Umat Islam Sedang Dalam Masalah Besar

Wawasan
Typography

Pernah dengar, tiket show One Direction yang seharga 1,8 juta laris manis. Bahkan banyak yang kecewa karena tak kebagian. Show dangdut selalu dipadati penonton sampai larut malam. Pertandingan sepak bola dibela-belain begadang sampai pagi. Sebaliknya, pengajian sepi. Ceramah agama agak lama sedikit sudah diteriaki dianggap mubalighnya tidak tau diri karena besok pagi akan kerja. Seminar Agama dengan pungutan biaya beberapa puluh ribu saja sudah diteriaki dan panitianya dikejar kejar.

Lebih parah lagi hal-hal yang syakral dalam masalah akidah dan keimanan mendapat gugatan dimana mana. Dogma-dogma Islam yang bersumber pada ajaran tauhid digugat dengan tuduhan inklusif anti pluralisme. Alquran dianggap tidak otentik sebagai wahyu suci. Wanita yang dalam Islam sebagai pendidikan utama generasi penerus dipaksa dengan alasan modernisme untuk sejajar dan meninggalkan kodratnya sebagai ibu yang menyusui, diganti menjadi ibu yang membotoli. Harus berkarir di luar rumah, anak titip ke botol susu.

Fenomena ini menurut Dr Adnin Armas MA menandakan bahwa umat Islam sedang berada dalam satu persoalan besar.  Jaman kegelapan yang terjadi di dunia barat pada abad 17 dan 18 dianggap mirip atau bahkan sama dengan yang dialami umat Islam saat ini. “Ada upaya keras dan sistematis untuk menjauhkan Islam dari peradaban umat muslim saat ini,” demikian kata Dr Adnin Armas, MA dalam pengajian bulanan yang diadakan Yayasan Nurul Islam-Islamic Centre Bekasi, Selasa (14/4/2015. Selain Dr Adnin Armas MA, pengajian juga menghadirkan nara sumber Dr Hamka Hasan direktur dirosat Islamiyah UIN Jakarta.  

Karena tuntutan modernitas dan rasionalitas, agama yang dianut mayoritas masyarakat di dunia barat saat itu tidak bisa menjawab permasalahan dan persoalan-persoalan yang muncul. Karena itu mereka kemudian menyingkirkan agama dari dalam kehidupan mereka. Itulah yang disebut sekularisasi. 

Kini, apa yang terjadi di dunia Islam hampir mirip. Islam mencoba dimarginalisasikan dari kehidupan. Dari aspek budaya, umat Islam saat ini sudah semakiin jauh dari kebenaran agama. Mereka menjadi Islam ketika hanya ada di dalam masjid, ketika sedang sholat, tapi ketika diluar masjid bertegur salam pun tidak. Islam telah secara sistematis dijauhkan dari para penganutnya.

Kalau ini terus dibiarkan terjadi, dampaknya akan menjadi kehancuran bagi manusia. Berbeda dengan apa yang dialami masyarakat Barat, mereka meninggalkan agama mereka karena agama mereka memang tidak mampuh menjawab persoalan modernitas yang menjadi tuntutan saat itu, sementara dalam Islam kalangan umat Islam sendiri yang terjebak oleh kepentingan pemokiran modernitas yang keliru sehingga mengacak-acak ajaran agamanya sendiri.

Untuk itu, Dr Adnin mengajak umat Islam dari semua lapisan masyarakat untuk sama sama membentengi ini. Dimulai dari kehidupan dalam rumah tangga, dalam pola mendidik anak, memilih sekolah, membangun aktivitas sampai cara pandang yang benar dalam memahami Islam. Jika tidak bangkit untuk melawan kerusakan akan terjadi pada generasi kita, atau setidaknya  mungkin pada generasi anak-anak kita beberapa tahun mendatang./(Abu Bagus)