IPSC Antisipasi Tantangan Hidup Yang Makin Keras Melalui Pendidikan

Rihlah
Typography

TIBYAN.id-- Untuk yang keempat belas kalinya Islamic Preschool Center meluluskan anak-anaknya dari jenjang pendidikan paling dasar, taman kanak kanak.

Anak akan ini adalah cermin buat wajah masa depan. Karena kalau hari ini baru lulus TK maka pada tahun 2034 mereka baru akan lulus Perguruan Tinggi.

Bisa kita bayangkan, kata KH Abid Marzuki M.Ed, saat itu betapa tantangan hidup dan persaingan akan terjadi seperti apa. Tentu akan sangat keras.

Dalam sambutan pada Ikhtifal Akhirussanah ini KH Abid Marzuki menjelaskan banyak pakar meyakini golden age itu terjadi pada usia anak 0 - sampai 6 tahun.

Fase Golden Age ini diyakini sebagai fase yg bisa membentuk apa saja terhadap anak. Ini adalah masa pembentukan pondasi, akan menjadi apa kelak anak anak ini. Salah pembinaan pada gase ini akan salah berikutnya.

Karena fase berikutnya adalah fase pengolahan. Di sekolah menengah dan bahkan perguruan tinggi adalah fase pengolahan alias fase yg sangat bergantung pada pondasi dasarnya.

Karena alasan strategis itulah Islamic Preschool Center mengabil pilihan pembinaan pada model yang tidak populer di dunia pendidikan, yakni model student centered developement.

Ada dua model pendidikan saat ini didunia. Student centered development dan Curiculum centered development. Yang pertama pembinaan menyesuaikan pada pertumbuhan siswa, yang kedua pertumbuhan siswa mengikuti standar kurikulum yang ditetapkan.

Pilihan ini menimbulkan konsekuensi penyelenggaraan pendidikan yang sangat memperhatikan individu. Tentunya tenaga pendidiknya pun yang mengerti psikologi anak. Di Islamic Preschool guru-gurunya kebanyakan adalah psikolog.

Model pendidikan ini membimbing anak-anak beradaptasi sesuai kecenderungannya. "Karena itu kami tidak pernah memberi stigma apapun, misalnya menilai pandai atau tidak, kata Abid Marzuki lagi.

Ciri lain di sini anak-anak biasa bergerak bebas seauai dengan dunamika perkembangan mereka.Tapi mungin saja di SD nanti akan berbeda lingkungannya. Untuk itu peran ibu dan bapak menjadi penting.

Untuk itu jalinan silaturahmi bapak ibu walimurid akan tetap terus dibina. Sehingga meski anak-anak telah keluar dari TK tapi menejemen masih bisa melayani untuk konsultasi mengenai perkembangan anak. (Abu Bagus)