15
Fri, Nov

Delegasi Ulama Thailand : Umat Islam Harus Perkuat Ilmu dan Persatuan

Foto : Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh (Peci Putih)

Oase Iman
Typography

TIBYAN.ID, Jakarta - Pekan ini beberapa ulama Thailand berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjadi tamu kehormatan Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu kegiatan kunjungan muhibbah mereka adalah mengunjungi Islamic Center Jakarta di Koja Jakarta Utara. Selain mengucapkan kekaguman mereka, pimpinan delegasi pun mendapat kehormatan dari pimpinan Jakarta Islamic Centre untuk menyampaikan kisah bagaimana masyarakat Thailand berislam.Selasa(23/07)

Syeikh DR Tobroni alias Wisoth Binlateh dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa apa yang terjadi mengenai Islam Phobia di Indonesia juga terjadi di Thailand.

IslamPhobia katanya menjadi problema ketakutan masyarakat terhadap Islam yang mengada ada. Misalnya di Thailand, mereka melakukan tuntutan agar dihapuskannya label halal terhadap produk yang dijual di kedai - kedai.

"Mereka tidak suka ada label halal. Mereka phobia terhadap Islam," katanya. Juga dalam banyak hal mereka mencemaskan atas sesuatu yang sesungguhnya tak perlu dicemaskan.

Lalu apa yang perlu dilakukan bagi umat Islam untuk menjawab hal hal seperti itu? Untuk hal itulah delegasi ulama itu berkunjung ke Indonesia dalam rangka membangun satu ukhuwah dan jalinan kerjasama yang baik dan produktif terhadap sesama umat Islam.

Tobroni mengakui mendapatkan gelar S3 nya dari Malaysia. Dari negeri jiran inilah dia belajar mengenal bahasa melayu. Sehari hari di daerahnya, Thailand selatan, dia berbahasa Thai. "jadi saya mohon ampun tak begitu cakap berbahasa melayu," katanya.

ILMU DAN PERSATUAN

Menurut DR Tobroni, kemajuan suatu masyarakat tak bisa lain diperlukan syarat pendukung utamanya, yakni ilmu pengetahuan.

Berislam dengan baik juga memerlukan ilmu, untuk menjawab berbagai tantangan keduniaan juga dengan ilmu. Untuk itu menurutnya memajukan suatu bangsa tak bisa lain dengan memajukan ilmu lebih dahulu dan lebih utama.

"Tanpa ilmu, sulit bagi suatu bangsa untuk meraih kemajuan. Karena itu juga umat Islam baik di Indonesia maupun di Thailand ingin maju hendaknya dimulai dari menguasai ilmu pengetahuan.

Selain ilmu, faktor keduanya adalah persatuan. Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan kalian berpecah belah.

Orang lain berusaha merusak umat Islam dengan memecah belah persatuan dan kesatuannya.

Karena tidak mungkin ada lagi kekuatan kalau umat islam tercerai berai. Jadi, kuasai ilmu dan perkuat persatuan.

Dari kunjungan ini delegasi Thailand berharap kelak umat Islam Indonesia bisa memegang tangan umat Islam Thailand kemudian melangkah ke masa depan yang lebih maju.

Bagi umat Islam kedua negara sesungguhnya hubungan keilmuan sudah lama terjalin. Salah seorang ulama palembang, syeikh Abdus Shomad Al-palembani, adalah ulama yang sangat terkenal dan kitab kitabnya masih jadi rujukan utama umat Islam Thailand.

Namun memang kehidupan umat Islam di Thailand, khususnya di Thailand selatan sampai saat ini masih menyedihkan.

Kenyamanan dalam beribadah masih seringkali terganggu oleh hal hal yang tidak menyenangkan.

Dari Islamic Centre Jakarta, delegasi ulama Thailand akan terus melakukan berbagai kunjungan ke jalangan umat Muslim di berbagai daerah.

Sebagai tamu resmi MUI indoesia mereka tampak sangat berupaya untuk mencari upaya upaya agar umat Islam Indonesia dan Thailand bisa terjalin hubungan yg lebih kokoh lagi. (tibyan)