25
Sun, Aug

Semua Gugatan Di Tolak MK, Prabowo Minta Jangan Lakukan Aksi Anarkis

Aktual
Typography

TIBYAN.ID, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatannya terhadap Pilpres 2019. Namun ia memastikan pada pendukungnya bahwa perjuangan belum usai.

“Perjuangan kita adalah perjuangan mulia, kita ingin mewujudkan Indonesia adil makmur. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang sungguh-sungguh merdeka secara politik, ekonomi dan budaya,” kata Prabowo di rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan dirinya, Sandiaga dan partai koalisi pendukung ingin kekayaan Indonesia dinikmati seluruh rakyat.

“Kita ingin hentikan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak dan tidak menjadi embel-embel bangsa asing,” katanya.

Prabowo menegaskan dirinya, Sandiaga dan partai koalisi pendukungnya menginginkan seluruh rakyat dapat kehidupan wajar dan memenuhi kebutuhan pangan terjangkau.

“Kami tidak ingin ada orang lapar di lndonesia. Kita ingin swasembada pangan dan air. Kita ingin gaji layak untuk aparat sehingga korupsi tidak ada, itu perjuangan dan cita-cita kita,” ujarnya.

Atas dasar itu purnawirawan jenderal TNI ini tidak akan berhenti berjuang mewujudkan hal tersebut. Dan perjuangan tersebut akan dilanjutkan di berbagai medan, di antaranya di legislatif.

"Itu cita-cita kita, itu perjuangan kita. Kami yakin bahwa kami tidak akan berhenti untuk memperjuangkan cita-cita tersebut. Kita bisa berjuang di legislatif, kita bisa berjuang di forum-forum lain. Kita bisa konsolidasi. Kita punya kekuatan massa yang riil. Marilah kita menatap masa depan dengan tetap semangat dan tetap optimis,” tuturnya.

Prabowo juga meminta para pendukungnya dan relawan tidak melakukan aksi-aksi anarkis atas putusan MK. Ia mengajak para pendukungnya berjuang secara damai.

“Kita akan konsolidasi. Kita punya dukungan massa yang rill. Saya minta seluruh pendukung mari tidak berkecil hati, tetap tegar, tetap tenang. Kita penuh dengan cita cita mulia tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi yaitu UUD 45,” katanya.

“Kita harus selalu mementingkan kepentingan bersama, keutuhan bangsa dan negara. Kita harus memandang seluruh anak bangsa sebagai saudara kita sendiri.” []

 

Sumber : Eramuslim