25
Wed, Nov

Revolusi Akhlak

Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020).ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Hot Issue
Typography

TIBYAN.ID - Imam Besar Habib Rizieq Sihab telah kembali. Manusia biasa yang hanya sedikit pengikutnya ini telah “menampar” muka Menkopolhukam Mahfud MD. Mahfud lah yang saat ini perlu menjelaskan, apa benar IB HRS orang biasa dengan sedikit pengikut ?

Faktanya fenomena penyambutan HRS mencengangkan. Tanpa menunggu lama, Habib langsung membeberkan penjelasan betapa para bajingan telah gagal menggagalkan kepulangan Habib. Dan kesimpulan Habib enteng saja; yang baik kita ucapkan terimakasih yang tidak baik ya tidak kita ucapkan terimakasih.

Kepulangan Habib menjadi darah segar oposisi di negeri ini. Dan itu hanya satu, PKS. Suka atau tidak, PKS lah yang bakal mendulang berkat. PAN dan Demokrat masih jaga jarak. Gerindra, meski awalnya ada dalam satu bahtera bersama HRS, kini memilih membisu.

Kalau begini terus posisinya, maka barisan massa pengikut habib dipastikan akan mengalir di kanal oposisi. Dan itu PKS. Kecuali kalau PAN dan Demokrat buru-buru masuk dalam barisan.

Sebelum kepulangan ini, posisi politik pemerintahan Jokowi memang sedang ada di puncaknya. Lihatlah, semua gerakan aksi massa kempes di tengah jalan. Aksi 212, Aksi HIP dan terakhir aksi Omni Bus Law mati tanpa ada kuburannya.

Dan dengan pedenya Presiden Joko juga melenggang kangkung. Semua undang-undang meski dapat penolakan keras massa tak mempengaruhi keputusannya. Cuwek aja, lenggang aja, jalan aja. Beberapa aksi demo dibiarkan saja. Bahkan bisa jadi didengar pun tidak aspirasinya.

Akankah kedigjayaan itu terusik. Jelas ya. Dari pernyataan Mahfud yang pertama, yang dengan sinis akan “menyikat” kalau penjemputan habib macem-macem menunjukkan rejim ini sedang ketakutan, panik.

Sementara habib kini masuknya dengan gerakan moral, Revolusi Akhlak. Nah, ini rivalitas besar bari pemerintahan Jokowi. Di tengah minimnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah, kepulangan Habib bisa menjadi api di tengah rencekan kering. Gerakan akhlak selalu lebih tinggi derajatnya dibanding gerakan politik praktis.

Revolusi akhlak akan menyasar masalah korupsi, nepotisme, penzholiman terhadap rakyat, kebijakan, ketidakadilan, penyimpangan undang-undang dan sebagainya. Dan itu semua rakyat sudah muak. 

Kalau Habib konsisten pada pilihannya menjadi penggerak revolusi akhlak, maka hari-hari kedepan rakyat akan terlibat dalam penulisan masa depan bangsa ini dengan tinta emas. Kecuali kalau IB HRS nya kebembat masuk ke ranah politik praktis, atau termakan iming-iming duniawi. Wallohu a’lam.(abu bagus)