12
Wed, Aug

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, kapal besar bernama Indonesia saat ini telah goyang dan hampir mengalami karam.

Hal tersebut disampaikan oleh Din saat berkumpul dengan aktivis dan para alim ulama di RM Gudeg Kendil Mas, Jalan Raya Fatmawati No. 76, Jakarta pada Minggu (2/8/2020).

“Bahwa telah terjadi pertemuan pikiran, perasaan dan hati nurani. Telah terjadi pertemuan pikiran, perasaan dan hati nurani diantara kita. Meeting of mine, bahwa kita bersetuju dan bersepakat kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Maka perlu anak-anak bangsa bangkit bersama untuk penyelamatan,” kata Din.

Din melanjutkan, menyelematkan Indonesia adalah menyelamatkan jutaan mulut yang butuh makan lantaran mereka saat ini hampir tidak lagi mempunyai apa pun untuk dimakan.

“Menyelematkan Indonesia adalah menyelamatkan jutaan keluarga yang menderita karena kepala keluarga terpaksa berhenti bekerja dan harus berada di rumah, sementara kebutuhan bersama keluarga sangat tergantung kepada penghasilan hari itu,” tegas Din.

Menyelematkan Indonesia, lanjut Din, adalah menyelamatkan jutaan anak-anak bangsa generasi masa depan yang tidak dapat belajar secara normal.

“Karena harus belajar secara daring sementara mereka kekurangan bahkan ketiadaan pulsa dan negara tidak hadir untuk melindungi dan membantu mereka,” sindir Din.

Din menambahkan, menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan bangsa ini dari praktek korupsi kolusi nepotisme yang masih merajalela bahkan lingkaran terdekat oleh kekuasaan itu sendiri.

“Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan negara besar ini dari oligarki, kleptokarasi, politik dinasti yang bahkan dengan segala keangkuhan melabrak UU yang sudah ada dan melanggar konstitusi UUD 1945,” tandas Din.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menegaskan, kiblat bangsa Indonesia saat ini juga telah melenceng jauh.

“Bahwa cita-cita nasional telah dikangkangi dan dibangkangi,” ungkap Din.

Oleh karena itu, lanjut Din, menyelwmatkan Indonesia adalah meluruskan kiblat bangsa kembali kepada Pancasila dan UUD 1945.

“Sebagaimana yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa dari founding fathers and mothers of nation,” tandas Din.

Untuk diketahui, belasan tokoh bangsa mengadakan pertemuan dengan agenda mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI).

Adapun sejumlah tokoh- tokoh yang hadir tersebut antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, M. Din Syamsuddin, Rochmat Wahab, Abdullah Hehamahua, dan Kwik Kian Gie,

Kemudian Bachtiar Chamsyah, MS. Kaban, Said Didu, Muhammad Sidik, Anthony Budiawan, Ichsanuddin Noorsy, Muchsin Al-Atas, M. Hatta Taliwang, Mirah Sumirat, Tedjo Edhy, dan Edwin Soekowati. (*)

 

Sumber:Eramuslim

Tifatul Sembiring/Foto: dok. PKS

Hot Issue

TIBYAN.ID - Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut penyebaran isu kue klepon tidak islami, sama persis dengan cara PKI memojokkan Islam dan ulama pada tahun 1960-an.
 
“Dilihat modusnya, isu “Kelepon Islami” itu persis cara propaganda pki memojokkan Islam & Ulama dari zaman baheula,” kata Tifatul melalui akun Twitternya.
 
Mantan Presiden PKS itu menyebut, konten yang menyebut kue klepon tidak islami seolah-olah dibuat oleh umat Islam. Padahal konten tersebut buatan komunis.
 
“Seolah konten dibuat kalangan Islam, padahal pihak komunis yang memproduksinya. Agar bisa mengolok, membully Islam & Ulama. Gampang dibaca. Setuju Lur?,” tambah Tifatul.
 
Dulu, kata Tifatul, PKI fitnah Santri dan ulama. Fitnah itu disebar secara masif oleh kader PKI. Akhirnya para ulama dan Santri dibantai.
 
“Sekarang: Bikin konten Isu Kelepon –> Dibuzzer masif pertama oleh kalangan “yg kita tahu siapa” –> Islam diolok-olok & dibully oleh “mereka-mereka juga”. Bisa lihat pola yang sama kan?,” cetus Tifatul, Rabu (22/7/2020).
 
postinga-kue-klepon-tidak-islam-menghebohkan-jagat-maya-selasa_200721212934-429.jpg
Postingan kue klepon tidak Islam menghebohkan jagat maya, Selasa (21/7) - (Dok Istimewa)
 
“Apakah “kelepon” ini semacam pengalihan isu pihak-pihak tertentu yang sedang marak akhir-akhir ini? Kira-kira apa ya isu yang mau “ditutupi” dan “dialihkan” dengan isu “kelepon” ini?,” tanya Tifatul.
 
Cuitan soal klepon tidak islami sempat trending topic di Twitter Indonesia pada Selasa malam (21/7).
 
Konten yang menyebut klepon tidak islami disebar oleh oknum yang mengaku sebagai Abu Ikhwan Aziz. Tapi alama toko itu tidak jelas dan tidak ditemukan di internet.
 
“Ada yang nemu toko Abu Ikhwan Aziz yang bilang klepon nggak islami? Nyari tokonya nggak nemu, di maps nggak ada, fb nggak ada, websitenya nggak ada,” kata Ridwan Hanif.
 
“Akun ig ada personal, baru jadi hari ini. Katanya jualan kurma, niat jualan nggak sih?,” tambah Ridwan Hanif.
 
 
Sumber: Geloranews

Photo: Leah Millis

Hot Issue

TIBYAN.ID – Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden menyampaikan pidato ke Million Muslim Votes yang digelar Emgage Action, organisasi Muslim terbesar di AS. Dalam pidatonya, Biden mengutip hadits Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan dirinya bakal mencabut larangan kunjungan bagi warga Muslim yang disahkan Donald Trump jika dia terpilih sebagai presiden.

Biden juga memuji Islam sebagai “salah satu agama agung yang mengedapankan pengakuan.” Biden mengatakan kepada para peserta Million Muslim Votes bahwa ia berharap sekolah-sekolah AS mengajarkan lebih banyak tentang Islam.

“Salah satu hal yang saya pikir penting, saya berharap kita mengajarkan lebih banyak tentang Islam di sekolah kita,” katanya, menyalahkan Presiden Trump karena mengipasi api kebencian, dilansir dari Yeni Safak, Selasa (21/7/2020).

“Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits memerintahkan: Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lidahnya. Dan apabila tidak mampu lagi, maka dengan hatinya,” kata Joe Biden mengutip hadits riwayat Muslim.

Pemimpin 77 tahun itu juga berjanji untuk mencabut larangan bepergian yang diterapkan pemerintahan Trump selama tiga tahun terhadap negara-negara mayoritas Muslim. Biden juga menyebut kebijakan tersebut sebagai “perbuatan keji.”

“Jika saya mendapat kehormatan menjadi presiden, saya akan mengakhiri larangan Muslim pada hari pertama, hari pertama,” kata Biden.

“Umat Muslim adalah yang pertama kali merasakan ‘serangan rasis’ Donald Trump terhadap komunitas Hitam dan Coklat di negara ini dengan larangan Muslimnya yang keji,” tambah Biden.

Beberapa pejabat terpilih Muslim Amerika mendukung Joe Biden sebagai presiden dalam sebuah surat yang diorganisir oleh Emgage Action sebelum pertemuan onlineAl Jazeera melaporkan.

Di antara mereka yang menandatangani surat itu adalah Anggota DPR dari Minnesota Ilhan Omar, Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison dan Anggota DPR Indiana Andre Carson. Semua anggota DPR yang menandatangani surat adalah Demokrat. []

SUMBER: ISLAMPOS | YENI SAFAK

foto: Rapat Lazismu untuk menetapkan syarat pijaman.

Aktual

TIBYAN.ID, Rawalumbu - Meski usia LAZISMU, Rawalumbu berumur setahun jagung tapi sudah siap menyalurkan Dana bantuan modal bagi fakir miskin.

Lazismu Rawalumbu dibentuk pertengah Mei lalu persisnya dua pekan sebelum lebaran, tapi mereka sudah siap melakukan pembinaan terhadap fakir miskin agar bisa punya usaha.

Hal itu terungkap saat berlangsung rapat pengurus LAZISMU di kantor PCM Rawalumbu, kota Bekasi selasa malam 4 Agustus.

Rapat itu untuk merumuskan tentang syarat syarat bagi fakir miskin yang akan mendapat bantuan modal usaha. Setiap Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dipersilahkan mengajukan calon yang akan mendapat bantuan modal.

"Jika memenuhi syarat sesuai ketentuan yang telah dibuat Lazismu akan diberikan bantuan tanpa birokrasi yang berbelit" Kata Katua LAZISMU Rawalumbu ustadz Hasbi.

Kita punya dana untuk membantu fakir miskin bagi yang mau berusaha. Tidak besar, tapi untuk modal usaha kecil seperti nasi uduk bisalah kita bantu, tuturnya merendah.

Sementara, Ikhwan, sekretaris Lazismu Rawalumbu mengungkapkan bantuan itu dimaksud untuk melakukan pembinaan kepada fakir miskin agar bisa berusaha. Merubah krakter mereka yang dari berfikir jadi pengemis menjadi memiliki usaha sendiri meski jual nasi uduk atau jualan kue dan makanan lain. (imran)

Foto: Sisa-sisa ledakan besar Beirut, Lebanon (AFP/STR)

Aktual

Beirut - Dua ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon, menewaskan sedikitnya 73 orang dan ribuan lainnya luka-luka. Ledakan mengguncang bangunan-bangunan dan menyebabkan kepanikan serta kekacauan di ibukota Lebanon.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/8/2020) ledakan kedua menyebabkan seperti bola api oranye besar ke langit, meratakan sisi pelabuhan dan menimbulkan gelombang kejut seperti tornado di seluruh kota, menghancurkan jendela-jendela yang jauhnya beberapa kilometer.

Orang-orang mengalami luka dan linglung tersandung di antara puing-puing, pecahan kaca, dan gedung-gedung yang terbakar di Beirut. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka.

Seorang tentara di pelabuhan, tempat dimana orang-orang mencari kerabatnya yang hilang, mengatakan kepada AFP: "Ini adalah bencana. Ada mayat di tanah. Ambulans masih mengangkat orang tewas."

Ledakan itu terdengar di seluruh negara kecil dan hingga ke timur Siprus, 240 kilometer (150 mil) jauhnya.

"Itu seperti bom atom," kata Makrouhie Yerganian, seorang pensiunan guru sekolah berusia 70-an tahun yang telah tinggal di dekat pelabuhan selama beberapa dekade.

"Saya sudah mengalami segalanya, tetapi tidak pernah seperti ini sebelumnya," bahkan selama perang saudara 1975-1990 di negara itu, katanya. "Semua bangunan di sekitar sini runtuh."

Pamannya yang berusia 91 tahun, yang tinggal di gedung yang sama, terluka dalam ledakan itu dan kemudian meninggal.

Penyebab ledakan itu belum diketahui, tetapi seorang pejabat tinggi, Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim, mengatakan bahan peledak yang disita telah disimpan di pelabuhan kota.

"Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun yang lalu, dan tampaknya itu adalah bahan yang sangat eksplosif," katanya.

Presiden Libanon Michel Aoun menyebut pertemuan mendesak dewan pertahanan nasional, yang menyatakan Beirut sebagai zona bencana, sementara Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan hari Rabu sebagai hari berkabung.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban," kata Diab. "Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan membayar harganya."

 

Sumber: Detik

Foto: Ledakan besar di Beirut, Lebanon (AFP/STR)

Aktual

TIBYAN.ID, Beirut - Ledakan besar yang mengguncang BeirutLebanon, menimbulkan puluhan orang tewas. Sementara itu, ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2020), dua ledakan yang mengguncang Beirut menewaskan 27 orang dan 2.500 lainnya terluka, menurut "perkiraan awal" yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan Hamad Hassan.

"Ini adalah bencana dalam setiap arti kata," kata Hamad Hassan dalam sebuah wawancara dengan beberapa saluran televisi saat mengunjungi sebuah rumah sakit di Ibu Kota Lebanon.

Sementara itu, masih dilansir dari AFP, ledakan besar Beirut diduga disebabkan oleh bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota, kata Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim.

"Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu, dan tampaknya itu adalah material yang sangat mudah meledak," kata Abbas, seraya menambahkan bahwa akan melakukan penyelidikan terkait ledakan.

Sebelumnya diberitakan sebuah ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. Ledakan menggetarkan gedung-gedung, menghancurkan jendela-jendela, dan menimbulkan kepulan asap besar ke langit.

Laporan media Lebanon menampilkan gambar orang-orang yang terperangkap di bawah puing-puing, beberapa berlumuran darah, setelah adanya ledakan besar. Penyebab ledakan belum diketahui.

Ledakan besar itu terjadi di daerah pelabuhan di Beirut. Ledakan terasa di sebagian besar kota dan beberapa distrik di Beirut mengalami listrik padam.

 

Sumber : Detik.com

Foto : DR KH Aiz Muhajirin(TIBYAN/Yazid)

Wawancara

TIBYAN.ID - DR KH Aiz Muhajirin, putra bungsu KH Muhajirin, kini menjadi pemegang tampuk masa depan pesantren An Nida Al Islamiy yang dibangun KH Muhajirin ayahnya. Bersama Uminya yang sudah sepuh, Aiz kini menjadi orangtua ratusan santri yang mukim. Kepada tibyan.id Aiz hanya berujar singkat; “saya mendapat amanat meneruskan tanggungjawab dari orangtua dan keluarga,” begitu katanya.

tibyan.id : Sebagai pesantren yang ada di tengah kota, An Nida Al Islamiy tampaknya menjadi semakin terhimput oleh pertumbuhan kota. Baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kehidupan. Bagaimana An Nida akan bisa terus bertahan di masa yang akan datang?

Aiz Muhajirin: Tidak mudah memang mengelola dan mengurusi santri di tengah tengah kota. Selalu ada saja gemerlap kota yang terdengar dan terlihat sampai ke dalam pondok. Karena itu secara opersonal Pondok menertibkan struktur pengelolaannya. Ada lurah pondok. Dia yang sehari hari berinteraksi dan mengurusi persoalan santri pondok. Dibawah lurah ada ketua ketua asrama. Mereka saling berkordinasi mengenai keberadaan siswa satu persatu. Detail dan harus tegas.

Lalu lalang siswa, keluar masuk asrama, bagaimana bisa diawasinya?

Ya. Perizinan santri itu diberikan oleh pengurus asrama. Security mengizinkan keluar atau tidak tergantung perizinannya itu. Security kita siap siaga selama 24 jam. Namun, baik security maupun petugas asrama, semua memakai pendekatan kependidikan.

Ada istilah lama, pondok itu ibaratnya penjara suci

Saya dan pengurus terus mengevaluasi pendekatan yang kita pakai. Kita gak bisa lagi menerapkan aturan secara kaku. Kita pertinggi pendekatan kemanusiaannya. Ini seninya. Bagaimana disiplin tetap berjalan tapi pendekatannya tetap humanis. Ini tantangannya.

Pesantren di tengah kota seringkali terancam oleh godaan mall yang menjamur disekitarnya. Bioskop. Atau aneka gemerlap kota. Sulit juga mengendalikan santri yang umumnya anak anak remaja yang sedang seneng senengnya bermain.

Mall dan bioskop sudah bukan lagi tantangan apalagi ancaman. Anak anak sudah tidak lagi seneng bermain di mall. Tapi gadget, permainan games atau warnet. Ini justru yang menjadi ancaman. Kalau kurang hati hati kita bisa ditinggal anak anak. Tapi terlalu keras melarangnya anak anak juga bisa kabur. Jadi itu, bagaimana pengelola asrama menjadi petugas yang memang mereka butuhkan. Ini gak gampang memang.

Di Annida, pondokan santri dengan sekolah formalnya agak jauh. Dari Jalan Juanda ke Kampung Mede. Dalam perjalanan apa tidak terjadi distorsi?

Ini memang unik. Kalau pagi, siswa fokus ke sekolah. Dari Asrama biasanya terus segera ke sekolahnya. Karena mereka takut terlambat. Jadi perginya aman aman saja. Pulangnya ini ada juga terjadi gangguan. Ya gangguan kecil. Kadang mampir dulu, ada saja kebutuhan. Entah beli makanan untuk kebutuhan buka puasa. Ada beli kebutuhan harian di asrama. Namun tetap pihak asrama dan security memonitornya. Karena menjelang ashar mereka sudah diabsen lagi. Saat itu semua harus sudah siap sholat ashar di masjid.

Annida itu dulu dikenal sebagai pesantren salaf. Bisa jadi itu karena kiyainya yang banyak menulis hadits bahkan buku tasawuf. Sekarang apa masih di jalur itu kiyai?

Kami mengembangkan pendidikan sesuai dengan perkembangan jaman. Ada sekolah umum, yakni Tsanawiyah dan Aliyah. Itu di kampus 2 yang di Kampung Mede. Di kampus 3 insya Alloh akan difokuskan pada sekolah kejuruan. Ini adalah sekolah sekolah yang didirikan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Lalu bagaimana dengan ciri khasnya sebagai pesantren, mereka yang sekolah bisa mondok di sini, yakni di kampus I di Jl Juanda. Mereka mondok disini dengan mengikuti program pesantren khusus. Berbagai kitab agama dibahas di sini.

Perimbangannya lebih banyak yang mana antara siswa yang mondok dengan yang tidak?

Ya, jelas yang mondok lebih sedikit. Tapi mereka disini mengikuti program pondok dengan membaca kitab kitab kuning, termasuk kitab kitab yang ditulis Syeikh Muhajirin.

Kalau dominan pada sekolah sekolah umum dan kejuruan, bisa jadi lama lama Annida akan meninggalkan tradisi pesantren?

Bukan begitu. Sebuah sekolah membina sesuai dengan bakat dan minat santrinya. Tidak semua siswa bisa dekati sebagai calon kiyai yang belajar kitab kuning dan ilmu ilmu agama. Karena tidak semua punya kapasitas menjadi kiyai. Tapi tentunya ada yang mampu, punya kapasitas dan memang berminat jadi kiyai. Dan mereka inilah yang diberikan haknya, tinggal di pondok, usai melakukan kegiatan sekolah mereka mendalami kitab kitab khusus. Untuk siswa yang jenjang Tsanawiyah dan Aliyah, kitab kitab mereka fokus pada satu mazhab fiqh, yakni Syafiiyah.

Saat ini lebih dari 300 siswa yang mengikuti program pondok ini. Untuk yang lanjutan, yakni yang sudah tingkat sekolah tinggi, mereka mendalami 4 mazhab fikh. Ini kajian yang lebih mendalam. Mereka inilah yang akan menjadi ulama dan kiyai. Mengapa Annida juga lebih banyak pada sekolah umum seperti Tsanawiyah dan Aliyah dan akan dibangun kejuruan, karena kebutuhan real. Mereka butuh lanjutan untuk kuliah dibidang yang sesuai kebutuhan jaman. Atau mereka butuh segera bisa akses ke lapangan kerja.

Program khusus Marhalah Al Ulya sudat jadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ?

Betul. Inilah yang saya maksud penyesuaian dengan tuntutan zaman. Ketika kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan, maka kita perlu berkorban. Kita mengikuti ketentuan legal untuk sebuah sekolah tinggi. Namun, sebagai program takhassus kajian empat mazhab dan kitab kuningnya terus. Yakni buat mereka yang mondok dan tidak pada mahasiswa yang tidak mondok. (abubagus)

TIBYAN. ID – Satu dari sedikit orang yang pertama mendampingi Arifin Ilham mengadakan zikir jama,ie adalah H Khotib Kholil, ketua ikatan warga Mampang Indah 2. Saat itu tahun 1997 dari beberapa lokasi terbatas, mereka berzikir berpindah pindah sesuai jadwal. Selain Khotib ada juga nama Aminulloh Thoyyib Nafis ketua Masjid Amru Bittaqwa dan ada juga Ust Abdul Syukur. Bahkan ustad Abdul Syukurlah yang mensosialisasikan jadwal zikir itu ke republika dengan mengantarnya sendiri. 
 
Khotib Kholil memang telah dipersiapkan matang oleh Arifin Ilham. Sejak sebelum “kepergiannya”, Khotib telah diangkat menjadi Ketua Yayasan Azzikra. Seakan melakukan kaderisasi, Arifin Ilham terus menuangkan ide, gagasan, rencana dan bahkan mimpi mimpinya tentang Azzikra kepada Khotib. Dan Khotib pun menjadi tak banyak kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai ketua Yayasan. 
 
Kini sepeninggal Murobbi (panggilan buat Almarhum Arifin Ilham), Khotib merasa terguncang. Tugas ini terlalu besar, bebannya pun teramat berat. Kalau kemarin bisa berbagi, misalnya yang mikir adalah Arifin Ilham yang mengeksekusi Khotib. Kini Khotib mengaku harus kerja ekstra. 
 
Pekan silam, Amin Idris dari Tibyan.id sempat bersilaturrahmi ke Azzikra, diterima ketua Yayasan Azzikro, H Khotib Kholil yang didampingi HM Jais S.Sy,M.E Kabag Marketing Yayasan. Berikut petikan perbincangan;
 
Delapan bulan sudah kepergian KH Arifin Ilham. Suasana duka dan luka hati karena kehilangan sudah mulai terobati tampaknya?
 
H Khotib Kholil: Meski besar cinta kami kepada Murobbi, ya kami harus bisa merelakannya. Namun yang terasa sebagai amanat, sebagai wasiat, sebagai tugas adalah meneruskan peninggalan yang telah dirintisnya. Azzikra adalah warisan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Azzikra harus berkembang meski telah ditinggal pendirinya. 
 
Ukuran paling sederhana adalah jamaah. Bagaimana dengan jamaah Zikir Akbar, ritual bulanan yang biasanya dihadiri ribuan jamaah dan sampai menutup parkiran ke depan Bellanova? Apa yang kami lihat saat ini sih tak sebanyak dulu lagi?
 
Sejujurnya, Zikir Akbar memang berkurang jamaahnya. Penurunannya hamper sekitar 30 atau 40 persen. Itu hal yang wajar karena selama ini mereka datang dan berzikir bersama sang Murobbi. Dari berbagai penjuru negeri, dari kota kota yang jauh mereka mencari berkah zikir bersama Arifin Ilham. Kini ketika beliau telah tiada, maka jamaah dari luar kota memang yang paling banyak mengalami penurunan.
 
Tapi, Zikir Akbar itu tetap dilaksanakan rutin setiap bulan ?
 
Oh ya tentunya. Jadwal rutin tidak berubah, terus dilakukan tidak terputus. 
 
Adakah perbedaan pelaksanaannya setelah Murobbi tiada?
 
Zikir Akbar saat ini dipimpin duet Ustad Abdul Syukur dengan putra beliau, yakni Ustad Alfin dan Ustad Amer kakak beradik putra Arifin Ilham. Seringkali mereka bertiga yang menggelar zikir. 
 
Kharismanya tentu tidak sama dengan saat dibimbing Murobbi?
 
Ya pastinya begitu. Bagi Azzikra ini adalah tadribat untuk Alfin dan Amer. Namun dengan pendampingan Ustad Abdul Syukur, insya Alloh kharisma zikirnya masih dapat. Karena Ustad Abdul Syukur memang orang yang dikader sejak pertama. Beliau mendapingi sejak hari pertama zikir jama’ie KH Arifin Ilham.
 
Untuk penyesuaian, Azzikra pun mengubah formasi Zikir itu. Yakni setiap bulan kami mendatangkan tokoh tokoh besar. Misalnya Aa Gym, KH Didin Hafiduddin, Ustad Adhi Hidayat, KH Abdul Shomad dan berbagai tokoh besar lainnya. Mereka kami undang, tentunya bersama pencinta beliau yang akan ikut hadir. Jadi, kalau selama ini Zikir Akbar itu mengandalkan kharisma Murobbi, kini kita membawa kharisma ulama, kiyai atau tokoh yang kami undang sambil membangun dan melatih kharisma kader yang sedang dipersiapkan.
 
Di sisi lain, perubahan tampak juga di segmentasi jamaah. Kalau sebelumnya, bersama Murobbi jamaahnya serentak, seusia, dengan seragam putih putih semerbak, kebanyakan adalah orang tua, kini kebanyakan generasi millennial, anak anak muda, dengan penampilan yang sedikit berbeda dengan generasi awal jamaah Zikir Akbar. Itualh sebuah proses perubahan yang sedang terjadi.
 
Selain Zikir Akbar peninggalan Murobbi yang masih dilestarikan ?
 
Kultur yang dibangun di Sentul ini adalah peradaban. Lihat saja, tradisi itu masih terus pertahankan bahkan dikembangkan. Misalnya Kampung Sunnah, tradisi memanah, berkuda, cara berpakaian dan sebagainya.  Itu Alhamdulillah masih tetap lestari. Bahkan sedikit banyak terus ditingkatkan. Misalnya, ada mobil yang terus berkeliling di kawasan Kampung Sunnah untuk antar jemput penghuninya yang akan bolak balik ke masjid. Ada berbagai tradisi lain yang unik bila dipilah satu persatu. Misalnya, tradisi buka puasa sunnah bersama setiap Senin Kamis di masjid. Ada juga Halaqoh Subuh yang diadakan setiap pagi. Ada sarapan pagi setiap Rabu. Kalau hari Jumat ada istilahnya jumat berkah, yakni ada makan siang gratis. Dan setiap Malam menjelang Zikir Akbar, semua kamar penginapan masih tetap full book. Bahkan lihatlah, beberapa masih ada yang terus membangun penambahan kamar sewaan mereka. Itu pertanda optimis, Azzikra masih akan terus berkembang.
 
Lalu apa yang paling urgen bagi pengurus dalam mengemban amanah ini?
 
Ini amanah yang tidak ringan. Tanggungjawab ini baru bisa ringan jika dipikul bersama. Karena itu, prioritas bagi strategi pengembangan adalah merajut kembali networking yang selama ini telah dibangun. Baik di dalam negeri maupun di luar. Kata Murabbi, mari kita rajut terus benang tasbih yang sudah terbentuk. Networking yang harus diperkuat.
 
Saya melihat dinding depan masjid sudah diperindah, di sudut sudut tertentu ada beberapa perubahan dan perbaikan. Terasa ada progress positif?
 
Tahapan shock karena ditinggal sudah harus kami lewati. Kemudian bersama keluarga, kami juga telah menyelesaikan fase posisioning. Alhamdulillah, itu berjalan dengan sangat baik. Kini kami sedang merampungkan system yang sesuai dengan ide ide besar Murobbi. Karena itu, beberapa bagian yang kecil kecil, seperti keindahan masjid, transportasi internal, jalan jalan terus mengalami perbaikan kecil kecilan.
 
Adakah perubahan yang ekstrem ?
 
Tidak perlu lah. Kita sudah terbekali dengan visi dan misi yang jelas. Perubahan yang dilakukan agar visi dan misi itu bisa terwujud lebih sempurna dan daya jangkau lebih optimal agar dakwah bisa lebih syiar lagi. Di bidang media, kami sudah punya tv kerjasama dengan tv Al Bahjah. Bahkan kami juga sedang membangun mini studio yang menampilkan semua kenangan tentang Murobbi, termasuk catatan dan rekaman beliau. Kelak ini akan menjadi media centre tempat memancarkan dakwah secara lebih luas lagi. Intinya, kami sedang menuju ke sebuah cita cita menjadikan Azzikra sebagai destinasi wisata religi yang tidak layak untuk dilewatkan. (aminidris)
 
 

Ade Ardiansyah (kanan) bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi(kiri)

Wawancara

TIBYAN.ID - Ade Ardiansyah, notaris yang dikenal public sebagai pihak yang memberi perhatian serius pada koperasi, khususnya di Kota Bekasi. Menurutnya di era sekarang, saatnya kita membangun perekonomian berbasis koperasi. Dan yang paling kongkret, membangun koperasi berbasis masjid. Kepada Gubernur Jawa Barat dan kepada Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden, Ade banyak mendiskusikan upaya membangun perekonomian umat berbasis koperasi masjid.

Berikut perbincangan Tibyan.id kepada Ade Ardiansyah sebagai ketua Pembangunan Masjid Nurul Islam Islamic Centre Bekasi dan juga ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Kota Bekasi.

SatuUmat : Anda dikenal sebagai notaris yang specialized pada persoalan koperasi?

Ade Ardiansyah : Notaris itu tidak spesialis. Kalau kemudian orang menganggap saya ekspert dalam hal legalitas koperasi dan sejenisnya bisa jadi karena memang saya memberi perhatian khusus pada masalah koperasi.

Apa yang paling menarik dari koperasi?

Koperasi itu karakter eknonomi bangsa kita. Bung Hatta telah menanamkan ini dan bahkan mencantumkan legalitas di dalam UUD45. Seharusnya, koperasi lah yang menjadi panglima pembangunan perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi seharusnya menjadi lembaga ekonomi yang membanggakan. Selain punya landasan hukum yang kuat, koperasi sangat cocok dengan kehendak dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Apa yang paling membanggakan itu? Bukankah selama ini koperasi masih ditempatkan sebagai lembaga perekononian kelas rendahan. Sulit untuk membawa kemajuan yang bisa menggerakkan capital besar.

Koperasi lembaga ekonomi yang bisa mensejahterakan orang banyak. Kapitalisasi koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau koperasi maju berarti yang kaya dan sejahtera adalah anggotanya. Ini beda dengan badan hukum lain, misalnya Perseroan Terbatas (PT), itu adalah lembaga dengan kepemilikan personal. Sehingga kalau PT itu tumbuh besar maka yang kaya ya pemilik modalnya saja. Itulah saya katakan koperasi adalah model pererkonomian yang membanggakan.

Kalau saya mau sebutkan sudah begitu banyak model bisnis sejenis koperasi yang maju dan besar di berbagai dunia. Tapi di Indonesia, koperasi memang masih diletakkan di level rendah, masih dianggap hanya bisnis kecil kecilan.

Dimana sih kendalanya sampai saat ini Koperasi masih menjadi lembaga bisnis yang ada di lini belakang?

Image masa silam masih terbawa bawa. Namun saya yakin, dalam kurun beberapa tahun kedepan koperasi akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita yang paling realistis. Lihat saja, semangat pemerintah untuk memajukan ini tidak setengah - setengah. Berbagai regulasi terus dibangun untuk menjadikan koperasi digjaya. Permodalan juga diberi berbagai saluran yang memihak pada koperasi. Di Kota Bekasi saja, dana bantuan modal dari BPR Patriot hanya dibebani margin 4 persen. Ini artinya, kalau mau maju saat inilah eranya koperasi.

Terus kalau masih dianggap sebagai pemain lini belakang, silahkan saja orang menganggap itu. Karena mungkin saja para kapitalis tidak akan suka dengan gerakan ini. Biarin. Itu hak mereka. Tapi orang orang koperasi jangan terpengaruh dengan image itu. Memajukan koperasi hanya ada ditangan para pelaku koperasi.

Kendala permodalan tampaknya masih belum ada solusi nyata. Gembar gembor permodalan berbunga rendah yang digelontorkan pemerintah seringkali tersalurkan secara tidak proporsional. Istilahnya hanya proyek pencitraan saja. Bagaimana menurut Anda?

Ada arus teknologi yang sedang terjadi dalam mendorong persoalan permodalan ini. Kalau dari sumber dana bantuan pemerintah itu sulit diakses, tidak masalah. Banyak jalur lain yang tersedia. Misalnya, saat ini banyak sekali perusahaan start-up yang tampil untuk menjadi “pahlawan” permodalan untuk koperasi. Sebuah koperasi bisa listing proposal programnya di perusahaan digital seperti ini dan menyerap dana dari para investor. Dengan modal proposal yang rasional dan akuntabel sebuah projek koperasi bisa dicariin permodalan di sini. Inilah yang disebut sebagai pasar dana koperasi. So, tidak masalah. Saya yakin, pasar dana untuk koperasi termasuk yang berbasis syariah akan semakin banyak muncul. Ini kan peluang bagus sekali buat koperasi.

Bagiamana dengan pengetahuan masyarakat soal ini?

Ini memang yang perlu disosislisasikan. Tidak semua orang harus pinter tentang koperasi. Tidak semua orang harus paham regulasi koperasi. Setidaknya kalau kita ingin membangun koperasi syariah yang berbasis masjid, setidak pengurus pengurus masjidnya yang perlu ditatar dan dikenalkan lebih dalam tentang regulasi koperasi, tentang peluang bisnis melalui koperasi, tentang menghidupkan ekonomi masjid, tentang pentingnya memakmurkanmasjid dan mensejahterakan jamaah. Ketika ini telah menjadi gerakan maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa menghalanginya. (abubagus)

TIBYAN.ID - Akhir pekan dalam suasana jenuh terkurung di rumah, saya sempatkan menghibur diri ngeluyur menelusuri Kota Bekasi. Pas Azan zuhur berkumandang, posisi saya di Jalan Chairil Anwar. Pilihan ada di sebuah masjid, di kawasan gedung DPRD Kota Bekasi.

Baru sadar, rupanya masjid ini baru saja direnovasi. Tepatnya dibangun baru. Dari hiasan interior saya dapatkan nama masjid ini, Masjid Al Khairot.

Yang menarik saya mampir di sini sebetulnya satu hal, halaman parkirnya luas dan aman. Karena di gate masuk ada security yang standby. Dan saat keluar, mereka memandu mengamankan.

Ya namanya juga masjid baru, tempat wudhunya baru. Keran kerannya juga baru. Lantainya baru. Dan ornamen dinding kaca dari tempat wudhu menuju lantai 2 tempat sholat lumayan indah. Setidaknya pencahayaannya maksimal.

Dari sayap kanan, justeru lebih enak masuk ke masjid ini. Karena kalau dari sayap kiri tangganya memang agak curam.

Saya sholat zuhur di situ. Suasana memang hari libur, jadi agak sepi. Tapi kebetulan ada ketua DKM nya saat itu, Ustad Rofiuddin. Menurutnya masjid ini memang masih baru, bahkan belum proses serah terima dari developernya.

Usai sholat saya sempat kongkow dengan ketua DKM. Rupanya, maskipun di dalam kawasan kantor masjid ini tetap buka untuk sholat berjamaah tiap waktu. Jamaahnya adalah jamaah transit, yakni orang orang lewat seperti saya.

Tapi banyak juga jamaah dari lingkungan penduduk di sekitar gedung dewan sebagai jamaah tetap. “Ada, nih di belakang sini perkampungan, sholatnya ke sini. Dari Rawa Semut juga sholat ke sini,” kata Rofiuddin menjelaskan.

Menurut Rofi, layaknya sebuah masjid. Setiap sholat rowatib, ada jamaah di masjid ini. Dan setiap pekan diadakan sholat jumat, untuk yang tahunan ada sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Di masa Pandemi ini memang ada sampai tujuh pekan masjid ini tidak mengadakan Jumatan. Tapi Iedul Fitri alhamdulillah bisa terlaksana, dan mulai jumat kemarin sudah bisa bikin jumatan lagi. “Biasanya, untuk dua sholat ied, kami laksanakan di halaman,” kata Rofiudin lagi.

Meski adanya di dalam lingkungan DPRD Kota Bekasi, DKM sengaja melibatkan masyarakat kampung sekitar untuk memfungsikan masjid ini sehari hari. Misalnya dalam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid, isro mikroj, atau tarawih dan sebagainya, orang kampung sekitar banyak terlibat.

Contoh lain, khotib sholat jumat yang kami jadwalkan adalah ustad ustad dari luar, yakni dari lingkungan kampung. Kalau berhalangan baru kami cari badalnya dari kalangan anggota dewan yang sudah terbiasa khutbah.

“Ada kebanggaan mereka bisa khutbah di masjid DPRD,” kata Rofi menjelaskan.

Kalau sholatnya menggunakan bangunan lantai dua, di lantai satunya akan dijadikan perpustakaan. Tujuannya, memberi keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek pengetahuan. Cuma perpustakaannya belum dipungsikan. Karena memang masjidnya pun belum tuntas 100 persen alias belum diserahkan oleh developer.

Usai ngobrol ngobrol saya selonjoran. Dilantainya yang juga masih baru dan bersih, saya sempet tidur tidur ayam, ngelenggut, atawa ngelayap beberapa saat. Sayang, DKM belum kepikir punya coffee corner gratis. Nanti-nanti kali … (amin idris)

Foto : Ilustrasi/aos4ventos.com.br

Rihlah

TIBYAN.ID - Claudio Muhammad Baker, Juru Bicara Muslim Association of Santos (MAS), wisatawan Muslim yang datang biasanya memberikan pandangan dan masukan agar MAS bisa menjalankan kegiatannya dengan lebih baik. MAS juga seringkali menyarankan tempat wisata yang perlu dikunjungi.

Baker mengatakan MAS biasanya merekomendasikan Santos, Sao Paulo, Goianida, Curitiba, Brasilia, dan Florianopolis untuk dikunjungi wisatawan Muslim. ''Tempat itu memiliki komunitas Muslim yang besar dan warganya memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Islam,'' katanya.

Menurut Baker masyarakat di tempat-tempat itu juga menghormati tradisi dan kultur Muslim. Di samping tempat itu memang memiliki pemandangan, pantai, dan kehidupan yang indah. Dengan demikian wisatawan Muslim bisa menikmati wisatanya dengan baik.

Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan pada 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Meski Islamic Brasilian Federation (IBF) menyatakan ada sekitar 1.5 juta Muslim di sana. Sebagian besar Muslim di Brasil berasal dari Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Mereka sampai di Brasil pada abad ke-19 selama Perang Dunai I dan pada 1970-an. Sejumlah warga Irak juga ada di Brasil, mereka tiba di sana sejak dimulainya invasi yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Irak pada 2003.

Sebagian besar Muslim hidup di negara bagian Parana, Goias, Rio de Janeiro, dan Sao Paulo. Meski demikian ada juga komunitas Muslim dalam jumlah yang cukup banyak di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul. Di Sao Paulo, terdapat sekitar 10 masjid.

Salah satu masjid yang terbesar dan termegah adalah Mosque Brasil yang berada di pusat kota. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Amerika Latin. Proses pembangunan masjid tersebut dimulai pada 1929. Dan kini, masjid tersebut menjadi salah satu komoditas wisata negeri yang kental nuansa Katholiknya ini. Brasil memang piawai mengelola pariwisata.

 

(Sumber : Republika)

Foto : pinbisnisnet.weebly.com

Rihlah

TIBYAN.ID - Jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan Arab Saudi pada musim umrah tahun ini (sejak September 2018) mencapai 2.785.790 visa. Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Saudi, sebanyak 2.346.429 jamaah umrah telah tiba di Kerajaan Saudi.  

Dari data tersebut dilaporkan, masih ada 345.114 jamaah yang berada di wilayah Kerajaan Saudi. Dilansir dari Arab News, Ahad (13/1), angka itu termasuk sebanyak 233.910 jamaah di Makkah dan 111.204 di Madinah. 

Sebagian besar jamaah, yakni sebanyak 2.122.424, datang ke Kerajaan melalui jalur transportasi udara. Sementara sebanyak 213.121 jamaah masuk ke negara itu melalui jalur darat dan 10.884 jamaah tiba melalui jalur laut. 

Jumlah jamaah terbesar berasal dari Pakistan, yakni sebanyak 637.745. Angka jamaah terbesar kemudian diikuti oleh Indonesia (420.410).

Pemerintah Saudi memang memiliki rencana reformasi Visi 2030. Saudi memiliki tujuan untuk menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah. Di samping itu, Saudi juga bertekad menyediakan layanan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa saat berziarah bagi para jamaah.  

Tahun lalu, kementerian tersebut meluncurkan indikator pekanan di mana pihak berwenang dapat melacak jumlah jamaah yang datang ke Kerajaan. Sehingga nantinya, memperkaya pengalaman mereka dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi. 

Berikut ini delapan negara penyumbang jamaah umrah terbesar lima bulan terakhir: 

    No        Negara                                          Jumlah 

  1. Pakistan                                            637.745 jamaah 
  2. Indonesia                                          420.410 jamaah 
  3. India                                                 292.607 jamaah  
  4. Malaysia                                            135.895 jamaah  
  5. Yaman                                               128.618 jamaah 
  6. Mesir                                                   73.179 jamaah  
  7. Turki                                                    65.970 jamaah  
  8. Uni Emirat Arab                                    59.855 jamaah  
  9. Bangladesh                                          57.701 jamaah  

 

(Sumber : Ihram.Republika)

Follow Us

Advertisement

Top Stories

Grid List

TIBYAN.ID - Sekretaris DPRD Kota Bekasi M Ridwan menjadi jamaah kehormatan Sholat Iedul Adha di Masjid Al Khairot, Kompleks DPRD Kota Bekasi, Jumat.  Menurutnya, setiap tahun pelaksanaan sholat ied di sini terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya.
 
Tepat pukul 6.30, Khotib Dr. Ahmad Fauzi Zaini sudah datang. Jamaah pun mengisi fasilitas karpet terpasang. Sesaat setelah Sekretaris DPRD Kota Bekasi, M. Ridwan, memasuki ruang sholat, panitia langsung mengumumkan sholat segera dimulai.
 
“Inilah perayaan Iedul Adha yang amat berbeda dengan perayaan-perayaan Iedul Adha tahun tahun sebelumnya,” kata Dr. Ahmad Fauzi Zaini mengawali khotibnya. 
 
Bahkan boleh jadi ini adalah perayaan yang paling berbeda sepanjang kita hidup, karena perayaan Iedul Adha tahun ini dilakukan di tengah-tengah suasana pandemic Covid -19 yang masih meningkat di beberapa tempat.
 
Kadar Ujian Dari Alloh
 
Dalam khutbahnya, Dr. Ahmad Fauzi Zaini menjelaskan tentang ujian. Pandemik yang memporakporandakan kehidupan umat manusia di dunia. Menurutnya, ini merupakan bagian dari ujian Alloh. Mengutip sebuah ayat Alquran Surat Al- Baqoroh 155, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa Alloh akan menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, paceklik.
 
Pada ayat lain Alloh juga menjelaskan sebuah sindiran, apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan saja menyatakan beriman tanpa memberinya ujian? 
 
Dari dua ayat ini, bisa disimpulkan pandemi covid 19 ini merupakan rangkaian dari ujian Alloh kepada umat manusia. Semua hamba Allah tidak luput dari berbagai ujian. Bahkan nabi Ibrahim sekalipun juga diuji dengan berbagai ujian yang sungguh diluar batas nalar akal manusia.
 
Ibrahim diuji dengan tidak dikaruniai anak sampai usianya tua. Baru kemudian ketika Alloh memberinya putra melalui isterinya, sedang sayang sayangnya, Alloh minta agar Ibrahim meninggalkannya di padang tandus.
 
Sampai ketika anak itu beranjak remaja, Alloh pertemukan kembali keluarga ini. Tapi tak lama kemudian turun perintah agar Ibrahim menyembelih anak kesayangannya itu. Ini bukan ujian yang main main tentunya.
 
Kesabaran Ibrahim menerima ujian dan mematuhi seberat apapun ujian dari Alloh itu merupakan kunci keberhasilannya. Karena itu, Ahmad Fauzi menjelaskan dalam konteks pandemic covid saat ini, sabar juga bermakna melaksanakan segala aturan Allah rasulnya dan pemerintah.
 
“Mentaati aturan pemerintah dengan protokol kesehatan selama pandemic covid ini juga termasuk makna dari sabar,” katanya dalam khutbahnya.
 
Kurban Untuk Masyarakat Sekitar
 
Ada empat ekor sapi dan beberapa ekor kambing pagi itu siap untuk dikorbankan. “Ini memang sudah menjadi kebiasaan tahunan, di masjid Al Khairot ini diselenggarakan pemotongan hewan kurban yang diberikan unbtuk warga sekitar,” kata Ridwan, Sekretaris DPRD Korta Bekasi menjawab Tibyan.id .
 
Beberapa pengurus RW dan beberapa pengurus DKM masyarakat sekitar siang itu memang biasa mengikuti sholat ied di masjid yang ada di lingkungan gedung DPRD Kota Bekasi.
 
Kepada perwakilan warga, Ridwan berpesan bahwa hewan kurban ini adalah amanat. Dagingnya harus dibagikan merata kepada yang berhak menerimanya.
 
Sambil riungan usai sholat ied dan mendengar khotib, Ridwan membaur mendatangi sapi sapi yang diserahkan kemudian ngeriung kembali di hamparan tempat sholat. Ditemani ketua DKM, Ust Rofiuddin, Ridwan tampak akrab bersama karyawan dan pengurus DKM. (*)
 

Foto: Haramain.info

Dunia Islam

TIBYAN.ID - Jamaah haji mulai meninggalkan Mekah pada hari Ahad malam setelah menyelesaikan 'haji luar biasa' pada tahun 2020 ini. Mereka sebelumnya telah meninggalkan kota tenda Mina setelah menyelesaikan lempar  jumrah dan kemudian untuk melakukan Tawaf Al-Wida  perpisahan) untuk menandai berakhirnya ibadah haji.

Berbicara kepada Saudi Gazette, beberapa peziarah menyatakan kegembiraan karena mendapatkan kesempatan emas dan berkat ilahi untuk menjadi di antara terbatasnya jumlah 'Tamu Allah' dalam perjalanan haji paling lancar yang diadakan di tengah protokol pandemi koronavirus yang ketat.

Mereka memuji upaya luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi,terutama Kementerian Haji dan Umrah dan semua lembaga yang terlibat dalam ziarah untuk layanan yang membantu mereka melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman. Mereka meminta Allah untuk menerima haji mereka dan memberi rahmat kepada semua orang yang berkontribusi pada kelancaran ibadah haji tahun ini.

Para peziarah memulai melempar jumrah  sore kemarin dengan cara yang tertib dan damai dengan kepatuhan ketat pada protokol kesehatan. Mereka melempari tujuh batu kerikil pertama di Jamrat Al-Sugra, kemudian di Jamrat Al-Wusta, dan akhirnya di Jamrat Al-Aqba.

Meskipun haji, salah satu dari lima rukun Islam, ditutup secara resmi pada hari Senin ini atau hari ketiga Tashreeq (Ayyam Al-Tashreeq), para peziarah diizinkan untuk pergi sehari sebelumnya. Semua jemaah haji tahun ini, yang merupakan tamu dari Kementerian Haji dan Umrah, mengambil keuntungan dari konsesi untuk menyelesaikan hajinya lebih awal.

Sebuah kontingen besar pasukan keamanan dan personil Pertahanan Sipil serta petugas kesehatan terlihat di berbagai titik di kompleks Jamarat yang canggih, mengawasi kelancaran pelaksanaan melempar jumrah. Setelah mencapai akomodasi mereka di menara perumahan Mina, peziarah mengepak barang bawaan mereka dan naik bus yang membawa mereka ke Makkah untuk melakukan tawaf Wida (perpisahan) .

Kebanyakan para jamaah haji memang meninggalkan Mekah pada hari Ahad, sementara beberapa jamaah haji dari daerah terpencil di Arab Saudi akan tinggal selama beberapa waktu tergantung pada jadwal penerbangan keberangkatan mereka.

 

Sumber: Ihram

dr Handoko melawan corona di usia 80 tahun. (Foto: Tangkapan layar Facebook)

Health

TIBYAN.ID - Viral cerita dokter bernama Handoko Gunawan yang turut menangani wabah virus corona COVID-19 di Jakarta. Di usia yang disebut hampir menyentuh 80 tahun, ia masih aktif bekerja hingga pagi membantu para pasien.

Satu cerita tentang dr Handoko di Facebook yang diunggah pada Selasa (17/3/2020) lalu mendapat banyak perhatian netizen dan sudah dibagikan ulang lebih dari 6.000 kali.

"Boleh tolong bantu juga doakan salah satu dokter yg handle covid dokter Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sdh mendekati 80. Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak anaknya udah saranin jgn ikut terjun krn sudah tua tp katanya kalau dia mati jg gpp," tulis sang pengunggah.

Beredar juga foto yang diduga dr Handoko tampak sedang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sebagian besar netizen memberikan apreasiasinya dan menuliskan kalimat doa untuk keselamatan dr Handoko. Diketahui virus corona bisa berdampak lebih fatal bagi orang-orang di usia lanjut, tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai dokter.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, membenarkan cerita tentang dr Handoko. Ia berpraktik di Rumah Sakit (RS) Grha Kedoya dan RS Pantai Indah Kapuk.

"Iya dokter paru. Anggota PDPI Jakarta," kata dr Agus pada detikcom, Rabu (18/3/2020).

"Setiap dokter paru di RS, walaupun bukan RS rujukan, menjadi garda terdepan untuk menerima pasien suspek di RS-nya. Sebelum pasien dirujuk ke RS rujukan," pungkas dr Agus.

 

Sumber: Detik.com

*Ilustrasi

Wawasan

Oleh : Amin Idris

TIBYAN.ID - Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membuat marah umat Islam. Dan juga tokoh nasionalis dan cendikiawan yang setia pada Pancasila ikut meradang dan menganggap RUU ini berpotensi merendahkan status Pancasila serta memberi peluang Komunisme untuk hidup lagi di tanah air.

Dua organisasi besar umat muslim di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan NU bahkan MUI senada meminta DPR RI untuk menghentikan pembicaraan dan pembahasan RUU ini. Melalui pernyataan sikap PBNU yang ditandatangani Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. (Ketua Umum) dan DR. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal) dikatakan tidak ada urgensinya undang undang HIP ini.

Pancasila dalam pandangan PBNU sudah menjadi kesepakatan final. Ia tidak membutuhkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit. Penjabaran yang sudah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 beserta situasi batin yang menyertai rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945 sudah cukup jelas, kuat dan mengikat.

Karena itu, diajukannya RUU HIP sama artinya mengungkit kembali konsensus. Ini dapat membangun kembali konflik ideologi yang bisa mengarah kepada krisis politik. Anyaman kebangsaan yang sudah dengan susah payah dirajut oleh founding fathers bisa koyak kembali dengan rumusan-rumusan pasal RUU HIP yang polemis.

Karena itu PB NU mengingatkan agar proses legislasi RUU HIP dihentikan saja dan seluruh komponen bangsa memusatkan energinya untuk berusaha keras bisa keluar dari pandemi dan berjuang memulihkan perekonomian nasional.

Sebelum pernyataan PBNU, Persyarikatan Muhammadiyah justeru lebih awal memberi tanggapan. Dengan sangat tegas, PP Muhammadiyah meminta agar pembahasan legislasi dihentikan. Tidak hanya itu, PP Muhammadiyah pun membentuk tim ahli yang kemudian memberi kontribusi pemikiran ke Panja DPR.

Dalam pernyataan PP Muhammadiyah yang ditandatangani Prof Dr Chaidar Nasir dan sekretarisnya mengingatkan para penguasa agar tidak menafsirkan pancasila secara monolitik berdasarkan kepentingan kekuasaannya saja.

Sementara MUI dalam suratnya yang beredar, menyatakan umat Islam wajib menolak RUU HIP. Sudah dikaji, dianalisa dan diteliti secara intensif oleh MUI. "menyetujui RUU HIP menjadi undang undang sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020.

Tiga kompunen umat Islam, NU, Muhammadiyah dan MUI sudah berbicara. Maka hampir di semua daerah pernyataan sejenis menggema; tolak legislasi RUU HIP. Karena membahasanya sama dengan menyulut konflik. Bola pun ada di Senayan.

Dengan penolakkan yang massif di kalangan akar rumput, banyak pihak bertanya, ini usulan siapa. Megawati, ketua BPIP menyatakan partainya difitnah, disangkanya PDIP yang punya gawa usulan ini.

Mahfud MD Menkopolhukam dan Fadli Zon politikus Gerindra di DPR saling menyalahkan di akun twiter masing masing. Menurut Mahfud, RUU ini pengutan terhadap Pancasila.

Kultwit ini direspons Fadli Zon dengan menyindir Mahfud. Saat kondisi negara seperti ini masih sempat bicara RUU HIP. Sindiran itu ditullis dan dikutip sejumlah media online yang kemudian di-posting Fadli di akun Twitter-nya. 

Mahfud pun tak tinggal diam. Ia menyampaikan, sebagai Anggota DPR mestinya Fadli paham. Sebab, yang mengusulkan RUU HIP itu adalah DPR termasuk Gerindra, bukan pemerintah.

"Kalau Anda keberatan hari gini msh bcr haluan ideologi, seharusnya Anda yang ada di DPR menolak RUU itu disahkan utk dijadikan usul inisiatif DPR. Selamat idul fitri ya," tulis Mahfud di akun Twitternya, @mohmahfudmd yang dikutip pada Senin, 1 Juni 2020.

"Bukan soal usulan dr mana, pasti bukan dr sy atau Gerindra. Itu proses politik lembaga. Tp usulan dr manapun kalau tak ada surat Presiden tak akan jalan. Dua belah pihak. Perdebatannya soal knp TAP MPRS XXV/66 tak dijadikan konsideran. Itu yg buat sebagian masy resah,” demikian kata Fadli.

Tapi, perdebatan Mahfud dan Fadli ini banyak menuai cibiran. Karena sesungguhnya, lahirnya RUU ini sudah melewati rapat rapat panjang di DPR. RUU HIP masuk dalam 50 RUU Program Legislasi Nasional atau Prolegnas yang jadi prioritas di tahun 2020. RUU tersebut usulan Badan Legislasi (Baleg) DPR yang sudah dibahas dalam panitia kerja atau panja. 

Prosesnya RUU ini selesai dibahas di tingkat Panja Baleg. Status RUU ini menjadi inisiatif DPR. Mencuatnya RUU HIP ini sempat diprotes sejumlah fraksi di DPR seperti PKS dan PAN. Artinya, selain PKS dan PAN yang sempat protes, semua fraksi di DPR sudah memuluskannya dalam proses pembahasan. Masih percaya DPR ?

Alhasil, RUU ini lahir dari kecemburuan dan ketakukan banyak elit di negeri ini terhadap Islam. Sebaliknya kedunguan mereka justeru dimanfaatkan untuk memberi celah lahirnya ideologi komunis.

Padahal bangsa Indonesia sudah memiliki komitmen kuat bahwa Indonesia bukan negara Islam. Dan pancasila juga bukan ideologi yang menggantikan posisi Islam.

Padahal, kalau syariat Islam diterapkan, bukan hanya kesatuan dan persatuan Indonesia yang kuat, tetapi kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial bagi seluruh rakyat, serta hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyaratan atau perwakilan juga diterapkan.

Advertisement

Upcoming Events