Ditengah Persaingan Hidup Yang Semakin Ketat Kesehatan Jiwa Semakin Penting

Health
Typography

TIBYAN_ Ditengah persaingan hidup yang sangat ketat untuk mendapatkan dan mempertahankan kehormatan banyak orang terserang penyakit jiwa. Tak heran jika akhir akhir ini klinik kesehatan jiwa tumbuh subur di tengah masyarakat. Apalah artinaya tubuh yang tampan dan perkasa jika jiwanya sakit dan mentalnya. Hiduppun menjadi tak bermakna hatiny menjadi gersang. Maka kesehatan jiwa menjadi sangat penting.

Menurut KH. Abid Marzuki, M.Ed. sejak awal Islam telah menjelaskan betapa pentingnya makna kesehatan jiwa bagi manusia. Hal itu diungkapkan dalam sebuah hadis nabi yang kira kira maknanya " Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika dia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Daging tersebut ia hati (qulub).

Salah satu ciri hati (qolbu) yang rusak adalah tidak mampu membedakan mana yang baik mana yang rusak. Mana yang benar mana yang salah. Hatinya tertutup, mengeras bagai batu, sehingga sulit menerima kebenaran.

Hati yang sakit cenderung menurutkan hawa nafsu. Hakikat kebenaran ditentukan oleh nafsu. Padahal Allah telah menyatakan bahwa yang haq ( yang benar) itu dari Tuhanmu maka janganlah kamu meragukannya. Artinya kebenaran bukan bersumber dari hawa nafsu. Tapi kebenaran itu bersumber dari Ilahi sang Pencipta yang diterima oleh akal yang sehat. Jika ada orang yang tak meneriman kebenaran wahyu Allah itu tandanya hatinya sakit.

Dijelaskan oleh Abid Marzuki, Faktor merebaknya penyakit jiwa atau gangguan jiwa di tengah masyarakat modern seperti stres, gangguan kesehatan jiwa tahap awal dan lanjutan disebabkan munculnya angan angan yang tidak rasional. Ketika angan angan tak dapat diwujudkan muncul kekecewaan, putus asa, menyalahkan Allah, dan pada akhirnya mengalami sakit jiwa.

Lebih lanjut, Abid Marzuki yang kini dosen di Universitas Islam 45 Bekasi (UNISMA) mengatakan obat penyakit jiwa diungkapkan sangat jelas diungkapkan dalam Alqur'an. Perhatikan surat ke 91 ( Asy syams) ayat ke 9. "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa. Dan pada ayat ke 10 disebutkan "Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya".

Qolbun salim, hati yang selamat adalah hati yang bersih dan suci. Tidak ternoda oleh kotoran dan noda seperti dengki, serta penyakit penyakit hati yang dapat merusak jiwa. Orang yang selalu memelihara kesehatan jiwa adalah orang yang beruntung.

Sedang orang yang mengotori jiwanya adalah orang yang paling merugi. Al Qurtubi menyebutkan hadis dari Hudzaifah yang terdapat dalam kitab As shahiihaih, dari Rasulullah Saw beliau bersabda, " fitnah fitnah itu menimpa hati bagaikan tikar dianyam sehelai demi sehelai. Hati yang mana menyerapnya, maka digoreskan titik hitam padanya. Dan hati mana yang menolaknya , maka digoreskan padanya titik putih. Sehingga hati manusia itu terbagi menjadi dua macam; hati yang bersih seperti air jernih , dan ia tidak termakan oleh fitnah selama ada langit dan bumi. Dan yang satu lagi berwarna hitam kelam seperti tempat minuman yang terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak pula mengingkari kemungkaran".

Dari hadis itu nyata dengan terang benderang dua gambaran hati yang sehat dan jiwa yang sakit. Untuk mendalami hal tersebut, yayasan Islamic Center akan menggelar kajian kesehatan jiwa yang akan diselenggarakan di masjid Nurul Islam Bekasi pada kajian islam ba’da Asar, dalam waktu dekat ini dengan pemateri KH. Abid Marzuki.***