Umat Islam Diadu Domba, Benarkah Ada Ulama Anti Pancasila?

Gerakan Aksi Bela Islam yang dimotori GNPF MUI beberapa waktu lalu di Jakarta semata menuntut ditegakkannya keadilan (foto: dok)

Hot Issue
Typography
TIBYAN  -- Umat Islam saat ini sedang menghadapi banyak persoalan internal dan terpecah-pecah. Penyebab terjadinya perpecahan dan konflik diindikasi karena adanya pihak yang mengadu domba. Mereka tidak menginginkan Islam bersatu.
 
"Sesungguhnya di belakang kejadian ini (perpecahan) ada pihak yang memusuhi Islam, mereka ingin agar agama Islam terpecah belah," kata Dosen Pembimbing Makalah Quran, Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah, Dr Muafak bin Abdullah di Hotel Grand Inna Padang, Rabu (19/7).
 
Ia mengatakan, sesungguhnya umat Islam awalnya bersatu. Kemudian, pihak yang tidak senang terhadap Islam berupaya melakukan perlawanan. Mereka melawan Islam dengan cara mengadu domba umat Islam satu sama lain. (baca juga: Tak Ada Ulama yang Anti Pancasila)
 
Dr. Muafak yang juga ulama ahli aqidah dan dakwah menerangkan, mereka yang tidak senang dengan Islam benar-benar tahu kekuatan umat Islam. "Mereka tahu kalau umat Islam berkumpul dengan satu tujuan yang sama, maka Islam akan menjadi agama paling kuat di muka bumi," ujarnya.
 
Dr. Muafak yang menjadi pembicara pada Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Eropa serta Afrika di Kota Padang menyampaikan, agar tidak terjadi perpecahan karena diadu domba, maka umat Islam harus bersatu dengan cara kembali kepada Alquran dan Asunnah.
 
Ia menjelaskan, Islam adalah agama yang sempurna, menjunjung tinggi akhlak dan persatuan. Islam juga agama yang wasathiyah, rahmatan lil alamin dan menyembah kepada Allah Yang Maha Esa. Menurutnya, jika umat Islam memahami dan mempraktikan ini semua, maka akan terjalin persatuan umat. (sumber: republika)