Berzakat Bukan Kedermawanan Orang Kaya

Wawasan
Typography

TIBYAN_Selama Ramadhan tahun ini Yayasan Islamic Centre KH. Noer Alie, menggelar kajian Islam ba'da shalat Asar dengan menghadirkan narasumber para asatidz yang mumpuni dibidang masing-masing.

Salah satu topik kajian Islam yang sudah digelar adalah " Zakat Kewajiban Bukan Kedermawanan" dengan narasumber Ir. H. Kanti Prayogo, ketua Badan Pengelola Islamic Centre KH. Noer Alie.

Ir. Kanti Prayogo, mengawali ceramahnya dengan menyampaikan firman Allah pada surat Attaubah ayat ke 11. Tentang perintah menunaikan zakat.

Dalam penjelasannya, Kanti mengemukakan bahwa seseorang baru dapat diakui keislamannya manakala seseorang itu sudah bertauhid, mengerjakan shalat, dan membayar zakat.

Ditegaskan, ketiga aturan pokok itu merupakan syarat seseorang tidak boleh diperangi. Bahkan siapa yang tak berzakat tidak berarti baginya shalatnya paparnya sambil mengutip hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud yang memberi penegasan bahwa " Kalian diperintahkan mendirikan shalat dan membayar zakat , siapa yang tidak berzakat berarti tidak ada arti shalat baginya" ( lihat, Yusuf Qordhowi dalam bukunya fiqih zakat).

Meski perintah zakat sudah turun sejak 1426 yang lalu, sampai sekarang zakat masih dianggap sebagai kebaikan hati orang yang punya kekayaan (agnia) sehingga terkesan bahwa zakat sebagai kedermawanan para agnia.

Padahal jelas Kanti Prayogo bahwa Nabi Muhammad telah menegaskan bahwa menunaikan suatu kewajiban yang sama wajibnya dengan melaksanakan shalat, puasa pada bulan ramadhan, berhaji bagi orang yang sudah mampu.

Orang yang nemiliki harta yang sudah sampai pada nishofnya wajib mengeluarkan sebagian dari hartanya sebagai zakat. Bagi sorang muslim yang tak menaati perintah Allah tentu ada sanksinya.

Sanksi bagi orang yang mengabaikan perintah zakat akan mendapat siksa yang pedih kata Kanti Prayogo sambil mengutip Firman Allah pada surat Attaubah ayat 34. ....dan orang orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritakanlah pada mereka, ( bahwa mereka akan mendapat ) siksa yang pedih. ( QS.Attaubah 34).