Diet Berimbang (Bag 3)

Health
Typography

Apa yang dikenal umum saat ini tentang diet seimbang adalah masih berdasarkan pola diet yang berbasis Standar American Diet. Tapi pada bagian ini, saya ingin memberi catatan bahwa apa yang kita gunakan untuk membahas diet seimbang ini berbasis pada model kesehatan tradisional masyarakat China, bukan berbasis pada hitung-hitungan protein, kalori, karbohidrat, moneral dan vitamin. 

Dalam catatan ini ingin kembali saya memberi  bahwa semenjak dahulu kala para sinshe China menganjurkan pengkonsumsian biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Dan baru kini masyarakat di dunia mulai mengetahui dan dan percaya pada model konsumsi makanan sehat ini, makanan yang sejak lama diabaikan dan tidak dipercaya. Padahal bagi masyarakat China Kuno, orang perlu memakan dengan cerdas guna memastikan bahwa makanan akan menciptakan keharmonisan dalam tubuh. Penyakit akan muncul bila kondisi dalam tubuh menjadi tidak seimbang atau tidak harmonis. Karena itu, bagi orang Cina, diet yang seimbang mengandung pengertian yang bermacam-macam, yang pada intinya sebagai berikut:

  • Diet seimbang berarti mengkonsumsi makanan dengan rasa, energi, dan reaksi organiknya yang berbeda-beda. Misalnya, bila kita hanya mengkonsumsi jenis makanan manis dan asam, mengesampingkan rasa-rasa lainnya, kita berarti mengundang masalah. Karena kita juga perlu sejumlah makanan yang pedas, asam dan pahit dalam diet kita.
  • Makanan yang kita pilih dan konsumsi harus sesuai dengan kebutuhan dan keadaan fisik kita. Bila kita merupakan seseorang Yang (panas), pola konsumsinya harus lebih banyak makanan sejuk, tapi jika kita merupakan seseorang Yin (dingin) harus mengkonsumsi lebih banyak makanan hangat.
  • Diet berarti makanan yang dikonsumsi harus mengandung keseimbangan harmonis organ-organ internal.

Pola diet dalam perspektif pengobatan China juga mempertimbangkan organ-organ pencernaan. Menurut filsafat Cina, lambung dan limpa merupakan organ-organ penting bagi pencernaan dan penyimpanan makanan. Lambung menghancurkan, mematangkan dan meneruskan makanan ke bagian-bagian yang belum murni menuju usus halus dan bagian yang murni menuju limpa, dimana energi yang dihasilkan didistribusikan. Energi vital yang memungkinkan lambung berfungsi dengan benar adalah Qi perut. Untuk itu QI perut harus dilindungi dan diperkuat.

Lambung sifatnya menyukai kehangatan dan senang menerima makanan yang hangat. Berikut merupakan cara-cara untuk melindungi dan memperkuat QI lambung:

  • Makanlah makanan yang beradaptasi dengan perubahan-perubahan musim atau lingkungan. Misalnya, dalam musim panas yang kering, semangka melimpah. Ini menunjukkan alam memperlihatkan bahwa pada musim panas buah yang cocok untuk dikonsumsi adalah semangga sebagai makanan pendingin. 
  • Makanlah makanan yang dimasak matang dan lembut, bukannya makanan mentah dan dingin. Karena jika makanannya mentah lambung memerlukan lebih banyak energi untuk memprosesnya. Pada sisi lain, makanan panggang atau goreng dapat menyebabkan penurunan fungsi lambung karena menciptakan panas berlebihan dalam organ ini.
  • Makan makanan utama berkali-kali bukannya sekali makanan utama yang mendadak dan berjumlah sangat besar. Sedikit tapi sering lebih baik dari pada banyak dan sampai full, sehingga tak ada ruang udara dan air di dalam lambung.
  • Makan dan minum lah secara tidak berlebih-lebihan.

Karena itu untuk memulai pola konsumsi diet berimbang hendaknya dimulai dari mengenal diri pada kelompok mana sebetulnya tubuh kita. Sebagai orang Yang atau orang Yin. Karena itulah tidak semua makanan yang baik cocok bagi semua orang. Perbedaannya terletak pada masing-masing individu, atau pada kondisi tubuh orang itu. Setiap orang bisa dikelompokan sebagai orang Yang (panas) atau orang Yin (dingin). Sistem darah kita tidak statis dan dapat berubah dari hari ke hari, bergantung pada diet dan kondisi iklim. Lagi-lagi panas tubuh tidak mempunyai ekuivalen dalam ilmu pengetahuan medis, sehingga adalah mustahil menemukan apakah anda merupakan seorang Yang atau seorang Yin dengan menaruh termometer ke dalam mulut anda. 

Didalam catatan ini saya ingin mengajak secara lebih teknis lagi bagi anda untuk mmengukur, apakah sebagai orang Yang atau Yin. 

  • Tangan dan kaki anda-apakah senantiasa dingin atau hangat?
  • Apakah anda lebih menyukai cuaca dingin atau menghangatkan?
  • Apakah anda lebih menyukai makanan yang menyejukkan atau hangat?
  • Lihatlah lidah anda. Bila anda mempunyai tubuh panas berlebihan, lidah anda akan merah dan selaput kuning. Ini bisa kering (panas), lengket atau basah (akibat panas lembab). Bila anda mempunyai tubuh yang sejuk, lidah anda berwarna ping pucat dan selaputnya biasanya putih dan basah.
  • Lihat air seni pertama anda pada pagi hari. Bila tubuh anda panas, air seni itu berwarna kuning tua, coklat dan kemerah-merahan. Volumenya bisa jadi kurang dan kemungkinan mempunyai bau yang tidak menyengat. Bila tubuh anda sejuk, air seni jernih atau berwarna putih pucat dan volumenya banyak.
  • Perhatikan feses (kotoran) anda. Bila tubuh anda panas, kotorannya keras dan kering. Terkadang kotoran bisa jadi kecil atau bulat-bulat kecil. Anda kemungkinan sembelit.Bila tubuh anda sejuk, kotoran anda  tidak terbentuk dengan baik dan cenderung lembek. Terkadang kemungkinan ada sejumlah makanan yang tidak ercerna didalamnya.

Lalu, apakah makanan mentah atau matang yang lebih baik. Ini juga persoalan yang berbeda pandangan antara pola diet masyarakat Timur dalam hal ini yang berbasis TCM dengan masyarakat Barat. Masyarakat Barat memiliki pandangan agar makanan dikonsumsi dalam bentuk paling aslinya, yakni kalaupun harus dimasak tak perlu lama. Bahkan dalam konsep diet tertentu ada yang menganjurkan untuk mengkonsumsi 60 persen makanan mentar dan 40 persennya yang matang. Dr Bernard Jasen dalam bukunya Food That Heal antara lain yang menganjurkan begitu. Tentu ini adalah kebalikan langsung dari sudut pandang China. Menurut orang-orang China, makanan mentah terlalu dingin dan tidak baik bagi lambung. Lambung merupakan organ yang senang kehangatan. 

Jalan keluarnya, sebaiknya agar kita belajar mengetahui tubuh sedndiri dan mengkonsumsi makanan yang cocok. Bila terasa tidak nyaman ketika mengkonsumsi agak banyak makanan mentah, saya menyarankan sebaiknya mengurangi atau menghindarinya. Ubah dengan memasaknya sebentar makanan anda. 

Namun patut pula diketahui, makanan mentah mengandung lebih banyak nutrien dibanding makanan matang. Sejumlah nutrien rusak dan hilang dalam proses pemasakan. Tetapi, menurut pandangan masyarakat China, kerugian ini tidak lebih besar dari manfaatnya karena makanan yang dimasak, hangat, lebih mudah dicerna oleh lambung yang menyenangi kehangatan. Namun secara umum, ada anjuran yang pali standar dalam pola konsumsi makanan; yakni biji-bijian 50%, sayur-sayuran 20%, polong-polongan 15%, buah-buahan 10% dan produk hewani cukup dengan 5% saja.