18
Thu, Jul

Delegasi dari Banjarnegara Study Banding ke Islamic Centre Bekasi

Aktual
Typography

TIBYAN.ID, Bekasi – Pimpinan Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie menerima delegasi dari MUI Kabupaten Banjarnegara yang melakukan study banding. Mereka bersilaturrahmi sekaligus menanyakan banyak hal tentang Islamic Centre Bekasi.

Delegasi dari Banjarnegara yang berjumlah sepuluh orang ini diteria Sekjen Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie, H Hardi didampingi ketua bidang usaha, Hans Munthahar dan ketua bidang Pendidikan Dakwah dan Humas, Amin Idris.

“Kami berencana membangun Islamic Centre sejenis di Banjarnegara,” kata H Khadir Suhedi SH menjawab pertanyaan Tibyan di sela sela peninjauan ke gedung Islamic Centre Bekasi. Untuk itulah pertanyaan pertanyaan kami sepenuhnya berkisar pada hal hal yang menyangkut proses pendirian, pengelolaan sampai pada program - programnya.

Hans Munthahar menjelaskan, Islamic Centre Bekasi adalah sebuah karya dari synergy tiga tokoh masyarakat saat itu; KH Noer Alie, tokoh kharismatik pimpinan pondok pesantren Attaqwa yang kini dinobatkan oleh Negara sebagai Pahlawan Nasional, H Suko Martono, Bupati Bekasi saat itu, tokoh militer dan pejabat yang memang gemar mendengar ide dan gagasan serta nasihat ulama dan H Rusmin, saat itu sebagai ketua DPRD.

Ketiga tokoh itu bersinergy untuk melahirkan sebuah tempat yang obsesinya menjadi mercusuarnya umat Islam, khususnya umat Islam Bekasi. Di tempat ini akan dikembangkan sebagai tempat ubudiyah, sekaligus tempat umat Islam membangun peradaban. Mulai dari pendidikan, pembinaan masyarakat, pengembangan pemikiran, pembinaan ekonomi, dan sebagainya.

Dengan ide yang brilian KH Noer alie yang semata mata diarahkan untuk pembinaan umat, maka secara serentak Bupati Sukomartono pun dengan ringan membuat kebijakan untuk penggalangan dana. Misalnya setiap jamaah haji yang akan berangkat, dikenakan infak pembangunan sebesar Rp 10.000.- Setiap pengusaha yang mengurus perizinan di Bekasi ditawarkan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Suasna dialog yang berjalan hangat ditutup dengan kunjungan ke blok blok gedung Islamic dan diakhiri sholat Maghrib berjalan di Masjid Nurul Islam. Menurut H Khadir Suhedi SH, selain ke Islamic Centre Bekasi, delegasi juga melakukan study banding ke Islamic Centre Jakarta dan ke Pusda’i Bandung. (mai)