Makanan Sebagai Obat (2)

Health
Typography

Biarkanlah makanan menjadi obatmu, seperti yang diungkapkan Hipokrates, sesungguhnya seiring sejalan dengan filosofi masyarakat China. Seseorang tidak perlu menjadi ilmuwan untuk mengetahui bahwa jenis makanan tertentu mempunyai lebih dari sekedar protein atau vitamin. Makanan dalam banyak cara dapat mempengaruhi respon-respon psikologis dan mentral orang yang memakannya. Contoh sederhana, pada musim dingin di China, saya seringkali memesan makanan hangat yang pedas. Biasanya ada pada restoran Sichuan. Lihatlah reaksi yang muncul, makanan panas dan pedas menimbulkan efek terbukanya pembuluh darah dan pori-pori kulit. Sehingga meski dingin sirkulasi darah terpacu oleh hangat dan rasa pedas. Orang yang makan pun pasti merasa hangat, panas atau berkeringat ditengan udara sekitar yang dingin membeku.

Ilmu pengetahuan kesehatan China menjelaskan bahwa cabai yang pedas memperbesar pembuluh darah. Akibatnya, makanan ini memacu lebih banyak darah mengalir menyebabkan keluarnya peluh. Bagi para ahli pengobatan China memiliki keyakinan dari pengalamannya bahwa makanan lebih dari sekedar apa yang dapat dihitung dengan analisa kimia. Cina kuno tidak terlalu mencermati kandungan kimia makanan tetapi yang lebih penting efek-efek yang dimiliki oleh makanan terhadap seseorang.

Masyarakat China meyakini, makanan memiliki akar yang sama dengan ramuan-ramuan kesehatan. Tabib tabib pengobatan tradisional sebagian besar masih berpedoman pada kompilasi antara makanan dan ramuan herbal obat. Hanya mereka yang menerapkan diet untuk perawatan yang merupakan tabib-tabib hebat. Pada era Cina kuno seorang pengobat yang baik akan menggunakan diet terlebih dahulu untuk menyembuhkan penyakit, bila ini gagal barulah obat-obatan akan diresepkan. Tentunya obat-obat herbal yang berbasis alami. 

Makanan dan ramuan pengobatan dalam perspektif ilmu pengobatan tradisional China dianggap sebagai sesuatu yang serupa. Kedua-duanya berbagi teori dan prinsip yang sama menyangkut penggunaannya. Makanan dan ramuan mempunyai sejumlah ciri seperti sifat, rasa, energi dan gerakan yang secara keseluruhan memberikan khasiat yang tak terlihat namun memberi kekuatan dan penyembuhan.

Jangan terlalu merassa sulit memilih makanan sehat. Makanan bisa dikenali dari rasanya yang berbeda beda. Rasa makanan ini memberi pengaruh berbeda pula pada tubuh seseorang yang memakannya. Dari rasanya, makanan ada yang rasanya menusuk atau pedas, ada manis, asam, pahit, atau asin. Ada pula suatu jenis makanan yang mempunyai lebih dari satu rasa, misalnya, teh terasa manis pahit, sementara barley manis asin.

Perbedaan rasa makanan mempengaruhi seseorang dengan cara berbeda. Makanan menusuk (misalnya, jahe atau pedas) dapat memicu keringat dan meningkatkan sirkulasi energi. Makanan manis (misalnya, semangka) dapat meredakan gejala-gejala akut dan menetralisir efek-efek beracun dari jenis makanan lain. Makanan asam (misalnya, lemon) bisa menghalangi gerakan- gerakan tubuh atau berperan sebagai zat pengerut yang berguna pada kasus-kasus diare atau keluarnya peluh berlebihan. Makanan pahit (misalnya, labu pahit) bisa mengurangi panas tubuh, mengeliminir kelembaban dan menstimulir nafsu makan. Makanan asin (misalnya, kelp) seringkali dapat melembekkan pengerasan atau massa tubuh.

Ketika makanan masuk ke dalam tubuh, masing masing rasa berbeda bergerak menuju organ-organ yang sesuai. Akibatnya, makanan itu mempengaruhi keseimbangan internal dalam tubuh yang selanjutnya akan mempengaruhi kesehatan seseorang. Rasa asam bergerak menuju hati dan kandung empedu. Rasa asin menuju jantung dan usus halus, rasa manis menuju lambung dan limpa, rasa asin menuju ginjal dan kandung kemih, dan rasa pedas atau menusuk menuju paru-paru dan usus besar.

Sementara dari kandungan energinya, makanan dapat dikelompokkan kedalam lima kategori: dingin, panas, sejuk, hangat dan netral. Tetapi adca juga yang berpendapat lebih sederhana, yakni hanya tiga kelompok yakni hangat, sejuk dan netral. Misalnya, jahe adalah hangat, teh dan barley sejuk sementara jagung manis dan beras merah netral. Kandungan energi ini menjadi penting, karena di sinilah letak kebutuhan tubuh sesedorang terhaddap makanan.