi, tetapi juga situs daring, seperti Youtubedan lainnya.

Di Indonesia, film ini sudah mulai tayang sejak tahun 2016 melalui salah satu televisi nasional. Tampilan visual yang didominasi warna pastel berhasil melahirkan interaksi intens antara anak-anak dan tayangan ini.

Film kartun memang telah menjadi bagian panjang dari perjalanan sinematografi. Pada era modern, film kartun kerap menjadi pilihan orang tua untuk ditontonkan ke anak, baik itu batita, balita, maupun usia lanjutnya.

Tidak sedikit orang tua yang memberikan akses televisi atau gawai untuk anak guna mengakses film kartun. Niatnya mungkin baik, hendak memberikan hiburan atau sekadar pengalih perhatian bagi anaknya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ghilzai, Alam, Ahmad, Shaukat, dan Noor (2017), ada tiga hal yang didapatkan anak-anak dengan menonton film kartun, yakni kesenangan (41 persen), tindakan (23 persen), dan belajar (17 persen).

Ya, film kartun memang tidak hanya menyajikan fungsi hiburan, tetapi juga informasi dan edukasi. Film kartun bisa menjadi salah satu medium pembelajaran sosial yang efektif bagi anak.

Namun, yang menjadi persoalan adalah muatan pesan apa yang terdapat dalam film tersebut. Ini penting karena anak merupakan plagiator yang baik.

Pesan yang disampaikan melalui film kartun bisa dengan mudah diterima oleh anak tanpa mempertimbangkan layak dan tidaknya. Semakin tinggi intensitas menonton maka semakin besar peluang mereka untuk mengingat pesan dalam film tersebut.

Nantinya, ingatan ini tidak mengendap sementara. Ingatan akan melekat seiring perkembangan usia dan menjadi acuan mereka untuk melihat kehidupan nyata seperti apa yang ada dalam film. Ini yang perlu menjadi perhatian.

Film bukan hanya menyajikan unsur sinematik melainkan juga unsur naratif yang memuat pesan tertentu. Muatan pesan sering kali terkait dengan kepentingan yang ingin disampaikan pembuatnya.

Advertisement

Upcoming Events