15
Fri, Nov

Jari Keriput Bisa Jadi Pertanda Dehidrasi

Foto : Pixabay

Health
Typography

TIBYAN.ID - Bila jari Anda keriput atau mengkerut karena terpapar air terlalu lama, tak perlu khawatir karena kondisinya akan kembali normal setelah mengering. Jari-jari yang mengkerut saat terkena air kemudian kembali ke normal tidak merusak tubuh. Seseorang dapat memilih untuk memakai sarung tangan karet untuk mencuci piring atau menghindari menghabiskan waktu yang lama di dalam air jika mengalami kondisi ini.

Namun, jika jari Anda keriput padahal tidak terpapar air dan tak ada gejala, mungkin itu pertanda dehidrasi ringan. Siapa pun yang mengalami dehidrasi harus minum lebih banyak air.

Makan makanan dengan kandungan cairan yang tinggi juga dapat membantu mencegah dehidrasi, buah semangka misalnya. Dehidrasi dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk berfungsi, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan gejala lainnya. Minum air secara teratur sepanjang hari dapat membantu seseorang tetap terhidrasi.

Pada kelompok berisiko, seperti anak-anak atau orang dewasa yang lebih tua, mungkin perlu dukungan untuk mendapatkan cairan yang cukup pada siang hari. Orang dengan penyakit "Raynaud" harus mencoba untuk menghindari kedinginan, misalnya memakai sarung tangan, kaus kaki tebal. Sebisa mungkin melindungi tangan ketika memegang gelas dingin atau mengambil makanan dari freezer.

Jika gejala penyakit Raynaud parah, dokter mungkin meresepkan obat untuk membuka pembuluh darah. Sementara itu, bagi penderita diabetes, mengelola kadar gula darah sangat penting. Pemeriksaan glukosa darah secara teratur, makan makanan yang sehat, dan berolahraga dengan banyak dapat membantu menjaga kadar gula darah yang aman.

Penyakit Raynaud adalah kepekaan ekstrem terhadap dingin. Kondisi ini mempengaruhi pembuluh darah kecil yang memasok darah ke ekstremitas tubuh, termasuk jari tangan dan kaki.

Gejala utama penyakit Raynaud adalah jari-jari berubah menjadi putih atau biru dalam dingin, mati rasa, dan kesemutan. Kulit di ujung jari juga terlihat berkerut, berkerut. Stres juga bisa memicu gejala.

Tidak ada obat untuk penyakit ini, tetapi seseorang dengan kondisi ini perlu mengurangi tingkat stres dan memastikan tubuh mereka tidak terlalu dingin.

Risiko mengalami masalah kulit juga termasuk di tangan dan jari-jari, lebih tinggi untuk penderita diabetes. Menjaga kulit tetap bersih dan kering dapat membantu mereka terhindar dari infeksi. Demikian seperti dilansir Medical News Today.

 
(Sumber : Antara)