Lagi Tentang Lailatul Qodr, Hajar Aswad dan Ka’bah

Wawasan
Typography

 

TIBYAN.id – Tahukah kamu apa itu lailatul qodr? Itu adalah malam istimewa. Keistimewaannya ada pada nilai yang dilipatgandakan menjadi lebih baik dari seribu malam biasa. Adanya hanya di malam malam ramadhan. Dan malam ini pula menjadi buruannya umat muslim di setiap sepuluh hari terakhir.
Alquran melukiskan bahwa Allah menurunkan malam lailatul qodr sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat ke muka bumi, menebar kebaikan, mencurahkan rahmatnya pada setiap hamba yang terpilih pada malam itu.
Dan sejak beratus tahun silam hikayat tentang lailatul qodr ini terus dikaji. Berbagai penelitian dilakukan. Bahkan pada sepuluh tahun silam lembaga antariksa Amerika, NASA, terlibat dalam kesaksian tentang lailatul qodr.
Sampai sampai salah seorang peneliti angkasa NASA, Carner namanya, sempat bersyahadat dan memeluk Islam. Carner memeluk Islam setelah mengetahui fakta ilmiah tentang malam lailatul qadar.
Kisahnya 10 tahun lalu, NASA menemukan fenomenal malam lailatul qadar. Menurut cerita Carner pada malam itu di angkasa tidak ada bintang ataupun meteor yang jatuh ke atmosfer bumi. Dan yang mencengangkan, di pagi harinya, matahari bersinar tanpa radiasi cahaya.
Ini sebuah peristiwa alam yang luar biasa. Angkasa menjadi sangat tenang, atmosfirnya sama sekali terasa sangat damai. Dan alangkah tergugah Carner ketika mengetahui bahwa fenomena itu sudah dikisahkan oleh Rasul Muhammad.
Dalam sebuah hadistnya, Nabi yang menyatakan bahwa malam lailatul qadar adalah “baljah” yakni tingkat suhunya sedang, tidak ada bintang atau meteor jatuh ke atmosfer bumi. Pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.
Kisah ini diperkuat oleh Dr Abdul Basith As-Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Qur'an dan Sunnah di Mesir yang mengatakan terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam alqodr itu dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.
Fakta ini rupanya disembunyikan oleh NASA untuk melindungi agar tidak ada orang yang tertarik untuk masuk ke Agama Islam. Namun tidak bagi carner yang memutuskan untuk memeluk Agama Islam.
NASA sebenarnya bukan kali ini saja menutup-nutupi tentang fakta yang berkaitan dengan mukjizat Islam. Salah satunya penelitian tentang cahaya aneh dari Ka'bah (Baitullah) yang tidak terbatas menuju ke langit (Baitul Makmur). Riset tersebut bahkan pernah dipublikasikan oleh NASA dihalaman situsnya selama 21 hari hingga akhirnya harus dihapus.
Padahal. Al-Qur'an jelas menggambarkan tentang hal itu, seperti dalam surat Al-Hijr: 14 berikut ini:

وَلَوْ فَتْحنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنْ السَّمَاء فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارنَا بَلْ نَحْنُ قَوْم مَسْحُورُونَ

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Setelah Carner memeluk Islam, dia juga mengungkapkan tentang penomena Batu Hajar Aswad yang pernah dicuri dan diteliti selama 12 tahun. Dari hasil penelitian, menurut pakar Inggris menyimpulkan bahwa batu itu bukan berasal dari Planet Bumi ataupun planet yang berasal dari tata surya Matahari.
Dari penelitian terungkat bahwasannya batu sebesar biji itu memancarkan gelombang pendek yang berjumlan 20 radiasi ke segala arah yang tidak terlihat. Bahkan ajaibnya, setiap radiasi radiasi tersebut memancar hingga menembus 10 ribu kaki.
Menurut Carner, radiasi tersebut membuat batu itu sanggup mencatat nama-nama orang yang berhaji. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja.

Nah, Subhanallah, Sungguh luar biasa. Kebesaran Allah SWT atas segala ciptaannya. Semoga artikel ini memperkuat Iman dan Takwa kita. Amin.(Abu Bagus/Dari berbagai sumber)