Anita Naibaho: Saya Merasa Nyaman Dalam Pergaulan Muslim

Oase Iman
Typography

TIBYAN -- Ketika hidayah datang tak ada satu kekuatanpun yang dapat menghalanginya. Dan dengan izin Allah, hidayah itu pun tumbuh dan mekar di dalam hati sanubari. Allah memberi hidayah kepada setiap orang yang dikehendaki.

Seperti itulah yang tumbuh di hati Anita Naibaho, gadis Batak berusia 22 tahun yang berasal dari tanah Kabupaten Simalungun Simatera Utara. Hidayah itu tumbuh di hatinya setelah banyak bergaul dengan gadis gadis muslim di tanah perantauannya, di Bekasi Jawa Barat.

“Saya tertarik dengan Islam setelah mendapat keteduhan dan kenyamanan hati dalam lingkungan islam. Keinginan saya untuk masuk islam semakin kuat,” katanya. Sebagai anak yang sangat menghormati ke dua orang tuanya, iapun mengemukakan keinginannya untuk meninggalkan keyakinan lamanya, kristen protestan, dan menjadi muslim.

Tapi apa yang terjadi? Kedua orang tua saya marah besar. Apalagi ayah yang masih kuat memegang keyakinan kristennya. Saya dimarahin, dianggap bukan lagi sebagai keluarga jika saya tetap meneruskan niat untuk masuk islam, cerita Anita Naibaho. Anita mengucapkan dua kalimah syahadah di bimbing oleh Ustadz H. Abdullah Amin, MA, Rabu 14 Juni lalu seusai shalat asar di masjid Nurul Islam Islamic Centre KH.Noer Alie, kota Bekasi.

Tapi niat saya sudah bulat. Apapun resikonya saya siap untuk menghadapinya demi ketenangan jiwa dan keselamatan saya dunia akhirat. Saya bilang kepada ayahanda yang kini mereka tinggal di Pekan Baru Riau, bahwa saya akan tetap berpindah agama. Mama saya menangis mendengar berita itu. Ayah saya terus marah marah.

Hati saya juga terenyuh. Sebab betapapun keduanya tetaplah orang tua yang melahirkan, membesarkan dan memberikan pendidikan kepada saya dengan segala kasih sayangnya. Saya berusaha memberikan pemahaman kepada ke dua orang tua saya bahwa saya sudah dewasa dan berhak memilih jalan hidup saya.

Akhirnya hati ke dua orang tua saya luluh meski mereka tak setuju saya berpindah agama tapi paling tidak mereka tak lagi menghalangi saya untuk mengganti keyakinan saya dari kristen protestan menjadi Islam.

Yang lebih menguntungkan saya adalah di keluarga kami tidak semuanya kristen tapi ada juga yang Islam. Adek ibu saya juga Islam. Jadi keluarga kami sudah terbiasa bergaul dengan keluarga yang berbeda agama, cerita Anita Naibaho yang memiliki 4 saudara kandung.

Kepada TIBYAN Anita mengakui sangat senang setelah keinginannya untuk bersyadah sudah terlaksana. Teman temannya yang muslim yang ikut menyaksikan saat ia bersyahada merasa sangat senang.

Seusai bersyahadah Anita menerima piagam sebagai bukti bahwa ia sudah bersyahadah. Menurut H. Abdullah Amin, piagam itu dibutuhkan untuk pengurusan perubahan KTP jika sebelumnya di KTP lamanya status agama tercatat Kristen Protestan nanti dalam KTP baru kolom agama akan berubah menjadi Islam.(imran nasution)