18
Wed, Sep

Catatan Dari Medan: Gairah Islam Yang Menggeliat

Rihlah
Typography

TIBYAN – Medan terasa sangat bergairah siang ini. Bukan hanya semarak spanduk dan baleho calon kepala daerah yang mulai start berkampanye, tapi derap keislaman siang itu terasa sangat menyemangati saya di Masjid Salman, di Jl. STM Medan Amplas.
Siang itu saya memang sengata singgah di Masjid yang pernah mewarnai kehidupan masa kecil dan masa muda saya. Kini setelah puluhan tahun tinggal di Bekasi, saya berkesempatan mampir lagi di Masjid ini. Luar biasa. Medan di kawasan ini terkesan semakin Islami.
Masjid ini dibangun dengan arsitektur Timur Tengah. Pada dinding dindingnya terpampang kaligrafi dan ornament - ornament Islam khas timur tengah yang sangat kental. Dan yang membanggakan setiap shalat waktu, jamaahnya itu penuh sesak seperti halnya shalat jum'at.
Masjid ini masjid yang hidup. Aneka kegiatan dakwah telah disusun oleh pengurus DKM dan dipampang di sebuah billboard, lengkap dengan ustadz yg akan mengisi materi. Sehingga jamaah yang akan mengikuti kegaiatan di masjid ini bisa memilih langsung tema dan tokoh yang dicintainya.
Mulai dari materi aqidah, fiqih, tarikh, tsaqofah islamiyah dan tahsin alqur'an. Semua terpampang, waktu dan pembimbingnya. “Masjid ini memberi banyak pilihan, semacam oase dalam kegersangan,” kata Munizar, jamaah yang sempat
Buat mereka yang masih punya waktu, atau yang senang berlama lama di dalam masjid, di dalam lemari terdapat sejumlah majalah islam. Saya menyaksikan majalah lama An Najah yang telah lusuh, menunjukkan bahwa majah itu sudah dibaca banyak orang dab berulang kali di bolak balik tangan tangan membukanya. (Imran Nasution)