18
Thu, Jul

PIB Ingin Wakil Bupati Bekasi Dari Kalangan Ulama

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID, Bekasi - PULUHAN massa dari Pemuda Islam Bekasi (PIB) menggelar aksi simpatik di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (1/7/2019).

Peserta kegiatan datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi. Mereka membawa spanduk berisi keinginan untuk memiliki wakil bupati yang religius dan dari kalangan ulama.

‘Pemuda Islam Bekasi Perlu Pemimpin yang Relijius‘ demikian tertulis pada spanduk yang dibawa oleh salah seorang peserta.

Imam Juang PIB Ustaz Awaluddin kepada pojokbekasi.com mengatakan Kabupaten Bekasi adalah daerah yang heterogen atau plural sehingga tidak melihat faktor putra daerah pada kepemimpinan daerah tersebut.

Awaluddin mencontohkan sejumlah mantan bupati Bekasi yang bukan orang asli Bekasi, yakni Abdul Fatah bupati Bekasi 1973-1983 asal Bandung, Wikanda Darma Wijaya, bupati Bekasi periode 1998-2003 yang berasal dari Ciamis, kemudian Saleh Manaf, bupati Bekasi 2003-2005 asal Aceh.

“Ini merupakan bukti kuat mengenai masyarakat Bekasi yang welcome terhadap orang luar yang memiliki kapabilitas menjadi seorang pemimpin. Di samping itu, dalam masyarakat industri, terjadi perubahan pemikiran yang mulai terbuka dan rasional,” kata Awaluddin.

Pandangan bahwa kepala daerah harus dipimpin putra asli daerah, menurut Awaluddin, adalah sikap primordialisme yang berlebihan.

“Yang terpenting adalah bagaimana pemimpin tersebut sesuai dengan Bekasi, yang religius dan berpeikiran maju,” katanya.

Lanjut Awaluddin, massa sepakat sosok itu dapat ditemukan pada calon wakil bupati Bekasi KH Akhmad Marjuki. Menurutnya, sosok Marjuki dikenal dengan sisi religius yang penting bagi Bekasi agar dekandensi moral seperti korupsi tidak terulang lagi.

“KH Akhmad Marjuki merupakai kiai organisatoris yang pernah menjabat sebagai ketua tanfiziah Pengurus Cabang NU Karawang, sekarang menjabat wakil Bendahara NU jawa Barat,” ucapnya.

“Beliau merupakan seorang pengusaha sukses yang secara materiel berkecukupan untuk dirinya dan yang dipimpinnya,” sambungnya.

Oleh karena itu, PIB mendukung KH Akhmad Marjuki untuk menjadi wakil bupati Bekasi pendamping Bupati Eka Supria Atmaja.

“Jangan sampai pada proses pemilihan wakil bupati, Bupati Bekasi, DPRD Kabupaten Bekasi hanya berpemikirian primordialisme yang menjadi tanda belum mampu melihat sisi sejarah pemimpin-pemimpin Bekasi sebelumnya,” katanya.

 

Sumber : Pojoksatu.id