13
Sun, Oct

Tahukah Anda Siapa Izzudin Al Qassam?

Foto : middleeastmonitor

Dunia Islam
Typography

TIBYAN.ID - Ia adalah seorang pria kelahiran Suriah. Ia melarikan diri dari pemerintahan mandat Inggris tahun 1920 -an, dan berlindung di Palestina.

Izzuddin Al Qassam menjadi martir bagi gerakan perjuangan bersenjata bagi Palestina disaat pimpinan partai politik hanya pandai berorasi tanpa mampu menghentikan membanjirnya gelombang imigrasi Yahudi ke Palestrina.

Kaum elit Arab di Palestina yg cukup fasih bicara,  tetapi bicara saja tidak ada gunanya. Sebab semua retorika tokoh nasionalnya yang berapa api dan sekian banyak negosiasi dengan Otoritas Inggris ternyata tak mampu menghentikan gelombang imigrasi Yahudi ke Palestina. Sementara Inggris tidak memperlihatkan niatnya untuk  memberikan kemerdekaan bagi Palestina.

Surat McDonald,  yang diterbitkan tahun 1931 telah membuat gelombang imigrasi Yahudi ke Palestina meningkat berlipat ganda.

Sebagai perbandingan antara tahun 1929 hingga 1931 imigrasi Yahudi hanya antara 5000 sampai 6000 orang. Namun setelah keluarnya surat McDonald tahun 1931 Imigrasi Yahudi meningkat menjadi 10.000 orang,  tahun 1933 menjadi 30.000 orang dan tahun 1934 lebih dari 42.000 orang.

Populasi Yahudi di Palestina meningkat dari 9 persen menjadi 27 persen dari total populasi.

Izzuddin Al Qassam,  tak bisa melihat gelombang imigrasi Yahudi yang terus meningkat setelah keluarnya surat hitam MacDonald sementara politisi Palestina hanya pintar orasi tanpa bisa menghentikan imigrasi Yahudi ke Palestina. Maka diam diam ia mengumpulkan  dana dari rakyat yang terkena dampak langsung dari imigrasi Yahudi. Dana itu ia pergunakan membeli senjata. Dan membagikannya kepada ikhwan kepercayaannya.

Ia  bersama ikhwan kepercayaan nya, lalu melakukan penyerangan terhadap tentara dan Polisi Inggris.  Naas baginya ia tewas saat terjadi kontak senjata dengan tentara Inggris.

Warga Palestina yang mengetahui tewasnya Syaikh yang menjadi panutan, bernegosiasi dengan Inggris untuk menyerahkan jasad Izzuddin Al Qassam agar dimakamkan secara seorang Muslim dan dia seorang yang syahid.

Dan Inggris menyerahkan jasad Izzuddin Al Qassam untuk di makamkan dengan kesepakatan iringan yang akan memakamkan tidak boleh melintasi perkotaan.

Sementara di kalangan rakyat Palestina beredar  informasi tentang syahid nya Syaikh Izzuddin Al Qassam,  seorang orator yang juga mujahid dan akan segera dimakamkan.

Informasi itu mengundang rakyat Palestina untuk ikut menghadiri pemakaman.

 Saat berlangsung pemakaman  ribuan warga Palestina ikut membanjiri pemakamannya. Usai pemakaman rakyat Palestina yang terbakar amarah akibat imigrasi Yahudi ke Tanah Air nya,  Kemarahan itu mereka lampiaskan dengan melakukan  penyerangan terhadap  polisi  tentara dan melempari toko dan perkantoran Inggris. Stasiun kereta api yang menjadi lambang kedigdayaan Inggris ikut menjadi sasaran amuk massa.

Izzuddin Al Qassam yang menjadi martir perjuangan Palestina kini diabadikan dengan sebuah brigade Izzuddin Al Qassam yang kini juga paling sengit melakukan perlawanan di Gaza Palestina.

Lantas bagaimana dengan Indonesia yang kini dibanjiri imigrasi dari Cina,  sementara,  penguasa,  politisi,  hanya diam bahkan membuat regulasi yang memicu gelombang imigrasi dari Cina. Akankan kah akan ada Izzuddin Al Qassam di Indonesia? (Imran)